GAGASAN PENULIS TEOLOGI

CARA MENYIKAPI DAN MEMPERLAKUKAN AL-QUR’AN

[toc title=”Pembahasan dalam Artikel ini Meliputi:” title_tag=”strong” list=”ol” depth=”1″]

Pengantar

“Jadikan al-Qur’an yang berbicara kepada Kita, ikutilah alur kebaikan di dalam al-Qur’an. Jangan menjadikan al-Qur’an sebagai pembenar bagi nafsu kita yang gemar mengumbar permusuhan dan kekerasan.”

Setahu saya, seluruh Kitab Suci agama mengajarkan kebaikan dan menganjurkan kesalehan pemeluknya sebagai pembaca. Namun, fenomena di lapangan sering terasa janggal ketika para pemeluk agama dengan dalih mendasarkan diri pada Kitab Suci justru bertindak keluar dari ajaran Kitab Suci. Mungkinkah masuk akal jika ada seseorang atau kelompok agama melakukan tindakan kekerasan dan menyakiti orang lain dengan klaim melaksanakan Kitab Suci? Bisa saja seseorang mengaku memiliki pemahaman sesuai al-Qur’an meski jelas-jelas dia melakukan kekerasan dan kebencian terhadap sesama. Dia telah menjadikan al-Qur’an sebagai pembenar bagi nafsunya yang gemar bermusuhan. Hal ini tentu merupakan sebuah anomali yang sangat nyata. Artikel ini merupakan pemikiran kecil untuk membahas bagaimana sebaiknya Kita menyikapi atau memperlakukan al-Qur’an atau Kitab Suci Kita?

Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa banyak orang gagal membawa dan menyampaikan pesan-pesan Kitab Suci. Dalam konteks penyikapan manusia terhadap Kitab Sucinya, setidaknya terdapat beberapa karakter. Karakter pemelihara, karakter penguasa, karakter oportunis, dan karakter pendengar setia.

Karakter Pemelihara

Karakter ini dapat kita temukan dalam fenomena bagaimana para mufassir, intepretator Kitab Suci terus mencoba menafsirkan Kitab Suci. Dalam hal ini, Islam dapat disebut sebagai agama yang paling dinamis di dalam melahirkan penafsir-penafsir al-Qur’an. Keberadaan penafsir ini dirasa penting bagi kelangsungan implementasi ajaran Tuhan di tengah-tengah manusia. Tanpa keberadaan mufassir, dapat dipastikan keberadaan al-Qur’an bisa terlupakan. Tentu saja mufassir di sini bersifat umum, dalam arti proses penafsiran al-Qur’an dalam berbagai aspeknya. Karena al-Qur’an mengandung berbagai dimensi; akidah, ibadah, muamalah, budaya, dan sebagainya, maka setiap upaya memahami al-Qur’an untuk kebutuhan memperoleh hujjah atas persoalan-persoalan di atas dapat disebut proses tafsir. Oleh karena itu, para mufassir diharapkan dapat menghasilkan tafsiran-tafsiran yang segar, yang dengan tafsiran-tafsirannya dapat membawa manusia kontemporer kembali kepada al-Qur’an atau Kitab Suci sebagai ajaran Tuhan.

Karakter Penguasa

Karakter penguasa teks dapat digambarkan sebagai pemeluk agama, baik individu maupun kelompok yang merasa memiliki penafsiran paling benar. Karakter penguasa sering gegabah memahami al-Qur’an, serampangan, sangat longgar atas ketentuan penafsiran, dan semangat yang menggebu-gebu untuk mengklaim paling benar dan tidak jarang mengadili orang lain dengan jenis pemahamannya. Karakter penguasa ini sangat mungkin lahir karena proses pemahaman dan penafsiran dilakukan secara parsial atau sepotong-potong. Karakter pemeluk agama seperti ini belum sepenuhnya mendengarkan al-Qur’an secara runtut dan sempurna, melainkan gegabah dan mudah menyebarkan pemahaman parsialnya. Sekiranya pemeluk agama seperti ini bersabar dan bersedia membaca dan membiarkan al-Qur’an berbicara sepenuhnya terhadapnya, kebijaksanaan dan kearifan yang akan memasuki relung hatinya, dan dia akan menjadi pemeluk agama yang diharapkan Tuhan.

