GAGASAN PENULIS

ENERGI POSITIF DAN KONSTRUKTIF AGAMA

Sebagaimana pada artikel sebelumnya – baca: Rasa Kepemilikan dan Pembelaan atas Agama – pelaksanaan atas ajaran agama pasti akan menanmkan rasa kepemilikan terhadap agama. Jadi, rasa kepemilikan yang sering berwujud pembelaan atas agama atau apa yang diyakini pemeluk agama adalah wajar adanya. Tetapi saya rasa kita semua sepakat bahwa ekspresi kepemilikan dan pembelaan agama harus melahirkan sikap keberagamaan yang arif dan bijaksana, dan itulah sikap keberagamaan menakjubkan yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah Muhammad saw.

Agama itu energi dan atmosfir pancaran Ilahiah yang akan selalu terlihat dan terasa kehadirannya di tengah-tengah kehidupan, pasti dan tidak bisa ditutupi apalagi dibungkam. Tetapi yang saya maksud di sini bukan energi kekerasan oleh pemeluk agama, akan tetapi kekuatan energi positif yang membuat orang beragama itu terlihat lain, semisal baik, santun, memiliki prinsip-prinsip nilai kebaikan, dan aktif secara konstruktif terlibat dalam penegakan kebaikan. Mereka memiliki kekuatan kontrol agama yang telah tersemat atau tertanam dalam mindset mereka. Sekiranya ada insan-insan beragama yang tidak memiliki hal itu, tentu saja agama belumlah dijalankan dengan sepenuhnya.

Tetapi saya tidak sepakat ketika predikat “baik” atau “kebaikan” pada orang beragama itu dinilai dalam wilayah pasif dan tidak konstruktif. Agama hanya dibatasi di Masjid, Gereja, Pura, dan Wihara. Orang dikatakan beragama yang baik manakala hanya beribadah semata, tentu hal itu tidak tepat. Sekali lagi, agama akan meninggalkan energi positif bagi pemeluknya di mana energi ini begitu penting dalam membangun kehidupan yang baik. Sejarah pembelaan Ummat Islam atas Indonesia untuk terlepas dari kolonialisme Jepang dan Belanda dengan jargon utama “Membela Tanah Air Hukumnya Wajib”ataupun juga “Cinta Tanah Air Bagian dari Iman” merupakan bukti energi positif agama dapat menjamin kelangsungan hidup sebuah negara dan masyarakat.

“Tunjukkan energi agama yang positif dan konstruktif dengan cara yang arif dan bijaksana”.

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!