ORIENTALISME

CHRISTIAAN SNOUCK HURGRONJE

[toc title=”Pembahasan dalam Artikel ini antara lain:” title_tag=”strong” list=”ol” depth=”1″]

Biografi Singkat

Christiaan Snouck Hurgronje lahir di Desa Oosterhout Propinsi Brabant, Belanda Selatan pada 8 Pebruari 1857 dan meninggal pada 26 Juni 1936 di Leiden Belanda.

Seorang yang Cerdas

Meskipun ada sebagian kecil pendapat yang menyatakan bahwa Christiaan Snouck Hurgronje merupakan seorang pemeluk agama Islam, namun amat disayangkan ketika Snouck Hurgronje memainkan peran ganda yakni sebagai akademisi di satu sisi dan ‘politisi’ suruhan di sisi lain, sehingga menjadi simbol kelam perpaduan antara kepentingan akademisi dan politik. Dalam konteks ke-Indonesiaan, Snouck Hurgronje muncul dalam masa yang kelam ketika kolonialisme Belanda menguasai wilayah Indonesia. Snouck Hurgronje yang akademisi merupakan seorang Doktor di Universitas Leiden pada 1880 dengan disertasi berjudul Het Mekkaansche Feest atau Pesta Mekah. Kemahirannya dalam menguasai bahasa Arab memudahkannya untuk berinteraksi dengan kebudayaan Arab sehingga cukup mengejutkan ketika dia dapat memasuki Mekkah pada 1885. Pemerintah Belanda melihat keahlian Snouck Hurgronje sebagai investasi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penjajahan khususnya di Indonesia yang mayoritas Islam. Tidak heran jika pemerintah Belanda memberinya tugas sebagai penasehat Belanda dalam urusan adat dan agama dalam waktu yang cukup lama yakni sejak 1889 hingga 1905.

Keikutsertaan dalam Dunia Politik

Tugas utama yang diemban oleh Snouck Hurgronje adalah diseminasi atau penyebaran gagasan pemisahan agama dan politik dan mencegah sebisa mungkin atau melawan manifestasi Islam dalam ranah politik. Snouck Hurgronje menetang taktik pemerintah kolonial yang menggunakan taktik teror militer dan menyarankan agar pemerintah kolonial lebih cenderung menggunakan taktik spionase atau mata-mata yang dilakukan secara sistematis dan sebisa mungkin memperoleh dukungan para aristokrat atau bangsawan. Maka tidak mengherankan manakala dalam ranah ini, identifikasi terhadap kelompok Muslim yang dianggap radikal gencar dilakukan di mana terhadap kelompok seperti itulah kekuatan militer harus dilancarkan. Kebiasaan pemerintahan kolonial yang keras terhadap kelompok yang dianggap radikal sempat diadopsi oleh pemerintahan Orde Baru yang bersikap represif terhadap person maupun kelompok yang dianggap menentang terhadap kebijakan pemerintah sehingga tidak jarang terjadi penculikan hingga penghilangan nyawa, sementara visi militer lebih cenderung mengarah kepada internal yang tak terelakkan banyak menimbulkan korban rakyat sendiri.

Perpaduan Intelektual dan Politik

Menurut saya, fenomena Snouck Hurgronje dapat disebut sebagai fenomena “pertemuan kepentingan antara intelektualisme dan imperialisme” walau kita tidak tahu apakah pada saat itu Snouck Hurgronje memiliki motivasi rendahan karena kesediaannya untuk mengabdi kepada kepentingan imperialisme Belanda di Indonesia. Tidak mengherankan jika fenomena Snouck Hurgronje kemudian memunculkan wacana tentang motivasi politik dari orientalisme. Snouck Hurgronje merupakan simbol di mana kajian-kajian orientalisme memang ditujukan untuk kepentingan kolonialisme. Contoh nyata ketika Snouck Hurgronje membuat laporan melakukan observasi ke Aceh dengan maksud untuk mengetahui situasi dan kondisi Aceh yang berkepanjangan. Dengan mengganti namanya menjadi ‘Haji Abdul Ghaffar’ ditambah lagi kemampuan bahasa Arab yang baik membuat Snouck Hurgronje mudah melakukan observasi sekaligus interaksi dengan tokoh-tokoh agama di Aceh. Hasil observasi Snouck Hurgronje berupa laporan berjudul Report on The Religious-Political Situation in Aceh diserahkannya kepada atasannya yaitu Kolonel Van Heutsz.

