BIOGRAFI TOKOH

IMAM MALIK DAN KETEKUNAN SEORANG ILMUAN

Nama lengkap Imam Malik ialah Abu Abdillah Malik bin Anas bin Malik bin Anas bin Al-Harist bin Ghaiman bin Khutsil bin Amr bin al-Harist al-Asbahiy al-Humairy. Imam Malik merupakan ulama besar yang terkenal di Kota Madinah pada waktu itu dia dilahirkan pada tahun 93 H, di suatu tempat yang bernama Dzul Mar’ah yaitu tempat yang subur oleh tanahnya di tengah padang pasir di utara Kota Madinah.

Ayah Imam Malik bernama Anas bin Malik, sedangkan ibunya bernama Siti al-Aliyah binti Syuraib bin Abdurrahman bin Syuraik bin al-Azadiyah. Menurut riwayat, al-Aliyah mengandung Imam Malik selama kurang lebih dua tahun. Kakek Imam Malik bernama Malik bin Anas masih termasuk salah satu thabi’in besar dan salah seorang yang ikut memikul keranda Ustman bin Affan untuk mengantar kekuburannya.

Ketika Imam Malik dilahirkan, pemerintahan Islam pada waktu itu masih di bawah pemerintahan Kepala Negara Sulaiman bin Abdul Malik (dari suku Bani Umayyah). Imam Malik berasal dari keturunan Bangsa Arab dari dusun yang bernama Dzu Ashbah, dusun ini terletak di kota Himyer dari jajahan Negeri Yaman.

Sejak kecil Imam Malik sudah mempelajari Ilmu Agama, terutama mempelajari Ilmu al-Qur’an dengan sangat lancar dan fasih di luar kepalanya, di sini nampak kecerdasan yang dimiliki oleh Imam Malik. Pada usianya menginjak tujuh belas tahun dia sudah memahami Ilmu-ilmu Agama. Dalam Bidang Hadis, Imam Malik belajar dengan pamannya yang bernama Abu Suhall, seorang ulama yang terkenal pada masa itu. Di samping ia belajar dari pamannya, Imam Malik juga belajar dengan para Ulama-ulama yang lain, yang berkunjung ke Kota Madinah pada waktu itu.

Imam Malik banyak mempunyai guru-guru tempat dia menimba Ilmu, bahkan ada yang berpendapat  bahwa Imam Malik mempunyai guru sebanyak 900 orang. Sedangkan di dalam pendapat yang lain penulis mengutip tentang jumlah guru Imam Malik, yaitu sebanyak 700 orang, 300 orang dari kalangan thabi’in. Di antaranya Imam Abdurrahman bin Harmaz seorang ulama besar di Kota Madinah. Imam Malik belajar dengannya tentang Ilmu Fiqh. Sesudah Imam Malik  belajar Ilmu Fiqh, ia kemudian belajar Ilmu Hadis kepada guru-gurunya yang lain seperti, Imam Nafi’ Maula Ibnu Umar, Imam Ibnu Syaibah Az-Zuhri, Imam Ja’far bin Muhammad bin Ali, Imam Ibrahim bin Abi Ablah al-Uqaily, Imam Ismail bin Abi Hakim al-Madany, Imam Humaid bin Abi humaid at-Ta’wil dan lain sebagainya.

Dengan ketekunan dan kesungguhan yang dimiliki Imam Malik dalam mencari Ilmu, akhirnya Imam Malik mucul sebagai ulama besar di Kota Madinah. Imam Malik dikenal sebagai ulama yang teliti dalam bidang Ilmu Hadis. Ibnu Hibban mengatakan Imam Malik adalah orang yang pertama di kalangan Fuqaha’ di Madinah yang menyeleksi para periwayat-periwayat hadis. Imam Malik tidak mau menerima hadis jika hadis tersebut diriwayatkan dengan orang yang tidak tsiqah, beliau juga tidak mau meriwayatkan hadis melainkan meriwayat hadis yang shahih, salah satu murid beliau yang pernah menimbah ilmu dengannya ialah Imam Syafi’i.

Adapun murid-murid Imam Malik yang kita kenal sangatlah banyak, tapi disini kami hanya menyebutkan sebagiannya saja di antaranya:

  • Imam Muhammad Idris asy-Syafi’i
  • Imam Ismail bin Hammad
  • Imam Abdullah
  • Imam Abdurrahman bin Qasim
  • Asyhab bin Abdul Aziz
  • Imam bin Abdullah bin Abdul Hakam
  • Imam Zayyad bin Abdurrahman

Menurut sebuah riwayat, karakter fisik Imam Malik adalah pribadi yang kuat. Imam Malik adalah seorang yang mempunyai kulit merah yang kekunigan, badan yang tinggi besar, kepalanya besar serta botak, dan memiliki janggut yang panjang. Adapun hal yang menarik di dalam keperibadiannya, beliau termasuk salah seorang yang berjiwa besar dalam menyampaikan ilmu dan agama kepada orang lain. Salah satu karya dari beliau ialah Kitab Hadis yang berjudul “Al-Muwatta’” salah satu Kitab Hadis yang terkenal di seluruh penjuru dunia hingga saat ini.

Baca juga:

IMAM MALIK DAN KETEKUNAN SEORANG ILMUAN

BIOGRAFI SINGKAT IBNU MAJAH

RIWAYAT HIDUP IMAM SYAFII

Mohammad Ridwan

Mahasiswa IAIN STS Jambi dan Penulis Aktif Bidang Keagamaan

Related Posts

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!