BIOGRAFI TOKOH

BIOGRAFI SINGKAT AL-RAZI

Tokoh yang satu ini dikenal sebagai seorang filosof yang dermawan, pekerja keras, dan menyukai ilmu-ilmu pengobatan sehingga ia lebih sering disebut sebagai dokter dan ahli kimia. Nama panggilannya adalah al-Razi dan di Barat dikenal sebagai Razhes, meski nama sebenarnya adalah Abu Bakr Muhammad ibn Zakariya ibn Yahya al¬-Razi. Dia dilahirkan di Kota Rayy Iran pada awal Bulan Sya’ban pada 251 H atau 865 M. Di masa mudanya dia sudah menunjukkan potensi dan keuletannya. Dia merupakan seorang pembuat perhiasan, jasa penukaran uang, dan pemain alat musik kecapi. Di usianya yang menginjak 40-an, Dia mulai menekuni pengetahuan tentang Kimia dan obat-obatan. Dia belajar ilmu terkait kedokteran kepada Ali ibn Rabban al-Thabari dan belajar filsafat kepada Al-Balkhi.

Penguasaan al-Razi pada ilmu kedokteran, di Kota Rayy Dia dikenal sebagai Dokter sehingga pada usia 37 tahun Dia sudah diserahi tugas untuk memimpin Rumah Sakit oleh Gubernur Rayy yakni Mansyur ibn Ishaq. Sembari mengelola Rumah Sakit, al-Razi menulis buku yang kemudian terkenal sebagai al-Tibb al-Mansuri. Mungkin karena keberhasilannya dalam memimpin Rumah Sakit di Rayy Iran, maka Khalifah Muktafi di Irak meminta al-Razi datang ke Irak untuk memimpin Rumah Sakit di sana. Konon ketika akan menentukan lokasi pembangunan Rumah Sakit di Irak, al-Razi meletakkan beberapa potongan daging di berbagai tempat dan kemudian memilih lokasi pada daging yang kurang pembusukannya.

Al-Razi juga dikenal karena kedermawanannya. Ia pemurah dan sayang kepada para pasiennya. Dia sering memberikan pengobatan secara gratis kepada pasien-pasien yang tidak mampu. Kapasitas keilmuan al-Razi tidak saja diakui di Dunia Timur akan tetapi juga di Dunia Barat. Philip K. Hitti menyebut al-Razi sebagai seorang Dokter ternama dan paling orisinil dari seluruh dokter Muslim serta penulis yang paling produktif. Tidak kurang 200 judul buku telah ditulisnya dalam berbagai disiplin keilmuan seperti Filsafat, Kimia, Kedokteran, dan Musik.

Al-Razi menghabiskan sisa usianya di Rayy Iran dan meninggal dunia pada 5 Sya’ban 313 H atau (27 Oktober 925 M). Dia menderita sakit mata yakni katarak. Al-Razi sendiri menolak untuk diobati karena alasan yang sangat sufistis. Dia merasa sudah banyak melihat Dunia dan kali ini Dia tidak ingin melihatnya lagi.

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!