Karakter Oportunis

Karakter ini merupakan karakter terburuk dari pemeluk agama dalam menyikapi atau membawa Kitabnya. Pemeluk agama dalam kategori ini sebenarnya tidak pernah berniat untuk memahami apalagi menafsirkan al-Qur’an atau Kitab Suci. Kemunculan mereka dengan membawa ayat-ayat al-Qur’an atau Kitab Suci karena adanya kepentingan pribadi dan hawa nafsu. Jika Kita melihat orang membawa ayat-ayat al-Qur’an untuk membenarkan kepentingannya, memuluskan rencananya, dipenuhi nuansa pribadi dan duniawi, inilah bentuk karakter oportunis. Kesombongan, kerakusan, keangkuhan seseorang tidak jarang dibungkus dengan kata-kata manis sambil sesekali mengutip ayat-ayat dalam Kitab Suci hingga sering membuat para pendengarnya terlena.

Karakter Pendengar Setia

Pemeluk agama dalam karakter ini begitu setia membaca dan berupaya dengan keihklasan untuk memahami al-Qur’an. Mereka menjadikan dirinya sebagai pendengar al-Qur’an. Mereka menjadikan al-Qur’an sebagai pembicara yang setiap saatnya berbicara padanya, mengingatkan dirinya, dan menunjuki dirinya. Pemeluk agama dalam karakter ini jauh dari sifat penguasa teks dan oportunis, tidak gegabah dalam menentukan makna al-Qur’an dan sebaliknya senantiasa mendiskusikan pemahaman pribadinya dengan orang lain yang lebih memiliki pemahaman lebih baik. Orang seperti ini yang berpeluang besar memperoleh rahmat dari al-Qur’an.

Karakter manakah yang lebih sesuai dengan pribadi keagamaan Anda? Semoga al-Qur’an atau Kitab Suci senantiasa menyinari hati dan pikiran kita, karena cahaya al-Qur’an sangat diharapkan untuk menyinari kegelapan kehidupan saat ini.

Wallāhu A‘lam

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

  1. Agus miyanto says:

    Ada baik ada buruk, ada langit ada bumi, ada yg melenceng tentu ada yg berjalan dijalan yg benar, itu semua sudah kodrat dari yang maha mengecat cabai
    Sulit saya rasa untuk menghilangkan karakter yang tidak sesuai tuntutan rasulnya allah dan firman tuhan, salah satunya dalam memperlakukan pedoman umat islam.
    Sebenarnya kami sendiri suka dengan salah satu majelis penafsiran alquran, “MTA”.
    Ya MTA, sebuah majelis tafsir alquran salah satu yang ternama d indonesia.
    Sebaik-baiknya dan seburuk-buruknya mereka menafsirkan masih selalu ada tim oposisi yang menyakal, itu pertanda konsumen juga pandai memilih memilah.
    Kemudian bagaimana kita sebagai konsumen untuk mampu memilih memilah penafsiran alquran yang sesungguhnya tidak terjerumus kepada hal yang akhirnya merugikan kami di akhirat nanti ?. Karna sesungguhnya apa yang kami dapat kan juga akan disebar luaskan kepada meraka yang haus akan siraman rohan.
    Lalu pribadi kami sendiri lebih suka kepada karakter yang sedikit membaca dan memahami kemudian diamalkan. Sebenarnya sungguh berat untuk mengkaji sedemikian banyak yang terkandung didalam alquran lalu mengamalkan nya.
    Pernah saya mendengar begini, “percuma banyak membaca, menghafalkan alquran tetapi tidak d amalkan”