Kritik untuk Snouck Hurgronje

Van Koningsveld menyebutkan bahwa pekerjaan studi ketimuran, misionarisasi, dan imperialisme telah membentuk inspirasi Snouck Hurgronje. Van Koningsveld juga menyebutkan bahwa keislaman Snouck Hurgronje tidak lebih dari sekedar kedok sebagai bagian dari penyamarannya, atau tidak lebih dari sebuah kemunafikan. Koningsveld menambahkan bahwa Snouck Hurgronje tetap menjalin hubungan dengan para Teolog Kristen sehingga hal itu menjadi fakta bahwa Snouck Hurgronje memang seorang Kristiani. Sementara J.J. Witkam berpendapat bahwa kemusliman Snouck Hurgronje dibutuhkan ketika dia hendak pergi ke Mekkah.

Kembali ke penilaian saya di awal, sangat disayangkan ketika Snouck Hurgronje tidak komitmen terhadap kapasitasnya sebagai seorang ilmuan, artinya disamping seorang ilmuan dan peneliti dia juga bermain politik. Terkait dengan hal ini, memang telah ada pengamat yang menyampaikan penilaian seperti itu. Marijnis mengungkapkan bahwa Snouck Hurgronje merupakan seorang sarjana dan pejabat yang memiliki reputasi besar dan mungkin merupakan Guru Besar Studi Keislaman pada masanya. Tetapi kesan ini menjadi rusak ketika ada penemuan Van Koningsveld tentang perilaku licik Snouck Hurgronje di mana Snouck Hurgronje seolah bekerja di bawah kedok ilmiah akan tetapi dalam kenyataannya merupakan arsitek di balik kebijakan Aceh.

Penutup

Yah, itulah Snouck Hurgronje, punya kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya, dia orangnya jenius dan cerdas sehingga produktif di dalam menulis dan meneliti. Para pemuja Snouck Hurgronje juga memuji prestasi dan kiprah Snouck Hurgronje dalam konteks keilmuannya. Tetapi Snouck Hurgronje juga memiliki kelemahan, dan tentu saja kelemahan ini banyak dibeberkan oleh para pengkritiknya. Menariknya, koleksi karya dan perpustakaan Snouck Hurgronje telah disumbangkan kepada Pemerintah Belanda untuk diberikan kepada Perpustakaan Universitas Leiden beberapa hari setelah kematiannya.

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

  1. Muhammad Nur says:

    Mengapa Snouck Hurgronje menentang taktik pemerintah kolonial yang menggunakan taktik teror militer dan menyarankan agar pemerintah koloniallebih cenderung menggunakan taktik spionase??

    • Snouck menilai bahwa taktik militer hanya akan memperparah kondisi Aceh dan bisa menggagalkan misi penjajahan Belanda. Tetapi dengan cara dia-diam, menyelami masyarakat, taktik intelijen, semua ini akan lebih memudahkan Belanda untuk penguasaan sepenuhnya atas Aceh

  2. Mitrianto says:

    mengapa didalam artikel disebutkan bahwa snouck itu dikatakan berselingkuh terhadap intelektual dan politik, apa yang menyyebabkan itu terjadi ? kemudian apa landasan utama snouck melakukan penelitian islam diindonesia terutama di aceh, kenapa tidak di kota-kota lain ?

    • Seharusnya Snouck lebih mengetahui bahwa hasil riset yang diserahkan kepada pemerintah kolonial Belanda dapat digunakan untuk tujuan yang justru bertentangan dengan naluri Snouck sebagai seorang ilmuan. But, ketika Snouck tidak mempedulikan itu, berarti dia telah meninggalkan komitmennya pada sebuah konsistensi sebagai seorang ilmuan.

  3. ahmad syahrofi says:

    apa yang melatar belakangi Snockh mau melakukan pengabdian kepada kepentingan Imperialisme Belanda? sedangkan dia sebagai panasehat Belanda dalam urusan adat dan agama.

