WARNA-WARNI ISLAM

FILSAFAT TENTANG TUHAN

[toc title=”Pembahasan dalam Artikel ini Meliputi:” title_tag=”strong” list=”ol” depth=”1″]

Pemahaman tentang Tuhan

Berbicara tentang Ketuhanan, sebelumnya kita harus mengetahui pengertian tentang Tuhan. “Tuhan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989, 965) diartikan sebagai sesuatu yang diyakini, dipuja, disembah oleh manusia sebagai yang Maha Kuasa, Maha Perkasa, dan sebagainya”. Dalam hal ini juga yang namanya tentang Ketuhanan itu tidak terlepas dari pemikiran filsafat. Para filosof banyak sekali memiliki perbedaan teori tentang Ketuhanan.

Aristoteles menjelaskan bahwa “yang menyebutkan Tuhan sebagai penegak yang tidak bergerak, yakni sebab pertama bagi gerak seluruh alam wujud. Aristoteles berpendapat bahwa Tuhan itu pasti ada, sebab metafisikanya adalah eksistensi”. Kemudian ada seorang filosof materialisme yang bernama V. Afanasyef berbeda pendapat dengan Aristoteles yang mana ia mengatakan bahwa: “materialism, is an implacable foe to religiom; in a word where there is nothing else except matter in mation there is no room for a god. (materialisme adalah musuh agama yang tidak dapat didamaikan sama sekali; dalam dunia yang tidak terdapat apapun selain materi bergerak, maka tidak ada tempat bagi Tuhan)”.

Jadi, dari pendapat kedua tokoh tersebut dapat saya simpulkan bahwa pandangan Aristoteles tentang Tuhan dan pandangan V. Afanasyef seorang tokoh filosof materialisme berbeda pendapat Aristoteles mengakui bahwa Tuhan itu ada dan v.afanasyef mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada ia mengatakan demikian karena berpandangan dengan materialisme.

Tuhan Sebagai Zat Personal dan Impersonal

Tuhan sebagai zat personal itu terdapat dalam paham agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Dalam hal ini terdapat perbedaan antara Tuhan sebagai zat personal dan impersonal yaitu: “Tuhan personal menekankan pada identitas Tuhan sebagai zat yang sempurna dan perlu disembah sebagai wujud pengabdian makhluk kepada penciptanya. Tuhan impersonal tidak mempersoalkan identitas Tuhan, tapi yang terpenting adalah ide tentang Tuhan merupakan konsekuensi logis dari keberadaan wujud. Karena itu, Tuhan impersonal tidak disembah dan dipuja”.

Jadi, dari pemaparan diatas dapat saya simpulkan bahwa Tuhan sebagai zat personal dan Tuhan sebagai zat impersonal itu memiliki perbedaan yang sangat signifikan, yang mana zat personal itu mementingkan pengabdian kepada Tuhannya, kalau impersonal itu lebih mementingkan ide tentang Tuhan yang merupakan konsekuwensi logis dari keberadaan wujud. Selain Tuhan sebagai zat personal dan impersonal, didalam pembahasan mengenai Tuhan ini, ada yang namanya . Eksistensi Tuhan Dalam Pandangan Ateisme, yang mana pengertian“Ateisme adalah suatu paham yang tidak mengakui Tuhan itu ada, atau yang mengakui Tuhan itu tidak ada”.

Jadi, para tokoh ateisme ini menganggap Tuhan itu tidak ada, karena mereka menganut paham Naturalisme, yaitu paham yang menganggap bahwa dunia empiris ini merupakan keseluruhan realita. Adanya alam tidak membutuhkan adanya bantuan dari luar. Menurut pandangan ateisme ini Tuhan mempunyai hubungan antara kejahatan dan Tuhan, jadi mereka mengatakan bahwa adanya kejahatan itu karena adanya Tuhan, “Masalah kejahatan pada prinsipnya merupakan persoalan filsafat, karena ada kontradiksi antara adanya Tuhan dan adanya kejahatan. Teolog Hans Kung menganggap masalah kejahatan sebagai “batu karang ateisme” karena secara adekuat mempersoalkan sifat tradisional Tuhan yaitu mahakuasa (omnipotence)”. “Fenomena lain tentang adanya allah tampak dalam para penganut agama dan ateisme (52-53). Para penganut agama mempercayai adanya allah. Para ateis menolak adanya allah. kedua kelompok ini sama-sama menyampaikan keyakinan. kelompok agamawan meyakini allah ada”.

Pengalaman Rasional Eksistensi Tuhan: Pengantar Ontoteologi

Sebelum mengkaji tentang eksistensi Tuhan, ada kalanya kita mengetahui apa itu ontoteologi, “Arti kata ontoteologi adalah ilmu pengetahuan tentang ada Tuhan. Pada awalnya, dalam konteks filsafat, pembahasan tentang “ada Tuhan” dibicarakan dalam ontologi, khususnya dalam konteks metaisik”. Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa ontoteologi ini sangat bertentangan dengan ateisme kerna ontoteologi ilmu yang meyakini adanya Tuhan sedangkan ateisme ilmu yang tidak meyakini adanya Tuhan. Pembuktian ontologis tentang eksistensi Tuhan di antaranya disusun oleh Anselm yang disederhanakan oleh Rene Descartes. “Argumen ini bertumpu pada adanya ide tentang Tuhan, suatu zat yang tak terbatas (infinite) dan sempurna, yang tidak dapat ditimbulkan oleh zat yang terbatas (finite), dan oleh sebab itu, ide tersebut tentu ditimbulkan oleh Tuhan sendiri”.

