PERADABAN ISLAM

JEJAK KEJAYAAN KERAJAAN MUGHAL

Pendahuluan

Sebagaimana pada artikel sebelumnya tentang asal usul Kerajaan Mughal, baca: KERAJAAN MUGHAL, kali ini akan diungkap rekam jejak kejayaan Kerajaan Mughal. Membahas kemajuan Kerajaan Mughal sungguh sangat mengagumkan karena Kerajaan Islam ini mengalami kemajuan hampir di semua bidang. Berikut runtutan kemajuan Kerajaan Islam ini.

Bidang Politik dan Administrasi Pemerintahan

Kemajuan dalam bidang ini ditandai dengan perluasan wilayah dan konsolidasi kekuatan. Usaha ini berlangsung hingga masa pemerintahan Aurangzeb. Pemerintahan daerah dipegang oleh seorang Sipah Salar (KepaLa Komandan), sedang sub distrik dipegang oleh Faujdar (Komandan). Jabatan-jabatan sipil juga diberi jenjang kepangkatan yang bercorak kemeliteran. Pejabat-pejabat itu memang diharuskan mengikuti latihan kemeliteran. Akbar menerapkan politik “Toleransi Universal” (sulakhul). Dengan politik ini, semua rakyat India dipandang sama. Mereka tidak dibedakan karena perbedaan etnis dan agama. Politik ini dinilai sebagai model toleransi yang pernah dipraktekkan oleh Penguasa Islam. sementara itu pada masa Akbar terbentuk landasan dan geografis bagi kekuasaan imperium yang dijalankan elit militer dan politik terdiri dari pembesar-pembesar Afganistan. Iran Turki dan Muslim India. Peran penguasa di samping sebagai seorang Panglima Tentara juga sebagai Pimpinan Jihad. Para pejabat dipindahkan dari sebuah jagir lain untuk menghindarkan mereka mencapai interes yang besar dalam sebuah wilayah tertentu. Jagir adalah sebidang tanah yang diperuntukkan bagi pejabat yang sedang berkuasa. Wilayah imperium dibagi kedalam beberapa propinsi dan distrik yang dikelola seorang yang dipimpin oleh pejabat pemerintahan pusat untuk mengamankan pengumpulan pajak dan untuk mencegah penyalahgunaan oleh kaum petani.

Bidang Ekonomi

Dalam konteks ekonomi, telah terbentuk usaha sistem peminjaman usaha pertanian. Adanya sistem pemerintahan lokal yang digunakan untuk mengumpulkan hasil pertanian dan melindungi petani yang dikepalai oleh seorang pejabat local yang dinamakan Muqaddam atau Patel, yang mana kedudukan yang dimilikinya dapat diwariskan, dan bertanggungjawab kepada atasannya untuk menyetorkan penghasilan dan menghindarkan tindak kejahatan. Sistem pengumpulan pajak yang diberlakukan pada beberapa provinsi utama pada imperium ini. Perpajakan dikelola suatu badan yang sesuai dengan sistem zabt. Sejumlah pembayaran tertentu dibebankan pada tiap unit tanah dan harus dibayar dengan tunai. Perdagangan dan pegolahan industri pertanian mulai berkembang pada masa Akbar konsesi perdagangan diberikan kepada The British East India Company (EIC). Perusahaan Inggris India Timur untuk menjalankan usha perdagangan di India sejak tahun 1600 M. mereka mengekspor katun dan busana stera India, bahan baku sutera, sendawa, nila dan rempah dan mengimpor perak dan jenis logam lainnya dalam jumlah yang besar.

Bidang Agama

Pada masa Akbar, perkembangan Agama Islam di Kerajaan Mughal mencapai suatu fase menarik di mana pada masa itu Akbar memproklamasikan sebuah cara baru dalam beragama, yaitu konsep Din-Ilahi. Karena aliran ini Akbar mendapatkan kritik dari berbagai lapisan umat beragama di India. Perbedaan kasta di India membawa kecenderungan terhadap pengembangan Islam. Seperti pada Daerah Benggala, Islam disambut dengan tangan terbuka oleh penduduk terutama dari kalangan kasta rendah yang merasa disia-siakan dan dikutuk oleh kalangan golongan Arya Hindu yang angkuh. Pengaruh Persia sangat kuat, hal itu terlihat dengan digunakannnya bahasa Persia menjadi bahasa resmi Mughal dan bahasa dakwah oleh sebab itu percampuran budaya Persia dengan budaya India dan Islam melahirkan budaya Islam India yang dikembangkan oleh Dinasti Mughal. Di samping itu, perkembangan aliran keagamaan Islam di India juga semakin membaik. Sebelum Dinasti Mughal. Muslim India adalah penganut Sunny fanatik, tetapi penguasa Mughal memberi tempat bagi Syi’ah untuk mengembangkan pengaruhnya. Pada masa ini juga dibentuk sejumlah badan keagamaan berlandaskan persekutuan terhadap mazhab hukum, thariqat Sufi, persekutuan terhadap ajaran Syaikh, ulama dan wali individual. Mereka terdiri dari warga Sunni dan Syi’i. Pada masa Aurangzeb berhasil disusun sebuah risalah hukum Islam atau upaya kodifikasi hukum Islam yang dinamakan fattawa alamgiri. Kodifikasi ini ditujukan untuk meluruskan dan menjaga Syari’at Islam yang nyaris kacau akibat politik Sulakhul dan Din-i-Ilahi.

Bidang Seni dan Budaya

Munculnya beberapa karya sastra tinggi seperti padmavat yang mengandung pesan kebajikan manusia karya Muhamamd Jayazi, seorang penyair istana. Abu Fadhl menulis Akbar Nameh dan Aini Akbar yang berisi sejarah Mughal dan pemimpin-pemimpinnya kerajaan Mughal. Kerajaan Mughal termasuk sukses dalam bidang arsitektur. Taj Mahal di Agra merupakan puncak karya arsitektur, diikuti oleh Istana Fatpur Sikri peninggalan Akbar dan Mesjid Raya Delhi di Lahore. Di kota Delhi Lama (Old Delhi) sebagai lokasi bekas pusat Kerajaan Mughal terdapat Menara Qutub Minar (1199), Mesjid Jami’ Quwwatul Islam (1197), Makam Iltutmish (1235), Benteng Alai Drwaza (1305), Mesjid Khirki (1375), dan Makam Nashiruddin Humayun; Raja Mughal ke 2 (1530-1555). Di kota Hyderabat, terdapat empat Menara Benteng Char Minar (1591). Sementara itu di Kota Jaunpur, berdiri tegak Masjid Atala (1405). Taman-taman kreasi Mughal yang menonjolkan gaya campuran yang harmonis antara Asia Tengah, Persia, Timur Tengah dan Lokal.

Related Posts

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!