BIOGRAFI TOKOH

BIOGRAFI SINGKAT ZIYA GOKALP

Jika kita melirik secara khusus kepada sejarah pergolakan kemerdekaan atau semangat nasionalisme di dunia Islam, hampir dapat kita pastikan bahwa sorotan kita akan juga tertuju pada Negara Turki. Sebagaimana pada artikel sebelumnya; Baca: SEJARAH PEMBAHARUAN ISLAM DI TURKI Di negeri inilah muncul banyak tokoh pemikir Islam yang memiliki segudang konsep tentang semangat nasionalisme. Salah satu tokoh tersebut adalah Ziya Gokalp.

Dalam tulisan ini, kita coba menyoroti pemikiran-pemikiran Ziya Gokalp dan kekhawatirannya terhadap negaranya. Ziya Gokalp dilahirkan di Diyarbekir, pada tahun pertama pemerintahan Sultan Abdul Hamid, Gokalp tumbuh di wilayah campuran antara Turki dan Kurdistan, la berbicara dengan dua bahasa ibuanya tersebut, namun la lebih suka  mengindentikkan dirinya sebagai orang Turki, hal ini juga yang akhirnya cukup mempengaruhi ­minatnya terhadap masalah rasial dan kebudayaan nasional Turki.

Dari aspek pendidikan, di masa mudanya Gokalp menerima pendidikan agama dari tempat kelahirannya dan juiga pendidikan sekuler. Gokalp bergabung dan menjadi terkenal bersama sejumlah filosof yang diasingkan dari Istanbul oleh Sultan ketika itu. Beliau juga termasuk salah seorang pendiri dari CUP (Party of Union and Progress) di sekolah medis angkatan bersenjata Istanbul. Di sinilah beliau kenal dengan Abdullah Cevdet, orang yang sangat berperan membangkitkan minatnya terhadap konsep-kondsep sosiolog-sosiolog Perancis masa itu.

Setelah la kembali ke Istanbul untuk melanjutkan studinya (1896) Gokalp terlibat dalam gerakan Turki Muda, sebuah gerakan politik dan kemudian la dipenjara selama satu tahun, dan kondisi inilah yang memaksa Gokalp gagal melanjutkan studinya yang sebenarnya belum dimulai. Tak lama setelah Gokalp dibebaskan, orang tuanya meninggal dunia. Selaku seorang pegawai rendahan, ayahnya meninggalkan sejumlah dana pensiun utnuk Gokalp. Selain itu, didukung dengan sejumlah kekayaan isterinya menyebabkan ia mampu untuk mencurahkan waktunya guna mempelajari fillsafat, psikologi, sosiologi, dan la sempat menghilang dari publikasi beberapa lama agar tidak menarik perhatian dan kebijaksanaan politik Sultan.

Setelah Sultan Abdul Hamid mangkat Gokalp mulai mengajar di wilayah cabang CUP, dimana beliau merupakan salah seorang pendirinya ketika itu, mengedit sejumlah koran lokal, menerbitkan karya-karyanya dan membangun reputasi sebagai seorang pemikir yang handal. Gokalp mulai mencuat reputasi nasionalnya setelah pada 1909 ia mewakili Diyarbekir pada kongres CUP di Salonica. Tulisan-tulisan dan pidatonya mempengaruhi para ketua CUP ketika itu, sehingga la dipilih sebagai anggota kehormatan, sampai akhirnya gerakan tersebut dibubarkan pada 1918.

Gokalp tinggal di Salonica dan mulai mengajar di CUP, ia men jadi guru sosiologi pertama di kerajaan Turki. la juga menjadi direktur pada Departemen Pemuda partal tersebut. Dalam waktu singkat la menjadi filosof CUP yang berpengaruh, menjadi penulis yang handal dan memberikan kuliah guna menyebarkan berbagai ideologi yang diformulasikannya di masa-masa studinya. la dengan hati-hati menolak aktif dalam kehidupan poliiik, sementara ia mempersiapkan aktivitas filosofis dan edukatif bagi pemerintah. la menetap di Istanbul hanya setelah pusat CUP dipindahkan kesana sehabis perang Balkan. Pada saat itu ia dengan antusias terlibat kegiatan CUP membidangi lahirnya nasionalisme Turki. Gokalp kemudian menjadi profesor sosiologi pertama pada Universitas Istanbul, disamping itu la aktif di organisasi Turkish Hearth ( Turk Ocagi), mendukung Yusuf Akcura dalam menerbitkan Turk Yurdu (The Turkish Homeland). la mendorong CUP untuk mensponsori lebih banyak kegiatan refolinasi pendidikan. Diantara pengikutnya kala itu antara lain: pakar sejarah Fuat Koprulu, novelis Halide Edip, penyair Yahya Kernal, penulis Omer Seyfeddin, Jurnalis ahmet Ernin dan Falih Rifki Atay, kegiatannya terus berlanjut sehingga ia terkenal dan mempengaruhi berdirinya Republik Turki.

Pada masa akhir hayatnya la kembali ke Diyarbekir guna mensponsori kebangkitan nasional Turki dengan memproduksi berbagai karya ilmiah serta tulisan-tulisan yang banyak berbicara tentang nasionalisme, antara lain karya tersebut Kucuk Mecmua (small journal). Gokalp meninggal dunia pada 25 Oktober 1924.

Pemikiran-pemikiran Golkap memang cemerlang dimasanya dan ia dianggap sebagai arsitek perumus nasionalisme Turki modern yang paling berpengaruh. Oleh beberapa penulis Gokalp dianggap mengilhami kebijaksanaan sekularisme Mustafa Kemal. Bahkan penulis Maryarn Jameelah berpendapat bahwa Gokalp adalah “bapak” ideologis Mustafa Kemal Singkat kata Gokalp dengan ide-idenya telah menggerakkan terciptanya sebuah masyarakat baru yang berakar dari masa lalu dan percaya diri menghadapi masa depan. Optimisme dan pendekatan konstruktifnya ini bagaikan cahaya (ziya) bagi masa depan Turki. Simak terus artikel berikutnya.

 

Abdul Halim

Dosen Ilmu Hadis pada IAIN STS Jambi dan Mahasiswa Program Doktor pada UIN Raden Fatah Palembang

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!