AGAMA-AGAMA DUNIA

“ALIYAH” SEBAGAI TRADISI KEMBALINYA YAHUDI KE TANAH ISRAEL

Kembalinya imigran Yahudi di Eropa dan Amerika disebabkan oleh banyak faktor. Sebagaimana pada artikel sebelumnya yakni PENYEBAB KEMBALINYA IMIGRAN YAHUDI KE ISRAEL, faktor ancaman terhadap komunitas Yahudi di Eropa dan Amerika menjadi faktor yang cukup dominan. Tetapi, faktor keinginan untuk kembali ke Israel yang dilandasi semangat kembali ke Tanah Tumpah Darah (home land) menjadi faktor yang sangat berpengaruh. Kesadaran untuk kembali ke tanah air yakni Israel dalam Dunia Yahudi dikenal sebagai “Aliyah”. Lalu, apakah Aliyah itu dan adakah hubungannya dengan eksodusnya imigran Yahudi ke Israel akhir-akhir ini?

Menurut International Christian Embassy Jerusalem, Aliyah secara bahasa memiliki arti naik. Secara istilah berarti kembali ke Israel sebagai Tanah Tumpah Darah. Dengan kata lain kembali dari pengasingan menuju Israel yang telah ditinggalkan sejak 2000 tahun yang lalu untuk membangun harapan hidup.

Menurut Chabad, tradisi Aliyah merujuk kepada nenek moyang Yahudi yakni Ya’kub yang membawa bangsa Yahudi dari Mesir ke Israel. Ditambah lagi dengan adanya doktrin dari Kitab Talmud bahwa tanah Israel lebih tinggi atau lebih baik dari tempat-tempat yang lain di dunia. United with Israel juga menambahkan bahwa Israel merupakan tempat yang dipercaya merupakan tanah yang dijanjikan Allah kepada Yahudi.

Di Abad Modern, gelombang Aliyah telah terjadi berulang kali. Menurut catatan Jewish Virtual Library, gelombang Aliyah telah terjadi sejak 1880-1939. Adapun durasinya sebagai berikut:

Gelombang Aliyah Pertama (1882-1903)
Gelombang Aliyah Kedua (1904-1914)
Gelombang Aliyah Ketiga (1919-1923)
Gelombang Aliyah Keempat (1924-1929)
Gelombang Aliyah Kelima (1929-1939)

Perlu diketahui juga, di era modern, Aliyah justru merupakan sebuah aktivitas yang didukung oleh lembaga donor. Menurut unitedwithisrael.org, Nefesh b’Nefesh, merupakan sebuah organisasi yang secara keuangan dan logistik melayani imigran Yahudi di Amerika Utara untuk ikut Aliyah dan sejak 2002 telah memberangkatkan 20.000 orang Yahudi dari USA dan Kanada. Sama halnya dengan International Christian Embassy Jerusalem (ICEJ) yang menurut International Christian Embassy Jerusalem merancang pendanaan untuk mendukung proses Aliyah.

Jadi eksodusnya imigran Yahudi dari Eropa dan Amerika menuju Israel sudah merupakan tradisi dan bahkan tradisi yang didukung oleh lembaga-lembaga pendanaan. Meskipun demikian, faktor-faktor lain penyebab eksodus tersebut tidak bisa diremehkan begitu saja.

Sumber gambar:bonimbyachad.com

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!