PEMBAHARUAN ISLAM

GAGASAN PEMBAHARUAN ISLAM MUHAMMAD RASYID RIDLA

Rasyid Ridla memiliki nama lengkap Sayyid Muhammad Rasyid Ridla. Lahir pada 1865 di Qulamun, Libanon, dekat Tripoli. Nama depan “Sayyid” dipergunakan karena beliau disebut masih memiliki nasab terhadap Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad saw.

Membicarakan gagasan pembaharuan Islam Rasyid Ridla tidak bisa dilepaskan dari pemikiran Muhammad Abduh. Hal ini Rasyid Ridla merupakan ulama yang mengagumi pemikiran Abduh dan merupakan murid setia Abduh. Tidak hanya itu, Rasyid Ridla begitu bersemangat dalam menyebarkan gagasan-gagasan pembaharuan Abduh. Rasyid Ridla bisa disebut sebagai orang yang telah banyak memfasilitasi tersebarnya gagasan pembaharuan Abduh. Baiklah, mari kita telusuri secara ringkas gagasan pembaharuan Islam Rasyid Ridla.

Perlu dicatat bahwa beberapa pertemuan yang terjadi antara Ridla dan Abduh di awal-awal perkenalan mereka merupakan masa-masa yang banyak mempengaruhi Ridla. Pertemuan pertama pada 1885 di Beirut memungkinkan Ridla mendiskusikan seputar kitab-kitab tafsir. Pertemuan kedua terjadi pada 1894 di Beirut juga di mana kali ini Ridla banyak menghabiskan waktunya dengan Abduh untuk memperdalam hal-hal yang terkait ide pembaharuan Abduh. Pertemuan itu semakin membuat Ridla terkagum kepada pemikiran-pemikiran Abduh. Akhirnya pada pertemuan ketiga yakni pada 1898 Ridla tidak dapat menyembunyikan minatnya untuk mulai menyebarkan gagasan Abduh. Ridla meminta ijin Abduh untuk menerbitkan surat kabar yang membahas masalah-masalah sosial dan keagamaan. Maka disetujuilah nama al-Manar sebagai nama majalah dari banyak nama yang diusulkan Ridla kepada Abduh.

Begitu kagumnya Ridla kepada pemikiran Abduh sehingga terpikirlah olehnya untuk membuat tafsir modern yang sesuai dengan gagasan pembaharuan Abduh. Meski Abduh tidak sependapat dengan Ridla, tetapi Ridla tidak kehabisan akal dengan mengusulkan agar Abduh dapat memberikan kuliah tafsir di al-Azhar Kairo. Kuliah tafsir itu selalui dihadiri Ridla, dicatatnya dan ditunjukkan kepada Abduh. Setelah Abduh menyetujuinya, maka Ridla mempublikasikannya dalam majalah al-Manar. Dari sebuah majalah, nama al-Manar kemudian menjadi nama bagi sebuah tafsir yang lebih populer disebut Tafsir al-Qur’an al-Hakim. Tafsir ini kemudian lebih dihubungkan kepada Rasyid Ridla karena Ridla lebih banyak menulis tafsir dibanding Abduh. Abduh yang meninggal pada 1905 baru menafsirkan sampai Surat An-Nisa atau sekitar 413 ayat yang ditulis dalam kurang dari lima jilid, sedangkan Ridla menulis sekitar 930 ayat atau sekitar tujuh jilid lebih.

Quraish Shihab menjelaskan bahwa memang terdapat sedikit perbedaan antara penafsiran Abduh dan Ridla, namun secara umum penafsiran mereka sama. Kesamaan tersebut berkisar pada:

1. Bahwa satu surat dalam al-Qur’an merupakan satu kesatuan yang serasi,
2. Ayat-ayat al-Qur’an bersifat Mujmal atau umum,
3. Al-Qur’an merupakan sumber akidah dan hukum,
4. Perlunya penggunaan nalar yang luas dalam upaya memahami al-Qur’an
5. Bersifat selektif dalam menerima hadits dan pendapat sahabat (memperhatikan kualitas shahih dan dhaifnya.

Dalam konteks gagasan pembaharuan Islam, tentu saja Ridla memiliki kesamaan dengan Abduh. Arus utama (mainstream) gagasan pembaharuan Islam Ridla hampir sama dengan Abduh yakni diarahkan untuk memajukan Ummat Islam. Oleh karena itu, untuk mencapai kemajuan, maka Ummat Islam menurut Ridla hendaknya memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Kembali kepada al-Qur’an dan al-Hadits untuk mencapai kemajuan,
2. Meninggalkan faham fatalisme atau jabariyah,
3. Akal dapat digunakan secara optimal untuk menafsirkan al-Qur’an,
4. Pintu ijtihad tidak tertutup,
5. Perlunya menghidupkan sistem Khilafah
6. Ummat Islam harus menghindari taklid buta,
7. Menghindari bid’ah dan takhayul.
8. Ummat Islam harus mencintai ilmu pengetahuan

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!