RENUNGAN

HATI-HATI TERHADAP MEDIA HOAX

Tulisan ini muncul karena keprihatinan saya ketika mengamati tingkah polah media, khususnya headline postingan video youtube yang membuat judul provokatif, mengadu domba, yang ternyata adalah kebohongan dan penipuan. Jujur saja hal ini telah terjadi cukup lama. Memang kesalahan bukan pada media youtube-nya akan tetapi mereka yang memiliki akun youtube dan memposting sebuah video di mana kemudian postingan video tersebut diberi label atau judul yang provokatif, menghasut, dan mengadu domba. Misalnya sebuah postingan video diberi judul “Ini detik-detik rudal milik syi’ah hutsi yang akan menghancurkan ka’bah”, padahal setelah ditonton video tersebut juga tidak mengandung kejelasan, hanya ada truck perudal yang meluncurkan rudalnya, antah kemana. Contoh lain lagi misalnya ada postingan video youtube yang diberi judul “Agus Yudhoyono NGAMUK Jokowi TANGKAP SBY Sebagai Dalang Demo Ahok 411 GEMPAR”, padahal setelah ditonton, isinya hanyalah liputan berita TV One yang memberitakan temuan politik uang dan kesiapan TNI dan Polri dalam mengamankan proses kampanye Pilgub DKI Jakarta.

Dua potingan menipu di atas merupakan contoh kecil dari sekian banyak judul-judul postingan video yang dapat memancing dan menimbulkan suasana tegang, panas, dan menimbulkan kebencian, padahal judul postingan videonya merupakan sebuah kebohongan dan penipuan. Sekiranya, hanya untuk tujuan popularitas postingan video, tidak usahlah membuat judul-judul postingan yang dapat menimbulkan kebencian dan konflik sosial. Jangan hanya untuk kepentingan pribadi lantas ketentraman masyarakat dikorbankan. Apalagi pada kasus Ahok, saya melihat banyak sekali judul postingan yang mengadu domba dan menjadi lebih mengkhawatirkan jika dikaitkan dengan isu-isu SARA.

Nah, judul postingan video yang menipu, bohong, provokatif, dan adu domba,  serta dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan tersebut saya namakan sebagai Media Hoax. Menurut Cambridge Dictionary, kata “Hoax” berarti “Rencana menipu seseorang”, misalnya mengabarkan akan ada bom, padahal tidak ada. Demikian juga menurut The Free Dictionary, kata “Hoax” diartikan sebagai “Tindakan yang dimaksudkan untuk menipu atau merupakan sebuah trik”. Sedangkan menurut Merriam Webster Dictionary, kata “Hoax” didefinisikan sebagai tindakan untuk mengelabuhi atau menipu seseorang.

Dengan memperhatikan perkembangan fenomena dan isu-isu sosial dalam media sosial belakangan ini, Hoax telah mengalami perkembangan yang mengarah kepada terciptanya konflik sosial. Dengan demikian, menurut saya Hoax tidak lagi hanya diartikan sebagai tindakan mengelabuhi dan menipu, tetapi merupakan sebuah tipuan atau kebohongan yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di tengah masyarakat hingga dapat menyulut rasa kebencian dan permusuhan. So, untuk Anda yang suka memposting video “Janganlah ber-Hoax,” dan untuk Anda semua sebagai pembaca, “Jangan tertipu oleh media Hoax”.

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!