HUMAS DAN KOMUNIKASI

Sebagai makhluk sosial manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Dalam buku Pengantar Ilmu Komunikasi, Hafied Cangara mengutip pendapat Dr. Everett Kleinjan dari Eas West Center Hawaii, komunikasi sudah merupkan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernafas. Sepanjang manusia ingin hidup, ia perlu berkomunikasi. Oleh karenannya seorang humas sangat membutuhkan komunikasi yang baik dengan siap saja, apalagi dengan kalangan yang menguntungkan bagi perusahaan dimana mereka menjadi seorang humas, apakah itu perusahan pemerintah, maupun perusahaan swasta, baik organisasi pemerintah maupun organisasi swasta.

Pada tulisan singkat ini penulis akan mengemukakan sedikit banyak pengalaman yang pernah penulis lakoni bebera tahun, baik sebagai ajudan maupun sebagai humas dalam salah satu partai politik besar. Sebagai seorang humas kita merupakan pelayan dan melayani, serta mengatur dan menyampaikan apa yang menjadi keinginan dari pimpian untuk disampaikan kepada masyarakat atau audience sehingga humas harus mampu dalam menyampaikan pesan tersebut. Oleh karenannya humas harus mempunyai ilmu dalam menyampaikan pesan tersebut.

Dalam buku Humas Pemerintahan, Betty Wahyu Nilla Sari mengatakan bahwa, ada beberapa syarat agar komunikasi yang efektif tercipta dalam suatu organisasi yang harus dipenuhi oleh seorang humas didalm suatu oragnisasi, diantaranya:

Pertama, komunikasi dan relasi. Seorang humas haruslah orang yang mampu berkomunikasi dan menjalin relasi dengan orang lain karena komunikasi dan relasi merupakan roh dari pekerjaan seorang humas.

Kedua, sifat yang rendah hati. Sifat rendah hati menjadi suatu syarat yang sangat penting yang harus dimiliki oleh seorang humas supaya komunikasi dapat dilakukan terhadap semua lapisan masyarakat tanpa membedakan pangkat dan derajat.

Ketiga, cepat menyesuaikan diri. Tuntutan ini menjadi suatu hal yang urgen karena pekerjaan seorang humas selalu berhubungan dengan hal-hal yang baru dan seringkali cepat berubah. Oleh karena itu, seorang humas diharapkan dengan cepat menyesuaikan diri dengan kondisi yang baru sehingga dia dapat menyampaikan misi yang dia bawa.

Keempat, mampu menghadapi semua orang yang memiliki aneka ragam karakter dan latar belakang budaya dengan baik. Dalam melakukan fungsi kehumasan, serang humas akan bertemu dengan banyak orang yag berbeda karakter akan memunculkan bermacam-macam sikap dari komunikan yang harus dia hadapi, apakh itu seorang pemarah, seorang yang santun, seorang yang sabar atau seorang yang keras kepala.

Kelima, seorang humas harus mampu berkomunikasi dengan baik, yaitu mampu menjelaskan segala sesuatu dengan jernih, jelas, dan lugas baik secara lisan maupun tulisan bahkan secara visual.

Keenam, pandai mengorganisasi segala sesuatu. Ini merupakan persyaratan yang manajerial yang harus dimiliki oleh setiap humas. Untuk melakukan perencanaan dan melaksanakannya dalam kehidupan organisasi, seorang humas dituntut memiliki kemampuan dalam mengorganisasi segala sesuatu yang berhubungan dengan efektifitas penyampaian pesan.

Ketujuh, memiliki integritas personal baik dalam profesi maupun dalam kehidupan pribadi. Integritas personal ini dibutuhkan untuk membangun citra yang baik tentag humas itu sendiri.

Kedelapan, punya imajinasi yang kuat. Persyaratan ini sangat dibutuhkan ketika seorang humas menyampaikan pesan-pesan komersial atau pesan-pesan layann masyarakat kepada stakeholder. Imajinasi yang kuat dibutuhkan untuk membuat pesan yang kreatif yang menarik perhatian audience sehingga pesan tersebut menjadi efektif.

Kesembilan, serba tahu yaitu memiliki akses yang tinggi terhadap informasi. Diharapkan seorang umas adalah sumber informasi bagi semua pihak, baik pihak internal maupun pihak eksternal.

Selain itu, yang perlu diingat oleh seorang humas adalah kemampuan untuk mengamati dan menganalisis persoalan, kemampuan untuk menarik perhatian, kemampuan dalam mempengaruhi pendapat serta yang paling utama adalah kemampuan dalam menjalin hubungan dengan siapa saja. Seorang humas tidak boleh menambah pesan dan mengurangi dalam penyampaian pesan yang telah digariskan oleh pimpinan atau perusahaan, kecuali tambahan yang disampaikan seorang humas tersebut tidak menyudutkan atasan atau pimpinan dalam sebuah lembaga. Apalagi humas yang Islami tidak boleh manambah atu megurangi dalam memberikan keterangan, karena dalam Islam menambah dan mengurangi tersebut merupakan pekerjaan yang sangat dimurkai oleh Allah Swt.

Demikian tulisan singkat ini semoga bermanfaat bagi humas yang membacanya.

About Usrial Husein 1 Article
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah al-Azhar Jambi

Be the first to comment

Leave a Reply