WARNA-WARNI ISLAM

AKHLAK SEBAGAI CERMINAN DIRI

Akhlak merupakan kedudukan yang penting bagi kehidupan manusia, sebagai individu maupun masyarakat, jatuh bangunnya suatu bangsa dilihat dari akhlak masyarakatnya. Apabila akhlaknya baik, maka sejahteralah lahir dan batinnya, apabila akhlaknya rusak, maka rusaklah lahir batinnya.

Akhlak yang baik membuat membuat seseorang menjadi aman, tenang, dan tidak ada perbuatan yang tercela. Seseorang yang berakhlak mulia selalu melaksanakan kewajiban-kewajibannya. Dia melakukan kewajiban terhadap dirinya sendiri yang menjadi hak dirinya, terhadap Tuhan yang menjadi hak Tuhannya, terhadap makhluk lain, dan terhadap sesama manusia.

Ajaran akhlak bersumber dari Al-qur’an dan Hadist, tingkah laku Nabi Muhammad merupakan contoh suri tauladan bagi umat manusia semua. Ini ditegaskan oleh Allah dalam Al-qur’an:

لقد کان لکم فی رسول اللہ اسوۃ حسنۃ لمن کان يرجوا آللہ وآليوم آخر وزکرآللہ کثيرا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan rahmat Allahdan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS.Al-ahzab(33):21)

“Sesungguhnya motif bertindak dan dasar prilaku manusia, kadang-kadang berupa instink dan kadang-kadang berupa emosi. Ini tidak kita kategorikan kedalam akhlak manusia. Akhlak merupakan perbuatan yang lahir dari kemauan dan pemikiran, dan mempunyai tujuan yang jelas. Tujuan tersebut, secara subtansial, harus baik dan indah. Sesuatu yang subtansial tidak bisa dicari alasannya kecuali pada diri sesuatu itu sendiri, dan manfaatnya berlaku untuk pelakunya sendiri.” [1]Dengan kata lain berarti akhlak itu sesuatu yang sudah tertanam dari hati kita sendiri dan dengan niat kita sendiri tampa ada paksaan orang lain.

Akhlak berarti orang yang mempunyai kepribadian akan perbuatan, orang yang berakhlak sudah pasti orang yang baik kepribadiannya, “Orang yang bertakwa berarti orang yang berakhlak mulia, bertakwa mengandung arti melaksanakan segala perintah agama dan meninggalkan segala larangan agama. Ini berarti menjauhi perbuatan jahat dan mengerjakan perbuatan-perbuatan baik. Perintah Allah ditunjukan kepada perbuatan baik dan larangan berbuat jahat.”[2]

Akhlak itu dilakukan seseorang itu dengan ikhlas tanpa paksaan dari orang lain, dan dengan niat yang sangat mendalam, “Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang, sehingga telah menjadi kepribadiannya, perbuatan akhlak dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya, tana ada paksaan atau tekanan dari luar, akhlah juga perbuatan yang dilakukan dengan serius, bukan main-main atau karena bersandiwara.”[3]

Dalam konsep akhlak kita tidak hanya berakhlak kepada sesama manusia tetapi juga akhlak kepada Allah, “Akhlak itu bertingkat sehingga perlu disempurnakan, akhlak itu memiliki 2 sasaran yang pertama akhlak kepada Allah, yang kedua adalah akhlak kepada Makhluk. Oleh karena itu tidak benar kalau masalah akhlak hanya dikaitkan dengan masalah hubungan antara manusia saja.”[4]

Dalam akhlak orang akan tau sifat kita tabi’at kita ada yang baik dan ada juga yang tercela, ”Daya jiwa yang dapat membangitkan prilaku, kehendak dan perbuatan baik dan buruk, indah dan jelek, dan yang secara alami dapat menerima pendidikan, disebut juga dengan akhlak, akhlak mulia sangat penting bukan hanya bagi diri sendiri melainkan juga bagi orang lain, karena akhlak menyangkut interaksi antarsesama manusia.”[5]

Kita hidup didunia ini hanya sementara tidak kekal selamanya jadi kita harus benar-benar bisa menjadi seseorang yang patuh akan pencipta alam ini, “Akhlak kepada Allah adalah pancaran jiwa ummat yang ta’at dan patuh, taqwa dan pasrah karena kesadaran yang utuh, bahwa segala yang dimiliki, mulai dar kehidupan pribadinya dan apa yang diperolehnya adalah semata-mata karena “munnah dan fadl” (pemberian dan penghargaan) dari Allah.” [6]

