POLITIK

FUNDAMENTALISME ISLAM: KRITIK ATAS BARAT

Judul Buku      : Fundamentalisme Islam: Kritik atas Barat
Penulis             : Dr. Badarussyamsi, MA
Penerbit           : LkiS Yogyakarta
Tebal               : 364 Hlm
Harga              : Rp. 85.000,-

Terdapat problem konseptual dan kecenderungan obsesi superioritas dalam konstruk fundamentalisme Islam perspektif Barat. Fundamentalisme Islam yang cenderung digambarkan sebagai kekerasan agama, terorisme dan ancaman bagi Barat timbul karena secara konseptual bersifat ambigu, generalistik, dan binary, dan dipengaruhi obsesi superioritas seperti hegemoni, dominasi, kolonialisme dan orientalisme. Pada tataran konseptual, sifat ambiguitas, binary, dan generalistik menghasilkan konstruk pengetahuan fundamentalisme Islam yang sarat dengan kerancuan, cenderung multi makna dan hampir seluruhnya bermakna negatif dan pejoratif. Sementara pada tataran hegemoni dan kekuasaan, konstruk pengetahuan Barat tentang fundamentalisme Islam ditemukan memiliki obsesi kekuasaan dan neo-kolonialisme ketika fundamentalisme Islam dimaknai sebagai terorisme dan sebagai kekuatan Muslim yang dapat mengancam kepentingan Barat di negara-negara Muslim. Dalam konteks ini, Barat sebagai penguasa wacana terus mengeksplorasi wacana tentang fundamentalisme Islam yang merugikan Umat Islam.

Buku ini memiliki andil yang besar dalam turut mengusung kesetaraan dan obyektivitas kajian atas Islam dan Muslim. Kajian tentang Islam dan Muslim yang adil dan obyektif akan sangat membantu bagi tetap terbangunnya dialog peradaban karena dalam membangun dialog peradaban diperlukan adanya kesepahaman antara Barat dan Muslim sehingga tidak ada lagi sekat-sekat psikis. Buku ini menyerukan agar para sarjana (scholar) tidak terus-menerus menghasilkan kajian Islam yang selalu diasosiasikan dengan terorisme dan anti-Barat, karena sifat kajian-kajian seperti akan semakin memperlebar jurang permusuhan antara Barat dan Muslim. Karakter rasialis, etnosentris ataupun Barat sentris telah menghasilkan kajian yang dapat memicu berlanjutnya dis-integrasi Islam dan Barat. Sudah waktunya para pengkaji Barat untuk mengganti perspektif mereka ketika mengkaji Islam dan Muslim dengan perspektif dialogis di mana Muslim merupakan teman dalam dialog dan perdebatan yang dapat saling menyumbangkan saran dan ide bagi kemaslahatan bersama, dan bukannya dipandang sebagai the other (yang lain) apalagi sebagai the enemy (musuh).

Buku ini juga dapat membangun daya kritis masyarakat pembaca tentang perlunya mencermati dan tidak mudah menerima wacana-wacana yang datang dari dunia Barat. Masyarakat kita rata-rata masih merupakan masyarakat konsumen wacana yang sangat mudah menerima wacana asing seperti radikalisme, terorisme, dan fundamentalisme yang tidak jarang hal itu sering mengakibatkan timbulnya kecurigaan dan permusuhan di kalangan mereka sendiri. Melalui buku ini, penulis menyerukan kepada masyarakat untuk mulai bersikap kritis dan obyektif dalam mensikapi fenomena kebangkitan Islam atau kegairahan keagamaan Umat Islam, sehingga tidak mudah menilai semua itu sebagai fenomena asing apalagi sebagai sebuah ancaman.

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!