BIOGRAFI TOKOH

IBNU KATSIR DAN KARYA-KARYA TAFSIR

Lahir dan Wafat

Nama lengkap Ibnu Katsir ialah Imad ad-Din Abu al-Fida Ismail Ibn Amar Ibn Katsir Ibn Zara’ al-Bushra al-Dimasyqi. Nama panggilan waktu kecilnya ialah Isma’il. Beliau dilahirkan pada tahun 700 H/ 1301 M. Di suatu tempat yang bernama Mijdal yang terletak di dalam kota Bashrah. Oleh karena itu, Ia mendapat predikat al-Bushrawi (orang Bashrawi). Beliau wafat pada hari kamis tanggal 26 Sya’ban 774 H dan dimakamkan di sebelah kuburan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di permakaman ash-Shufiah kawasan Damaskus.

Silsilah Keluarga

Ibnu Katsir adalah salah satu ulama mufassir yang yang terpopuler dan banyak menghasilkan karya-karya yang sangat terkenal di seluruh dunia hingga saat ini. Ibnu Katsir terlahir dari keluarga yang terhormat. Ayahnya bernama Syihab ad-Din Abu Hafs ‘Amr Ibnu Katsir bin Dhaw’ ibn Zara’ al-Quraisy merupakan salah seorang ulama terkemuka di masa itu. Didalam Kitab “al-Bidayah Wa an-Nihayah”, yang merupakan karya Ibnu Katsir sendiri menyatakan bahwa ayahnya wafat pada tahun 703 H. Di desa yang bernama Mijdal, diapun tidak sempat mengenalinya pada saat itu.

Setelah ayahnya meninggal, Ibnu Katsir dibawa oleh kakaknya (Kamal ad-Din ‘Abd al-Wahhab) ke Kota Damaskus, ketika itu Ibnu Katsir masih dalam usia kanak-kanak, pada tahun 707 H. Ibnu Katsir pun banyak belajar dari saudaranya tersebut. Seluruh waktunya dia gunakan untuk belajar ilmu pengetahuan. Ibnu Katsir mempunyai kelebihan dari segi memorinya yang sangat luar biasa dalam hal memahami pelajaran, dia juga termasuk ahli dalam Bidang Fiqh, Ilmu Hadis dan seorang sejarawan yang ulung. Menurut Ibnu Hajar sendiri dia berpendapat bahwa di dalam kitab Syehk Manna’ al-Qaththan, Ibnu Katsir adalah seorang Ahli Hadis yang Faqih, karyanya sudah terkenal di mana-mana dan sangat berguna bagi orang banyak.

Pendidikan

Ibnu Katsir mulai pendidikannya sejak usia 11 tahun, di mana pengetahuan yang pertama kali dikuasainya ialah Ilmu al-Qur’an dan pada usia ini juga dia berhasil menghafalkan al-Qur’an. Setelah memahami ilmu al-Qur’an beliau juga mendalami Ilmu Qira’at, Studi Tafsir dan Ilmu Tafsir dari Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah pada Tahun (661-728 H).

Gelar-gelar

Dengan menguasai beberapa bidang Ilmu pengetahuan, para ahli pun sepakat memberikan beberapa gelar untuk Ibnu Katsir di antaranya ialah:

  • Al-Hafidz, orang yang mempunyai hafalan yang banyak yakni telah menghafal 100.000 hadis, matan maupun
  • Al-Muhaddits, orang yang ahli dalam bidang Ilmu Hadis riwayah dan dirayah, dan membedakan lemah atau kuat, mengambilnya dari Imam-imamya.
  • Al-Faqih, gelar bagi ulama yang ahli dalam Ilmu Hukum Islam namun tidak sampai pada
  • Al-Mua’rrikh, seorang ahli Ilmu Sejarah dan sejarawan.
  • Al-Mufassir, seorang yang ahli dalam bidang Ilmu Tafsir.

Di antara sekian banyak gelar di atas, gelar al-Hafidz, merupakan sauatu gelar yang paling sering disandangkan kepada Ibnu Katsir. Hal ini bisa kita lihat pada penyebutan dalam karya-karyanya.

Guru-guru

Selain menimba ilmu kepada saudara kandungnya, bernama (Kamal ad-Din ‘Abd al-Wahhab) Ibnu Katsir juga belajar kepada Guru-gurunya yang lain di antaranya ialah:

  • Abdullah bin Muhammad bin Husain bin Gallan al-Ba’labaki, (gurunya dalam bidang Ilmu al-Qur’an).
  • Muhammad bin Ja’far bin Far’usy, (gurunya dalam bidang Ilmu Qira’ah)
  • Dhiya’uddin Abdullah az-Zarbandy an-Nahwy, (gurunya dalam Nahwu)
  • Al-Qasim bin Muhammad al-Barazly, (gurunya dalam bidang Ilmu Sejarah)
  • Al-Hafidz adz-Dzahabi, (gurunya dalam bidang Ilmu Hadis dan ilmu Tafsir)
  • Ibrahim bin Abdurrahman al-Gazzary, (gurunya dalam bidang Ilmu mazhab Syafi’i) dan lain sebagainya.

Karya-karya

Sekian lama Ibnu Katsir mendalami ilmu pengetahuan, beberapa karyapun berhasil dia terbitkan di antara karyanya ialah:

  • Tafsir al-Qur’an al-‘Azim
  • Al-bidayah wa an-Nihayah
  • Al-Fushul Sirah ar-Rasul
  • Al-Ijtihad wa Thalab al-Jihad
  • Al-wadih an-Nafis fi Manaqib al-Iman Muhammad bin Idris
  • Al-Kawakib ad-Darani, (dalam bidang sejarah, semacam ringkasan dari al-Bidayah wa-Nihayah

Diantara sekian banyak karya-karya yang berhasil beliau tulis, ada salah satu karyanya yang sangat terkenal dan mendunia sampai saat ini, karya tersebut ialah berjudul Tafsir al-Qur’an al-‘Azim. Metode yang digunakan dalam tafsir ini ialah Metode Tahlili, di mana metode ini merupakan metode yang menjelaskan ayat al-Qur’an dengan jelas.

Baca Juga:

IMAM HANBALI DAN KETABAHAN DALAM MEMPERTAHANKAN KEYAKINAN

IMAM HANAFI DAN SPIRIT PENCARIAN ILMU AGAMA

IMAM MALIK DAN KETEKUNAN SEORANG ILMUAN

BIOGRAFI SINGKAT IBNU MAJAH

RIWAYAT HIDUP IMAM SYAFII

Mohammad Ridwan

Mahasiswa IAIN STS Jambi dan Penulis Aktif Bidang Keagamaan

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!