    • Komentar yang super sdr agus. Untuk menjadi Muslim sejati memang diharapkan dapat mempelajari, membaca, dan berusaha memahami al-Qur’an. Jika hal itu tidak dilakukan, hasilnya adalah Muslim “Ikut-ikutan”. Tetapi jika memang tidak mampu, semisal tidak ada waktu atau karena keterbatasan wawasan, maka mereka biasanya boleh “bertaklid” atas sebuah pemahaman atau beberapa pemahaman tertentu. Dan saya tidak terlalu bisa menilai banyak bagaimana nurani orang bertaklid. Kalaupun bertaklid, gunakanlah akal dan nurani sembari bertanya “Apakah yang saya ikuti ini masuk akal dan sesuai nurani atau tidak”? Contoh misalnya, jika ke hadapan Kita disajikan tafsiran al-Qur’an yang isinya provokasi untuk memusuhi dan membenci orang, maka pasti akal dan nurani Kita akan menolaknya.

  2. mohammad bisrul Qofi says:

    cara menyikapinya: dengan cara yang pertama dengan tidak ada keraguan, karena alQuran adalah pedoman hidup manusia, dan ucapan alQuran tidak pernah keluar dari pernyataan apa yang sudah tertulis didalamnya.

  3. mohammad bisrul Qofi says:

    menurut saya selain alQuran menjadi pedoman seluruh umat manusia,alQuran juga dapat menerangi pikiran bagi pembacanya(umat islam), karena didalamnya penuh dengan ilmu ilmu dan segala gala isi dan sampai Kejadian seluruh alam pun diceritakan sampai segala pengobatan , tetapi yang sangat disayangkan sekali umat manusia sendiri hanya bisa sekedar membacanya tetapi tidak mengetahui makna atau isi dari alQuran itu sendiri.

  4. Alqu an adalah pedoman bagi seluruh jagad raya ini,akan tetapi dia sendirilah yang membawa ajaran yang tidak sejalan dengan alqur an. Alqur an itu adalah sesuatu yang membawa kita untuk mengatahui sesuatu yang kita tidak tahu dengan adanya kita membaca,mengartikannya dan mengamalkannya dengan tekun itu akan membawa kita ke jalan yang benar. Allah itu cinta kepada hambanya yang menjalankan perintahnya akan tetapi kita sebagai manusia itu wajib menuruti perintah allah. Di dalam dunia pana ini banyak sekali tingkah laku manusia.contohnya ada seseorang yang mengaku islam tapi dia tidak menjalani perintah di dalam alqur an. apakah dia itu termasuk orang asli orang islam atau cuma berbohong.dan juga seperti orang non islam tetapi dia menekuni ayat suci alqur an dan mangamalkan alqur an, apakah itu orang termasuk islam atau tidak.

  5. arif sulaiman says:

    by.arif
    kebanyakan orang tidak mendalami al quran secara menyeluruh,kebanyakan orang hanya menafeirkan secara pengaetahuan yang terbatas, sehingga membuat orang tersebut menjadi fanatik dan melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain, padahal syarat untuk menafsirkan al qur an itu harus berakal, balig, menafsirkan alquran dengan alquran, menafsirkan alquran dengan sahabat ,tabi’in serta ulama, agar tidak menjadikan salah pemahaman kita tentang makna al quran tersebut.

  6. mardian saputra says:

    Terkadang kita sendiri sebagai orng yang beragama islam saja, sangat banyak tidak tau bagaimna caranya menghormati islam sebagaimana meskinya yg d ajukan oleh nabi kita muhammad saw, jika kita lihat dari sisi yg lebih kicil saja, sangat mudah sekali untuk menghormati al-qur’an itu sendri. Cukup dengan mendengarkan, memperjatikan, orng yg sedang membacanya saja itu sudah termasuk bagian dari bagian cara kita untuk menghirmati al qur’an.

    • By:seriani
      Alquran adalah sumber ajaran islam,alquran sebagai petunjuk jalan dalam hidup kita.kebanyakan orang cuma membacanya tetapi tidak mau mengamalkan apa yang telah di anjurkan di dalam alquran.sebagai umat islam jangan hanya membacanya saja tetapi kita juga mengamalkan apa yang telah di tetapkan di dalam alquran,agar kita tidak sia-sia dalam membacanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!