Dalam berakhlak kita juga diwajibkan untuk memelihara kesucian karna kesucian itulah yang harus dijaga dalam kehidupan kita. “Memelihara kesucian termasuk dari akhlak manusia, memelihara kesucian disebut juga dengan “Iffah” iffah yang pertama yaitu iffah mata kaum muslimin tidak boleh memandang satu sama lain dengan pandangan yang membangkitkn syahwat kecuali istri kepada suami atau sebaliknya, didalam islam setiap pandangan yang membangkitkan syahwat seksual adalah haram. Iffah lisan wanita dan peria hendaknya tidak berbicara satu sama lain dengan kata-kata yang membangkitkan syahwat atau membawa mafsadat, kecuali suami istri. Dan masih banyak iffah iffah yang lainnya.”[7]

Berteman kita harus saling mengasihi antara teman, bisa untuk saling tolong menolong satu sama lain, jadi didalam islam membalas budi setia kawan dan tolong menolong itu termasuk akhlak terpuci “ perbuatan ini mengutip prinsip hak jaza’ al-ihsan illa al-ihsan (“balasan bagi kebaikan tiada lain adalah kebaikan pula”). Prinsip ini merupakan fitrah akhlaki yang termaktub dalam Al-quran (QS Ar-Rahman, 6). Perbuatan ini disebut etis.”[8]

“Dalam surah Ar-Rum, ayat: 8 dijelaskan bahwa Allah menyuruh manusia memikirkan diri mereka sendiri. Sudah itu kejadian langit dan bumi. Sudah itu apa yang terdapat dilangit dan bumi.tiap-tiapnya itu dijadikan dengan satu ukuran yang pasti dan tertentu masanya. Allah telah mengabarkan bahwa semua ini akan berkesudahan, tidak akan terus seperti ini.” [9]Maksudnya Allah menyuruh kita untuk bersikap peduli terhapad lingkungan jangan hanya terfokus kepada diri sendiri tetapi juga memperdulikan alam sekitarnya, dan Allah mengingatkan juga bahwa dunia ini hanya bersifat sementara, suatu saat bumi ini akan hancur.

Salah satu akhlak yang buruk yang tidak disukai Allah ialah seseorang muslim yang terlalu mencintai kemegahan harta duniawi, yang terlalu sibuk mengurus harta nya saja sehingga dia lupa akan Allah “Orang-orang yang terjangkit sifat cinta kemegahan atau cinta kemewahan, ini bukan hanya orang yang kebanyakan harta atau hanya orang yang memiliki kedudukan atau pangkat yag tinggi, tetapi sifat cinta kemegahan ini dapat berjangkit pada segala lapisan manusia dari kalangan awam hingga kalangan atas. Sifat cinta kemegahan ini amat dibenci agama, karena orang yang memiliki sifat demikian tidak bakal diberi kenikmatan hidup di akhirat.”[10]

Akhlak yang baik untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepada kita itu dengan cara bersujud, dalam bersyukur ada istilah sujud syukur gunanya untuk menghargai atau mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita, “Sujud adalah sebuah amalan yang dilakukan oleh manusia, sujud mendatangkan ketenangan batin, kestabilan dan ketentraman.”[11]

Menurut A.Mustofa “Dalam agama yang dapat dijadikan sarana untuk memperbaiki akhlak manusia, antara lain anjuran untuk selalu bertobat, bersabar, bersyukur, bertawakal, mencintai orang lain, mengasihi dan menolongnya. Anjuran itu sering didapatkan dalam ayat-ayat Al-quran, sebagai nasihat orang-orang yang sering melakukan perbuatan buruk.”

Menurut Ibid “Untuk mendapatkan kebahagiaan, kesejahteraan, dan ridha Allah tidak mudah. Manusia harus dapat memilih mana yang buruk dan mana yang baik. Membedakan keduanya berarti dapat menilai. Apabila orang dapat berpegang pada kebaikan dan membuang keburukan, inilah jalan yang lurus. Lebih lanjut seseorang dapat memilih yang baik dan kemudian meninggalkan tindakan yang buruk.

Menurut Imran Efendi Hasibuan “Akhlak mulia dapat dipupuk melalui proses melawan hawa nafsu. Seseorang memiliki akhlak mulia selagi dia berjaya melawan dan dapat menundukkan hawa nafsunya. Menundukkan hawa nafsu bukan bermakna membunuhnya tetapi hanya mengawal dan mendidiknya agar mengikuti panduan akal dan agama.

Menurut Ahmad Sunarto “Orang yang mempunyai akhlak baik dapat bergaul dengan masyarakat secara luwes, karena dapat melahirkan sifat saling mencintai dan saling tolong-menolong. Akhlak yang baik bukanlah semata-mata teori yang muluk-muluk, melainkan akhlak sebagai tindakan tanduk manusia yang keluar dari hati. Akhlak yang bersumber dari perbuatan yang sewajarnya.

