PEMBAHARUAN ISLAM

GAGASAN PEMBAHARUAN ISLAM JAMALUDDIN AL-AFGHANI

Jamaluddin al-Afghani lahir pada 1839 di Asadabad Afghanistan dan meninggal pada 1897 di Istanbul Turki. Tokoh yang satu ini bukan saja disebut sebagai Tokoh Pemikir, akan tetapi juga Tokoh Pergerakan. Hal itu karena al-Afghani tidak saja merumuskan gagasan dan pemikiran pembaharuan Ummat Islam, akan tetapi al-Afghani juga terjun langsung dalam mengawal upaya pembaharuan Ummat.

Dalam ruang yang terbatas, artikel ini hanya membahas kilasan gagasan pembaharuan Jamaluddin al-Afghani yang diawali dengan hasil tilikan al-Afghani mengenai kemunduran Ummat Islam dan solusi yang ditawarkan olehnya.

Sebab kemunduran Ummat Islam menurut al-Afghani;
1. Perpecahan di kalangan Ummat Islam;
2. Sistem pemerintahan Islam yang ada bersifat absolut;
3. Banyaknya pimpinan Ummat yang tidak dapat dipercaya (khianat, tidak amanah);
4. Pertahanan militer kurang memperoleh perhatian;
5. Banyaknya penyelenggara Negara yang tidak memiliki kompetensi; dan
6. Adanya intervensi kekuatan asing (Barat) dalam urusan dalam negeri.

Penyebab kemunduran sebagaimana yang dipaparkan al-Afghani di atas bisa menjadi penyebab umum bagi Ummat Islam hingga saat ini. sebab-sebab tersebut sampai hari ini masih mengiringi perjalanan hidup Ummat Islam, khususnya Ummat Islam di Timur Tengah.

Sebagai solusi atas hasil perenungannya akan penyebab kelemahan Ummat Islam tersebut, maka menurut al-Afghani terdapat beberapa upaya yang harus dilakukan Ummat Islam agar dapat segera keluar dari persoalan tersebut. Ummat Islam harus mengupayakan beberapa hal sebagai berikut:

1. Kembali kepada ajaran Islam yang sesungguhnya (murni);
2. Melenyapkan salah faham terhadap ajaran Islam;
3. Menghidupkan kembali budi-pekerti (akhlak) Islam dan kesucian jiwa;
4. Kesediaaan untuk berkorban demi kepentingan ummat;
5. Bersemangat serta bergerak mencapai kemajuan berdasarkan ajaran Islam;
6. Sistem pemerintahan otokrasi harus dirubah dengan pemerintahan demokrasi;
7. Kepala negara harus mengadakan syura dengan para pemuka masyarakat yang memiliki banyak pengalaman;
8. Kepala negara harus tunduk pada Undang-Undang;
9. Ummat Islam harus bersatu.

Gagasan pembaharuan Jamaluddin al-Afghani tersebut banyak tertuang dalam Majalah al-Urwah al-Wustqo yang ia dirikan bersama teman seperjuangan. Mulanya al-Urwah al-Wustqo merupakan sebuah perkumpulan yang didirikan yang beranggotakan orang-orang Islam dari India, Mesir, Suriah, dan Afrika. Tujuan perkumpulan ini adalah untuk memperkuat rasa persaudaraan Islam, membela Islam, dan membawa Islam pada kemajuan. Tujuan ini tentu saja tidak bisa dilepaskan dari kondisi riil Ummat Islam yang dipandang al-Afghani sedang dalam keterpurukan. Untuk mempublikasikan gagasan-gagasan perkumpulan tersebut maka dibuatlah majalah dengan nama yang sama, Majalah al-Urwah al-Wustqo.

Semangat al-Afghani dalam rangka memperkuat persaudaraan Islam dan memajukan Islam mengarahkannya untuk menyuarakan persatuan Ummat Islam yang kemudian terkenal dalam sejarah sebagai Pan Islamisme. Sebenarnya wacana Pan Islamisme telah disuarakan oleh tokoh-tokoh Wahhabi dan Sanusiyah, namun al-Afghani kembali menyuarakannya dengan lantang. Hal ini yang kemudian mengakibatkan wacana Pan Islamisme selalu dihubungkan dengan Jamaluddin al-Afghani.

Dengan demikian, untuk memperbaiki kondisi Ummat Islam secara global, Ummat Islam dituntut untuk dapat melakukan perbaikan internal dengan cara membangun pemahaman yang benar atas Islam serta mengupayakan kemandiriannya di tengah-tengah kompetisi global yang sangat ketat.

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!