AIPI KUKUHKAN AMIN ABDULLAH (GURU BESAR UIN SUNAN KALIJAGA) SEBAGAI ANGGOTA BARU

Home Page // Uncategorized // AIPI KUKUHKAN AMIN ABDULLAH (GURU BESAR UIN SUNAN KALIJAGA) SEBAGAI ANGGOTA BARU

posted by | on Uncategorized | No comments

Amin AbdullahSelasa, 3 September  2013,  Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) pengukuhan terhadap tiga anggota baru yaitu Prof. Dr. Amin Abdullah (UIN Suka)  sebagai anggota Komisi Kebudayaan, Prof. Dr. Maria SW Sumardjono (UGM) dan Prof.Dr. Sofian Effendi (UGM)  sebagai  anggota Komisi Sosial. Pengukuahn ini dilakukan di Gedung Ruang Senat UGM dan berlangsung dengan kidmad.  Ketua  Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof. Sangkot Marzuki, menjelaskan bahwa AIPI didirikan oleh Presiden RI melalui Undang-undang no.8 tahun 1990, merupakan wadah bagi ilmuan indonesia yang bersifat mandiri, mampu menyampaikan saran dan pertimbangan bagi Pemerintah dan masyarakat tentang ilmu pengetahuan dan teknologi. “Pengangkatan  ketiga anggota ini telah disahkan pada sidang paripurna AIPI tahun 2012, dan dikukuhkan melalui Kuliah Inagurasi di kampus UGM”, tambah Sangkot.

Tema yang diambil oleh Prof. Dr. Amin Abdullah dalam Kuliah inagurasi  saat pengukuhan yaitu “Agama, Ilmu dan Budaya: Paradigma Integrasi-Interkoneksi Keilmuan”. Amin Abdullah, mengungkapkan Hubungan agama dan ilmu menurut Ian G. Barbour dapat dikalsifikasi menjadi empat corak yaitu, Konflik, Independensi, Dialog dan Integrasi. Implikasi dan konsekwensi dari paradigma dialog dan Interasi jika diterapkan dalam keilmuan agama, khususnya agama Islam, melalui perspektif pemikir Muslim kontemporer. Hal ini penting karena praktik pendidikan agama pada umumnya masih menggunakan paradigma Konflik dan Independensi. Hubungan antara agama, dalam hal ini Ulumul al-din (ilmu-ilmu agamaI Islam) dan ilmu kealaman, sosial maupun budaya meniscayakan corak hubungan yang bersifat dialogis integratif-interkonektif. Corak hubungan antara disiplin ilmu keagamaan dan disiplin ilmu alam, sosial dan budaya diera modern dan post-modern adalah semipermeable, intersubjective, testability dan creative imaginations.

“Studi Keislaman (Dirasat Islamiyyah) memerlukan pendekatan multidiplin, interdisiplin dan transdisiplin,” tegas Amin Abdullah. Liniearitas ilmu dan pendekatan monodisiplin dalam rumpun ilmu-ilmu agama akan mengakibatkan pemahaman dan penafsiran agama kehilangan kontak dan relevansi dengan kehidupan sekitar. Budaya berpikir baru yang secara mandiri mampu mendialogkan sisi subyective, objective dan intersubjective dari keilmuan dan keberagaman menjadi niscaya dalam kehidupan dan keberagaman era multikultural kontemporer. Kesemuanya ini akan mengantarkan perlunya upaya yang lebih sungguh-sungguh untuk melakukan rekonstruksi metodologi studi keilmuan dan metodologi keilmuan agama di tanah air sejak dari hulu, yakni filsafat ilmu keagamaan sampai kehilir, yaitu proses dan implementasinya dalam praxis pendidikan” tutur Amin.

Amin Abdullah menegaskan bahwa Paradigma integrasi-interkoneksi  keilmuan adalah niscaya untuk keilmuan agama dimasa sekarang, apalagi masa yang akan datang. Jika tidak, maka implikasi dan konsekwensinya akan jauh lebih rumit baik dalam tatanan sosial, budaya, lebih-lebih politik, baik politik nasional, regional, nasional maupun global. Linearitas ilmu agama akan mengatur peserta didik berpandangan myopic dalam melihat realitas hidup bermasyarakat dan beragama yang semakin hari bukannya semakin sederhana tetapi semakin kompleks, sekompleks kehidupan itu sendiri, jelas Amin Abdullah.

Kasubag Humas, Dokumentasi dan publikasi, Dra. RTM Maharani, MM., yang menghadiri forum pengukuhan AIPI tersebut menyampaikan rasa  bangganya  dengan prestasi  yang diraih Prof. Dr. Amin Abdullah. Menurut Maharani, Prof. Amin Abdullah,  Guru Besar di UIN Sunan Kalijaga yogyakarta merupakan satu dari 4 orang ilmuwan di bawah  PTAIN yang berhasil menjadi anggota AIPI. 3 yang lain yang lebih dulu mendahului Amin Abdullah diakui oleh AIPI adalah Prof. Mukti Ali (Mantan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga yang sudah Almarhum),  Prof. Musda Mulia (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Prof. Azzumardi Azra (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Dengan prestasi Prof. Amin Abdullah dalam keanggotaan AIPI menunjukkan bahwa UIN Sunan Kalijaga mampu bersaing dikancah nasional maupun internasional” tutur  Maharani. (Humas UIN Suka).

Dikutip seluruhnya dari HUMAS UIN SUKA dalam http://www.uin-suka.ac.id/berita. Rabu, 04 September 2013.

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterest

Leave a Reply


6 × seven =