PERADABAN ISLAM

ASAL-USUL DINASTI FATHIMIYAH

Salah satu dinasti terpenting yang telah tercatat dalam lembaran sejarah dan peradaban Islam adalah Dinasti Fathimiyah. Dinasti ini memerintah lebih dari dua abad lamanya dan merupakan Dinasti yang beraliran Syi’i yang dalam tahun 909 Masehi serta telah menobatkan dirinya di Tunisia sebagai suatu tantangan yang dengan sengaja direncanakan terhadap Dinasti Abbasiah di Bagdad. Dinasti Fathimiyah muncul di celah-celah kemunduran politik Abbasiah tepatnya pada masa khalifahnya yang ke 18 yaitu Ja’far al-Muqtadir Billah.

Adapun mengenai asal-usul Dinasti ini, meskipun agak sulit menetapkan secara pasti siapa pendirinya yang sebenarnya dan sejauh mana hubungan khilafah ini dengan keturunan Fathimah puteri Rasulullah saw., namun yang jelas dinasti ini adalah sebuah Dinasti Syi’ah Ismailiah, dimana cara kelahirannya dihubungkan dengan gerakan-gerakan propaganda yang dilancarkan oleh Abu Abdullah ibn Husein al-Syi’i di Wilayah Maghribi dan beberapa orang propagandis lainnya seperti Abdullah ibn Maimun, al-Halawani dan Abu Sufyan.

Pada mulanya Abu Abdullah menyiarkan dakwahnya di Yaman kemudian ke Afrika Utara tempat bermukimnya al-Halawani dan Abu Sufyan. Ketika itu daerah ini dikuasai oleh Kerajaan Aghlabiah. Setelah Al-Halawani dan Abu Sufyan meninggal, Abu Abdullah mengajak Abu Ubaidullah al-Mahdi untuk bekerja sama dalam menjalankan misi mereka, dan ternyata misi mereka berhasil. Di celah-celah keberhasilan dakwah mereka itu Abu Ubaidullahpun meninggal, dan propaganda gerakan itu diteruskan oleh anaknya yaitu Ubaidullah al-Mahdi.

Ubaidullah al-Mahdi dipandang sebagai al-Imam di kalangan Syi’ah Ismailiah. Pada tahun 909 M, pecahlah pemberontakan menantang kekuasaan Dinasti Aghlabiah yang waktu itu dipimpin oleh Emirnya yang terakhir yaitu Abu Mudhar Ziadatullah, kemudian Ubaidullah yang dianggap sebagai gembong pemberontak meskipun sesekali dapat berhasil meloloskan diri, namun akhirnya dia dapat ditangkap juga dan dimasukkan ke dalam penjara. Akan tetapi Abu Abdullah al-Syi’i tidak berhasil dilumpuhkan kaum Aghlabiah, sehingga ia berhasil menyusun kekuatan dan seterusnya mampu mengungguli kaum Aghlabiah. Setelah memperoleh kemenangan, diapun segera ke penjara dan membebaskan Ubaidullah al-Mahdi, kemudian membai’atnya, dan setibanya di Qairawan, Ubaidullah al-Mahdi dibai’at pula oleh penduduk secara umum dan diberi pula gelar kepadanya dengan gelar al-Mahdi Amir al-Mukminin.

Dengan demikian resmilah berdirinya Khilafah Fathimiyah di Qairawan Tunisia dengan Ubaidullah al-Mahdi sebagai Khalifahnya yang pertama. Khilafah Fathimiyah di Qairawan ini untuk seterusnya sempat diperintah oleh empat orang khalifah yaitu Ubaidullah al-Mahdi sendiri (909-934 M), al-Qaim (934-946 M), al-Manshur (946-952 M) dan al-Muiz (952-975 M). Akan tetapi sekitar tiga tahun sebelum berakhir kekhalifahan al-Muiz, diapun pindah ke Mesir dan menjadikannya sebagai Ibu Kota Khilafah Fathimiyah. Bagaimana proses pembentukan Khilafah Fathimiyah di Mesir sekaligus kemajuan yang dicapai, di tambah dengan kemunduran dan kehancurannya, jangan lewatkan artikel-artikel berikutnya.

Zikwan Soleh

Dosen Sejarah dan Peradaban Islam pada IAIN STS Jambi

Related Posts

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!