BIOGRAFI TOKOH

IMAM HANAFI DAN SPIRIT PENCARIAN ILMU AGAMA

[toc title=”Daftar Isi” title_tag=”strong” list=”ol” depth=”1″]

Lahir

Nama lengkap Abu Hanifah ialah al-Iman al-A’zam Abu Hanifah, an-Nu’man bin Tsabit bin Zuwatha al-Kufi. Beliau dilahirkan pada tahun 80 H dan wafat pada tahun 150 H. Ketika beliau dilahirkan, pemerintahan Islam masih dalam pemerintah Abdul Malik bin Marwan (Raja Bani Umayyah yang ke-5) beliau meninggal pada masa Khalifah Abu Ja’far al-Mansur.

Keluarga

Abu Hanifah berasal dari keturunan orang Persia yang sudah merdeka (bukan keturunan hamba). Sedangkan ayahnya berasal dari keturunan Persi (Kabul-Afganistan). Namun, ketika Abu Hanifah masih di dalam kandungan ibunya, ayahnya sudah pindah ke Negeri Kuffah. Oleh karna itu beliau bukanlah termasuk keturunan Arab asli, melainkan dari Bangsa Ajam (bangsa Arab lain). Beliau dilahirkan di tengah-tengah keluarga Bangsa Persi. Ayahnya seorang pedagang yang besar, sejak kecil Abu Hanifah selalu membatu ayahnya dalam berdagang.

Ayah Abu Hanifah masih satu  keturunan dengan saudara Rasulullah saw. Sedangkan ibu Abu Hanifah tidak terlalu dikenal dari kalangan para ahli-ahli sejarah, tetapi walau bagaimanapun Abu Hanifah sangat hormat dan patuh kepada ibunya. Beliau pernah mengajak ibunya ke majelis-majelis atau perhimpunan ilmu-ilmu pengetahuan pada saat itu.

Kepribadian

Ciri-ciri kepribadian Abu Hanifah yaitu memiliki perawakan yang sedang, beliau termasuk mempunyai postur tubuh yang ideal, mempunyai logat bicara yang unik dalam menyampaikan pembicaraan dan mempunyai suara yang merdu saat bersenandung.  Selain itu beliau juga dikenal sebagai Imam Ahlu al-Ra’yu dan Ahli Fiqih di Iraq. Dia juga yang mendirikan Mazhab Hanafi. Imam as-Syafi’i pernah berkata. “manusia sangat membutuhkan seorang seperti Abu Hanifah dalam bidang Ilmu Fiqh”.

Ketekunan

Abu Hanifah mulai menekuni ilmu pengetahuan sewaktu dia ikut ayahnya berdagang ke pasar menjual kain sutra. Di samping berdagagng dia juga tekun membaca al-Qur’an dan menghafalnya. Kecerdasannya itu menarik perhatian  orang-orang yang mengenalnya pada saat itu. Imam Abu Hanifah mendapat nasehat dari seseorag yang bernama Asy-Sya’bi, supaya Abu Hanifah mencurahkan semua perhatiannya kepada ilmu pengetahuan. Dengan nasehat itu Abu Hanifah mulai terjun ke lapangan ilmu. Abu Hanifah mula-mulaya belajar Ilmu Qira’at, Hadits, Nahwu, Sastra, Syair, Teologi dan ilmu yang lainnya yang ada pada saat itu. Dengan ketajaman pemikiran yang dimilikinya dalam memamhami ilmu-ilmu tersebut, sehingga nama beliau terkenal sebagai salah seorang tokoh yang terpandang dalam ilmu tersebut. Beliau juga salah seorang yang sanggup menangkis ajaran Khawarij yang doktrin ajarannya sangat bersifat ekstrim.

Belajar Ilmu Fiqh dan Hadits

Setelah mempelajari ilmu tersebut, Abu Hanifah pergi ke Kufah untuk mempelajari Ilmu Fiqh. Di Kufah saat itu terdapat beberapa halaqah ulama antara lain: pertama Halaqah Muzakarah (Bidang Akidah). Kedua, Halaqah Muzakarah Bidang Fiqh. Abu Hanifah berkonsentrasi kepada Ilmu Fiqh. Selain mempelajari Ilmu Fiqh, Abu Hanifah mempelajari ilmu yang lainya seperti: Qira’at, Arabiyah, dan Ilmu Kalam. Dia juga ikut berdiskusi dalam bidang Ilmu Kalam dan  menghadapi partai-partai keagamaan yang tumbuh pada saat itu.

Dalam kesehariannya Abu Hanifah disibukkan dalam mencari atsar atau Hadits dan juga melakukan rihlah (perjalanan) untuk mencari hal itu dan beliau ahli dalam bidang Ilmu Fiqh. Dia dikenal mempunyai kelebihan dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang rumit. Jika ada suatu permasalahan yang tidak dapat diselesaikan dalam masyarakat, maka kepada beliaulah diserahkan permasalahan tersebut.

Beliau juga sempat bertemu dengan para-para sahabat Nabi Muhammad yang masih hidup pada ketika itu, diantaranya:

  • Anas bin Malik
  • Abdullah bin Harist
  • Abdullah bin Abi Aufah
  • Watsillah bin al-Aqsa
  • Ma’qil bin Yasar
  • Abdullah bin Anis
  • Abu Thaufal (‘Amir bin Watsillah)

Guru Imam Abu Hanifah

Di antara orang-orang yang pernah menjadi guru Abu Hanifah antara lain:

  • Muhammad al-Baqir
  • Imam Ady bin Tsabit
  • Imam Abdurrahman bin Harmaz
  • Imam Amr bin Dinar
  • Imam Manshur bin Mu’tamir
  • Imam Syu’bah bin Hajjaj
  • Imam Ashim bin Abin Najwad
  • Imam Salamah bin Kuhail
  • Imam Qatadah

Artikel Terkait

Baca juga:

IMAM MALIK DAN KETEKUNAN SEORANG ILMUAN

BIOGRAFI SINGKAT IBNU MAJAH

RIWAYAT HIDUP IMAM SYAFII

Mohammad Ridwan

Mahasiswa IAIN STS Jambi dan Penulis Aktif Bidang Keagamaan

Related Posts

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!