Menurut Hafidh Hasan Al-Masidi “Didalam pribahasa sering disebutkan berani karena benar, takut karena salah. Betapa akhlaqul karimah menimbulkan ketenangan batin, yang dari situ dapat melahirkan kebenaran. Rosulullah elah memberikan contoh betaa beraninya berjuang karena beliau berjalan diatas prinsip-rinsip kebenaran. Benar adalah memberitahuna (meyatakan) sesuatu yang sesuai dengan kenyataan.

Menurut Burhanuddin Salam “Sifat berani termasuk dalam fadhilah Akhlaqul karimah. Berani bukanlah semata-mata berani berkelahi dimedan laga, melainkan suatu sikap mental seseorang, dapat menguasai jiwanya dan berbuat menurut semestinya. Ornag yang dapat menguasai jiwanya pada masa-masa kritis ketika bahaya diambang pintu, itulah yang bernai.

Menurut Abu Bakar Jabir “Sabar adalah bagian dari akhlaqul karimah yang dibutuhkan seorang muslim dalam masalh dunia dan agama. Sebagian muslim wajib menggunakan hatinya dalam menanggung segala ujian dan penderitaan dengan tenang. Bagaimanapun beban hidup harus dengan hati yang yakin, tidak ragu sedikit pun dengan ketabahan, sabar dan tawakal. Oleh karena itu hendaklah senantiasa ingat kepada Allah.

Menurut Asmaran “Sesuatu yang buruk apabila membuat orang menjadi tidak senang dengan apa yang diperbuatnya, tidak memberikan kepuasan dan tidak memberikan kenikmatan terhadap sesuatu yang dibuatnya juga tidak sesuaidengan yang diharapkan, sesuatu yang dinilai negatif oleh orang yang menginginkannya.

Menurut Barmawi Umary “Nafsu Ammarah (Nafsu Syaithoniah) termasuk kedalam akhlaqul madzmumah, Nafsu amarah ialah jiwa yang belum mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, belum memperoleh tuntunan, belum menentukan mana yang manfaat, mana yang mudharat, tetapi kebanyakan ia mendorong kepada hal-hal yang tidak patut.

Menurut Sochib Dimjati “Sifat dengki termasuk akhlak yang tidak baik, karena sifat dengki sangat tidak terpuji dan dapat menyesatkan dikemudian hari, hukum sifat dengki adalah haram, karena dapat merugikan orang lain. Bahaya dengki sama dengan sifat iri hati dan sifat tercela. Orang dengki tidak segan-segan mencari tipu daya untuk menghilagkan nikmat orang lain dan merebutnya.

Jadi kesimpulannya akhlak itu sangat penting bagi manusia karna apa, karna akhlak mencerminkan tingkah laku seseorang, dari akhlak nya lah kita mengetahui bagaimana sifat seseorang tersebut kepada orang tuanya kepada teman nya dan kepada Allah SWT. Jika seseorang itu mempunyai akhlak yang terpuji otomatis dia akan disenangi banyak orang terutama Allah, tetapi jika Akhlak seseorang itu tercela atau buruk dia akan di benci manusia. banyak orang yang tidak senang karna akhlak nya buruk. Sebaiknya kita mempunyai akhlak yang terpuji agar disenangi banyak orang, dan semoga kita terhindar dari akhlak yang tercela.

Penulis: Adinda Indah Pramewati (Mahasiswi Jurusan KPI Fakultas Ushuluddin IAIN STS Jambi)

1 Dr Musa Subaiti, Akhlak Keluarga Muhammad SAW (Jakarta: PT. Lentera Basritama, 1995).

[2]Yatimin Abdullah, Studi Akhlak Dalam Perspektif Al-quran (Jakarta: Amzah, 2007).

[3] Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf dan Karakter Mulia (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2014).

[4] Deden Makbuloh, Pendidikan Agama Islam (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2012).

[5] Rachman Assegaf, Filasafat Pendidikan Islam (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2011).

[6] Abdullah Salim, Akhlah Islam Membina Rumah Tangga dan Masyarakat (Jakarta: Media Dakwah, 1994)

[7] Hosein Mazaheri, Akhlak Untuk Semua (Jakarta, Al-Huda, 2005).

[8] Murtadha Muthahhari, Falsafah Akhlak (Bandung: Pustaka Hidayah, 1995).

[9] Drs. H Kahar Masyhur, Ayat Al-Quran Mengenai Ilmu Pengetahuan Akhlak & Iman (PT. Kalam Mulia).

[10] Imam Al Ghazali, Penuntun Ibadah dan Akhlak Seorang Muslim (Pekalongan: CV. Bahagia Batang, 1992).

[11] Bobby Ahmad, The Power Of Akhlak Menjadi Kesayangan Allah (Jakarta: Qultum Media, 2007).

Mahasiswa FU

Mahasiswa FU adalah Mahasiswa yang menyumbangkan artikelnya untuk website Kajian Pemikiran Islam. Identitas personal terdapat pada bagian bawah artikel.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!