PEMBAHARUAN ISLAM

GAGASAN PEMBAHARUAN ISLAM SAYYID AHMAD KHAN

Ahmad Khan memiliki nama lengkap Ahmad Khan Bahadur. Lahir di Delhi India pada 17 Oktober 1817 dan meninggal pada 24 Maret 1898. Ahmad Khan masih memiliki garis keturunan Husain, cucu Nabi Muhammad saw, sehingga di depan namanya mendapatkan tambahan “Sayyid”.

Fenomena Ahmad Khan dapat disebut sebagai fenomena kegandrungan seorang Muslim kepada kemajuan Barat. Ahmad Khan begitu mabuk melihat kemajuan Barat khususnya Inggris dan sangat menginginkan kiranya Muslim India dapat mencapai kemajuan layaknya Inggris. Ahmad Khan begitu tertarik dengan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi negara Barat seperti Inggris. Sewaktu Inggris menjajah India, Ahmad khan justru banyak mengambil pelajaran tentang pentingnya Iptek bagi kehidupan Ummat Islam. Oleh karenanya dia menyarankan agar Ummat Islam bekerjasama dengan Inggris untuk dapat menimba kemajuan Iptek dan tidak bekerjasama dengan Hindu untuk melawan Inggris.

Kegandrungan Ahmad Khan terhadap Inggris membuatnya mengunjungi Inggris dan banyak menjalin hubungan dengan orang-orang Inggris, termasuk penulis-penulis keislaman dari Inggris. Di sana ia berjumpa dengan penulis biografi Nabi Muhammad saw yakni Carlyle penulis buku Heroes and Her-Worship, demikian juga bertemu dengan John Davenfort penulis An Apology for Mohammed and Mohammedanism. Ahmad Khan bertekad menulis sebuah buku untuk membantah Sir William Muir penulis buku Life of Mohammed yang dinilai Ahmad Khan mengandung kekeliruan.

Kondisi yang membuat Ahmad Khan tercengang pada waktu itu adalah kemajuan ilmu pengetahuan teknologi di Inggris bersanding dengan keterbelakangan India yang ia pandang sebagai keterbelakangan Ummat Islam. Kesadaran ini yang akan sangat mewarnai corak gagasan pembaharuan Ahmad Khan kelak. Gagasan pembaharuan Ahmad Khan memiliki visi peniruan kemajuan Barat oleh India meskipun harus melalui kerjasama dengan Inggris sebagai penjajah India kala itu. Tidak mengherankan manakala Ahmad Khan memiliki loyalitas kepada Inggris sehingga di kalangan orang India dia dianggap sebagai lawan. Ia bahkan berbeda haluan dengan Jamaluddin al-Afghani yang mengutamakan kemerdekaan negeri-negeri Muslim dari tangan penjajah.

Gagasan pembaharuan Islam Ahmad Khan menekankan pada aspek peningkatan kualitas pendidikan. Kemajuan Ummat Islam hanya akan dapat dicapai manakala Ummat Islam mampu membenahi kualitas pendidikannya. Kemajuan Ummat Islam tidak akan dapat dicapai dengan jalan politik. Gagasan tersebut membuat Ahmad Khan seolah melawan arus nasionalisme yang mulai berkembang. Ketika berdiri Partai Kongres Nasionalisme India pada 1885, Ahmad Khan tidak tertarik dan bahkan menghindar dari gerakan tersebut karena bahasa yang sering tertuang dalam kongres dinilai tidak sopan terhadap Inggris.

Ahmad Khan seolah tidak peduli dengan situasi sosial politik India yang memang sedang dijajah oleh Inggris. Ahmad Khan terus melaju dengan pemikiran dan kiprah-kiprah dirinya yang kontroversial. Pada 1864, dia mendirikan sekolah Inggris di Mudharabad dan juga mendirikan The Scienty Society untuk menerjemahkan ilmu pengetahuan modern ke dalam bahasa Urdu. Pada 1878, Ahmad Khan mendirikan Mihammedan Anglo-Oriental College yang kemudian terkenal sebagai Moslem University of Aligarh.

Dalam konteks pembaharuan pemahaman keislaman, gagasan Ahmad Khan memiliki kemiripan dengan para pembaharu sebelumnya. Dengan sedikit corak aliran Qadariyah, Ahmad Khan berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan untuk mempergunakan daya-daya yang telah diberikan Tuhan. Ahmad Khan menekankan pentingnya pengoptimalan fungsi akal oleh manusia. Manusia harus memaksimalkan kerja akal dan oleh karenanya manusia tidak boleh bertaklid, demikian juga pintu ijtihad harus dibuka. Dalam aspek peribadatan, doa menurut Ahmad Khan bukan bermakna meminta sesuatu kepada Tuhan, melainkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Dalam aspek kehidupan sosial, asas pernikahan dalam Islam adalah monogami, poligami hanya dibenarkan dalam kasus-kasus tertentu. Demikian juga hukum potong tangan bukanlah sebuah keharusan, akan tetapi hal itu merupakan upaya maksimal yang bisa dilakukan dalam kondisi tertentu.

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!