BINA RUHANI

BAGAIMANA ANDA KELUAR DARI BUDAYA DIRI YANG TIDAK SEHAT

Satu kemungkinan yang tidak bisa dielakkan adalah terisinya semua ruang pikiran dengan hal-hal negatif sebagai kelanjutan dari tertimpanya diri oleh masalah. Tidak jarang suatu kejadian menimpa seseorang di mana segenap pikirannya telah terisi oleh kepenatan, kebingungan, putus asa dan kekesalan sehingga tidak jarang dia kemudian terjatuh ke dalam suatu kondisi Death Lock (kebuntuan). Kondisi di mana sebuah pemikiran telah terisi sepenuhnya oleh kepenatan, kebingungan, kekesalan akan mengakibatkan pupusnya kejernihan nurani seseorang.

Seseorang yang tidak segera menyadari kondisi seperti ini akan termasuk pada calon-calon orang yang akan mengalami kejatuhan dan keterpurukan. Bisa dibayangkan manakala kesadaran nurani telah meninggalkan seseorang, sementara yang tersisa dalam segenap ruang-ruang pemikirannya hanyalah hal-hal yang negatif. Berhati-hatilah Anda yang sedang mengalami kondisi seperti ini. Berhati-hatilah bagi Anda yang memiliki teman dekat seperti ini, karena perasaan, sifat dan sikapnya akan sukar terdeteksi dan akan melakukan hal-hal yang tak terduga.

Pernahkah Anda melihat seseorang yang sama sekali tidak bisa disentuh, diarahkan ataupun bahkan tidak mau diganggu sama sekali. Jika ada seseorang yang tidak mau ditemui atau diganggu karena sedang sibuk atau sebatas ingin menenangkan diri, maka hal itu masih wajar dan dapat dimaklumi. Namun jika ada seseorang yang hari-harinya dipenuhi oleh kekesalan, kebencian dan dendam hingga orang-orang dekatnya merasa kesulitan untuk berkomunikasi secara baik-baik dengannya, maka ini. Ketika Anda menyapanya ternyata respon darinya tidak lebih dari kemarahan, kebencian hingga Andapun tidak jarang terkena imbas dari kemarahannya, maka itulah kiranya seseorang yang telah tepenuhi ruang-ruang pikirannya dengan hal-hal yang berbau negatif.

Anda barangkali pernah menemukan seseorang yang tidak Anda mengerti karena perubahan sifat dan sikapnya yang berubah secara drastis. Sebulan yang lalu, teman dekat Anda masih mampu berkomunikasi dan bermain dengan normal. Namun saat ini tanpa Anda sadari dia berubah seratus persen. Sepertinya Anda tidak tahu kiranya penyebab semua itu. Anda hanya tahu bahwa Anda telah melakukan kesalahan padanya. Akan tetapi entah mengapa, kesalahan Anda yang Anda anggap sepele itu ternyata amat besar pengaruhnya bagi teman Anda sehingga dia begitu kesal, marah dan benci pada Anda. Hari-hari yang dahulunya menggembirakan karena Anda merasa memiliki teman setia yang dapat membantu kesulitan dan menampung curahan hati Anda, ternyata kini berubah menjadi hari yang kelabu. Demikian juga, dahulunya antara Anda dengan dia seolah tiada batas-batas formal dalam arti bebas bercanda, sindir-sindiran dan sebagainya, kini semuanya hilang.

Kini Anda seolah memiliki teman yang bukan lagi teman, akan tetapi dia seperti orang yang Anda segani dan Andapun tidak lagi mampu memulai canda dan sindir-sindiran seperti dahulu. Anda pasti akan berpikir seribu kali atau bahkan mengurungkan niat untuk bisa berbagi curahan hati atau bertukar pikiran dengannya.

Hindarilah kejatuhan dan keterpurukan diri dengan mengendalikan diri untuk menolak segenap pikiran buruk yang akan memasuki pikiran Anda. Tidak ada orang yang bisa terlepas dari masalah, itulah barangkali kata kunci yang penting dalam upaya kita mengarungi kehidupan kita bersama buku ini. Oleh karenanya, satu petunjuk awal adalah jangan pernah berpikir bahwa kita akan benar-benar terlepas sama sekali dari masalah, hingga hanya enak makan, tidur dan buang ampas. Pikiran dan angan-angan seperti ini sebenarnya justru memuat dan memancing berkumpulnya permasalahan-permasalahan sehingga hidup akan terasa dipenuhi dan disulitkan oleh permasalahan. Yang terbaik adalah pandanglah hidup ini sebagai latihan kita untuk menghadapi masalah. Angankanlah bahwa setiap detik kita akan menemui masalah dan kita akan mencoba menghadapinya dan syukur-syukur bisa menyelesaikannya dengan baik.

Wallāhu A‘lam

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

  1. arif
    bagaimana menanggulangi kebutuhan hidup yang semakin berkembang diruang linghkup manusia, agar tidak terjadinya kebingungan dalam menentukan kebutuhan sosial maupun kebutuhan individu, agar tidak terjadinya kesesatan dalam tanggung jawab diri sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!