    • Snouck menilai dari satu sisi saja, yakni nilai akademisi, berupa penelitian. Memang sih, seharusnya dia tahu juga akan digunakan untuk apa hasil risetnya tersebut,

  4. Lili Yudeliani says:

    apa alasan yang di gunakan atau apa yang melatar belakangi snockh mau mengikuti perintah pihak belanda untuk menjajah negara Indonesia yang mayoritas nya pemeluk agama islam, dan apa keuntungan bagi snockh atas tugas yang diembannya tersebut?

    • Snouck bukan penjajah, dia sebenarnya ilmuan yang mau bermain politik, terlepas apakah dia buta politik sehingga dia tidak sadar kalau dia dimanfaatkan belaka oleh pemerintah kolonial Belanda. Snouck mau menjalankan tugas karena tugas itu bernilai ilmiah yakni sebuah riset.

  5. eli guspiya says:

    dari artikel di atas di sebutkan bahwa snockh pernah memeluk agama islam, sebelum ia melakukan penelitian di kota mekah, sehingga berujung di pesisir idonesia aceh.
    apakah dengan menggunakan label islam tersebut snockh mencoba mencoba menghancurkan dunia timur dengan memanfaatkan kepintaran dan kecerdasaan nya terebut.
    ataukah sebalik nya snockh memeng tertarik terhadap islam.

    • Snouck tidak memiliki keinginan untuk hal-hal yang bersifat destruktif. Kesalahannya hanya persetujuannya untuk dijadikan penasehat Belanda di Indonesia kala itu. Tapi kemudian dia pergi meninggalkan Indonesia karena pemerintah kolonial tidak menjalankan saran-sarannya. Belum ditemukan penjelasan bahwa Snouck merupakan Muslim yang taat,

  6. apa faktor yang mempengaruhi terjadinya penomena perpaduan kepentingan antara intelektualisme dan imperialisme dalam politik?

  7. setelah saya membaca artikel diatas dapat disimpulkan bahwa snouck menjadi penasehat belanada dalam menjajah indonesia hanyalah membawa dampak negatif bagi indonesia, tetapi adakah dampak positif dengan dijadikan snouck sebagai penesehat colonial belanda dalam menjajah indonesia…?

  8. yevit marda yetty says:

    mengapa pemerintah belanda menugaskan snouck untuk memisahkan antara agama dan politik? apa faktor kedua aspek tersebut harus dipisahkan?

    • supaya Muslim tidak posisi yang kuat dalam panggung politik, karena hal itu dirasa dapat mengancam kepentingan imperialisme Belanda,

  9. dari pemaparan diatas dikatakan bahwa, snouck memeluk agama islam hanya untuk sebagai kedok atau saat dia ingin pergi kemekah, jadi apa agama snouck yang sebenarnya?, lalu apakah yang menyebabkan hal itu terjadi? karna kita ketahui snouck adalah seorang ilmuan yang diakui semua orang, apakah snouck melakukan itu karna dapat imbalan atau paksaan? dan bagai man ilmu-ilmu yang ditemukan snouck apakah masih diaplikasikan dalam kehidupan sekarang? sebab melihat latar belakang snouck tidak mencerminkan seorang ilmuan…

  10. cici indah baharti says:

    apa motif snouck melakukan penghianatan terhadap belanda dan juga agama, dan apa dampaknya bagi perkembangan islam dunia?.

  11. wiwit fitriyanti says:

    apakah snock berperan penting terhadap masalah yang terjadi antara dunia timur dan barat sampai saat ini.?

    • Ya, karena konstruk kajian Islam oleh orientalisme klasik oleh snouck dkk, masih sangat mempengaruhi pemikiran pengkaji Islam di Barat saat ini

  12. zuhir almuntasi says:

    apakah yang membuat tokoh snouck diragukan bahwa ia memang benar beragama islam? dan bagaimanakah agar orang seperti snouck ini tidak menipu umat islam pada maasa sekarang

  13. darul ilmi says:

    assalamualaikum wr,wb
    di poin kritikan untuk snock diatas,koningsveld menyebutkan pekerjaan studi ketimuran.misinarisasi dan imperialisme telah menbentuk insvirasi snock..insvirasi disini yang bagaimana dan yang bagian mananya maksud bapak..terimakasih
    wassalam

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!