Dari pendapat Anselm dan Rene Descartes dapat diambil kesimpulan bahwa, pembuktian adanya Tuhan itu karena zatnya yang tak terbatas dan sempurna. Kalau kita membahas lebih lanjut tentang Ketuhanan, ada yang namanya relasi atau keterkaitan antara Tuhan dan alam yakni, “Dalam kaitannya dengan relasi antara Tuhan dan alam, Tuhan di posisikan sebagai pencipta alam (semesta) dan melengkapi segala ciptaan Nya sarana dan prasarana, karakteristik, sifat bawaan, dan ke tentuanketentuan yang berlaku bagi mereka, yang sering di konsepsikan sebagai sunnatullah dan hukum alam”. Antara alam dan Tuhan itu sangatlah mempunyai keterkaitan yang begitu erat, yakni Tuhan itu sebagai sang khaliq atau pencipta dan alam merupakan zat ataupun bentuk wujudnya Tuhan.

Menurut Said Nursi beliau mempunyai pandangan tersendiri tentang eksistensi Tuhan, beliau mengatakan bahwa eksistensi Tuhan itu yaitu, “Nursi melihat seluruh peristiwa dan fenomena di alam semesta, dari yang terkecil sampai yang terbesar, dari fenomena yang nampak oleh kasat mata hingga yang gaib dan kasat mata mengungkapkan asma-asma Allah seperti, Maha Pengasih, Maha Pemberi Rezeki, Maha Pengatur Benda-benda, Maha Pemelihara, Maha Penolong dan Maha Pembangkit, walaupun tidak disebutkan secara eksplisit”. Dapat diambil kesimpulan dari pemikiran said nursi yang mengatakan bahwa terbuktinya eksistensi Tuhan ini dapat dilihat dari fenomena alam mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar.

Dalam memahami akidah Islam, kita wajib meyakini akan adanya Tuhan, dan kewajiban umat Islam untuk mengakui akan adanya Tuhan. “mentauhidkan Allah mengEsakan menyatakan atau mengakui Yang Maha Esa, merupakan suatu penyucian yang tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, juga imajinasi rasio dalam mendefinisikan hakekat Allah serta esensinya. Oleh karena itu yang dilakukan adalah menafikan adanya sesuatu yang menyamaiNya”.

Sumber Rujukan

Amrusi Jailani Imam, “memposisikan perenungan filsafat tentang relasi alam dan Tuhan dalam bingkai paradigma sains modern”, Al-Tahrir, Vol. 12, No. 2 November( 2012 ).
Baharudin M, “eksistensi Tuhan dalam pandangan ateisme”. Al-AdYaN, Vol.VI, N0.1 (2011).
Bakhtiar Amsal, filsafat agama, jakarta: PT. Raja grafindo persada, 2012.
Fransiskus Gultom Andri, “Enigma Kejahatan dalam Sekam Filsafat Ketuhanan”, Intizar, Vol. 22, No. 1,( 2016).
Fuad al ahwani Ahmad, filsafat Islam, jakarta: pustaka firdaus, 2008.
Hamersma harry,” Persoalan Ketuhanan dalam Wacana Filsafat”, Orientasi Baru, VOl. 23, nO. 2, OktOBer (2014).
Huda Samsul, “Diskursus Tuhan dalam Pemikiran Etika Immanuel Kant: Memaknai Agama dalam Kehidupan Manusia”, Media Akademika, Vol. 26, No. 1, Januari( 2011).
Junaidi Alkan, “eksistensi Tuhan menurut said nursi“,Manthiq, Vol. 1, No. 1, Mei( 2016).
Najamuddin, “keharmonisan antara sang khalik dan seluruh makhluk”, Tasamuh, Volume 6 Nomor 1, Juni (2014).
Pari Fariz, “Pengalaman Rasional Eksistensi Tuhan: Pengantar Ontoteologi”, KANz PhILOSOPhIA, Volume 1, Number 1 – August – November ( 2011).
Samidi, “Tuhan, Manusia, dan Alam: Analisis Kitab Primbon Atassadhur Adammakna”, shahih – Vol. 1, Nomor 1,( Januari – Juni 2016).
Syaifuddin anshari Endang, ilmu filsafat dan agama, surabaya: PT. Bina ilmu.

Penulis: Mitrianto (Mahasiswa Jurusan BPI Fakultas Ushuluddin UIN Jambi)

Mahasiswa FU

Mahasiswa FU adalah Mahasiswa yang menyumbangkan artikelnya untuk website Kajian Pemikiran Islam. Identitas personal terdapat pada bagian bawah artikel.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!