BIOGRAFI TOKOH

AHMAD MUSTHAFA AL-MARAGHI SEBAGAI ULAMA YANG ‘ALIM

Lahir

Nama lengkap al-Maraghi ialah Ahmad Musthafa al-Maraghi Ibnu Musthafa ibnu Muhammad Ibnu ‘Abd al-Mun’in al-Qadhi al-Maraghi. Beliau dilahirkan disuatu kota yang bernama al-Maragho pada tahun 1298 H atau betepatan pada tahun1881 M. Kota ini terletak di pinggir Sungai Nil, dan juga tidak jauh dari kota besar yang bernama Kota Kairo. Menurut Abd Aziz al-Maraghi, kota al-Maraghah ini adalah ibu kota kabupaten al-Maraghah yang terletak di tepi Barat Sungai Nil. Jumlah penduduknya berkisar 10.000 orang, pekerjaan sehari-harinya ialah menghasikan gandum, kapas dan padi.

Gelar al-Maraghi ini disandangkan kepadanya karena dinisbahkan pada kota tempat kelahirannya. Sehingga beliau di beri gelarlah dengan sebutan al-Margahi pada nama belakangnya. Beliau mempunyai tujuh orang bersaudara.

Silsilah Keturunan

Sedangkan ayah al-Maraghi bernama Syeikh Mustafa al-Maraghi adalah seorang ulama yang taat beribadah dan juga soerang yang mengusai berbagai macam ilmu dalam keagamaan pada saat itu. Hal ini dapat kita lihat dari ke lima putranya yang berhasil dia didik sehingga menjadi seorang ulama yang terkenal, diantaranya ialah:

  • Syeikh Abd Wafa Musthafa al-Maraghi, seorang sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan di Universitas al-Azhar.
  • Syeikh Muhammad Musthafa al-Maraghi, pernah menjadi Syeikh di al-Azhar selama dua periode.
  • Syeihk Ahmad Musthafa al-Maraghi, pengarang kita tafsir al-Maraghi.
  • Syeihk Abdullah Musthafa al-Maraghi, inspektur umum di Universitas al-Azhar.
  • Syeikh Abd Aziz al-Maraghi, Dekan Ushuluddin di Univesitas al-Azhar.

Pendidikan

Pendidikan dasar al-Maraghi  dia tempuh pada sebuah Madrasah yang ada di kampung halamannya sendiri, dan di Madrasah ini juga tempat al-Maraghi belajar Ilmu al-Qur’an dan menghafal seluruh ayat-ayat al-Qur’an. Sehinggah ketika umurnya menginjak 13 tahun dia sudah hafal al-Qur’an. Di samping dia mempelajari ilmu al-Qur’an dan menghafalnya dia juga mempelajari ilmu agama dalam bidang yang lain, seperti ilmu tajwid dan ilmu yang lain sebagainya. Setelah dia menamatkan pendidikan dasar di desanya. Dengan persetujuan orang tuanya beliau langsung melanjutkan pendidikannya di Universitas al-Azhar yang terletak di Kota Kairo, dan juga mengikuti kuliah di Universitas Darul ‘Ulum Kairo. Jadi di sini beliau mempunyai dua tempat belajar sekaligus dalam waktu yang bersamaan serta dalam waktu bersamaan pula beliau berhasil menyelesaikan pendidikannya tersebut. Di Universitas inilah beliau mendalami berbagai macam Ilmu, seperti: Ilmu bahasa Arab, Tafsir al-Qur’an, Hadis, Fiqih, Ahlaq dan Ilmu Falaq. Sungguh luar biasa kemampuan yang dimilikinya dan patut kita jadikan teladan dalam diri kita agar kita bisa seperti beliau.

Guru-guru

Adapun orang-orang yang pernah menjadi gurunya di antaranya; Syekh Muhammad Abduh, Syekh Muhammad Hasan al-‘Adawi, Syekh Muhammad Bahis al-Muti, Syekh Muhammad Rifa’i al-Fayumi. Dalam menyelesaikan pendidikannya beliau berhasil mendapat predikat Alumni lulusan terbaik di Universitas al-Azhar  Kairo pada saat itu.

Pekerjaan

Setelah tamat dari pendidikannya di Universitas al-Azhar, dia langsung terjun dan mengabdi ke masyarakat, beliau mengabdi sebagai guru di beberapa madrasah dengan mengajarkan berbagai macam cabang ilmu yang dia kuasai. Setelah beberapa tahun kemudian beliau diangkat sebagai Direktur Madrasah Fayun. Sebuah kota yang terletak sekitar 300 km sebelah barat daya Kota Kairo. Selain menjadi direktur beliau juga pernah menjabat sebagai Qadi (hakim) hingga tahun 1919. Kemudian beliaupun kembali ke Mesir pada tahun 1920 M dan beliau diberi jabatan sebagai Kepala Mahkamah Tinggi Syari’ah. Pada tahun 1928 beliau diangkat menjadi Rektor al-Azhar. Saat beliau menjadi Rektor usia beliau baru 47 tahun, sehingga tercatat sebagai rektor termuda sepanjang sejarah di Universitas al-Azhar.

Visi Pembaharuan

Satu hal yang sangat berkesan dari beliau ialah ketika dia menjabat sebagai Imam Besar. Al-Maraghi melakukan suatu perubahan mendasar dalam rangka mereformasikan al-Azhar. Kebijakan-kebijakan al-Maraghi menuai kontroversi dan perlawanan pada saat itu. Hingga pada puncaknya, beliau memilih mundur dari jabatan yang telah diembannya selama kurang lebih 6 tahun tersebut. Namun pada tahun 1935 dia diminta kembali untuk menjadi Imam Besar di Universitas al-Azhar.

Karya-karya

Al-Maraghi adalah salah satu ulama yang produktif dalam menyampaikan pemikiran melalui karya-karyanya. Jumlah karya yang ditulis beliau terbilang banyak, di sini penulis akan meyampaikan sebagiannya saja, di antaranya ialah:

  • ‘Ulum al-Balaghah
  • Hidayah at-talib
  • Buhus wa-Ara’
  • Mursyid at-Tullab
  • Al-Mujaz fi ‘Ulum al-Usul
  • Ad-Dinayah wa al-Ahklaq
  • Tafsir al-Maraghi
  • Al-Kutbah wa al-Khutaba’ fil Daulah al-Umayyah wa al-‘Abbasiyyah.

Mohammad Ridwan

Mahasiswa IAIN STS Jambi dan Penulis Aktif Bidang Keagamaan

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!