WARNA-WARNI ISLAM

JILBAB SEBAGAI CERMINAN MUSLIMAH SEJATI

Ajaran Islam mengharuskan para muslimah menutup aurat dengan sempurna. Aurat wanita adalah seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan dan telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadist bahwa kewajiban seorang muslimah yaitu mengenakan Jilbab secara istiqomah (konsisten), tetapi bisa kita lihat bahwa wanita muslim sekarang masih banyak yang tidak menggunakan jilbab, mereka menggunakan pakaian yang terbuka ditempat umum.

Jilbab menurut Kamus Al-Qur’an yaitu baju/pakaian yang panjang yang dapat menutup kepala, muka, dan dada. Seperti yang dikatakan Imam Raghip “ jilbab yaitu pakaian yang longgar yang terdiri atas baju panjang dan kerudung yang menutup badan kecuali muka dan telapak tangan”.[1]

Jilbab dalam pandangan Rasulullah, Rasulullah SAW bersabda “Terdapat dua kelompok penghuni neraka dan bahkan aroma surga  (yang tercium hingga jarak lima ratus tahun perjalanan ) tidak akan tercium oleh mereka, yaitu: orang-orang zalim yang menipu masyarakat dan para wanita yang mengenakan jilbab tidak sopan dan telanjang”. Dalam hadis tersebut dikatakan wanita yang berjilbab tetapi masih menggunakan pakaian yang ketat dan menampakkan lekuk tubuhnya serta menampakkan keindahan dirinya dihadapan orang-orang serta memikat hasrat orang tersebut maka neraka lah tempat tinggalnya.[2]

Dalam Islam jilbab mempunyai tujuan yaitu menutup aurat dan untuk berhias, karena itulah Allah SWT memberi anugerah kepada manusia berupa pakaian dan perhiasan, menurut Ruliana secara garis besar jilbab berfungsi sebagai “ pembeda, pembentuk perilaku dan pembentuk emosi”. Sehingga seorang muslimah yang menggunakan jilbab akan merasakan ketenangan didalam hatinya karena, dia sudah menjalankan syariah Islam, merasa aman dan tentram dari gangguan orang-orang jahil, dan dia akan menjaga emosinya apabila akan melakukan perbuatan keji.[3]

Hijab untuk perempuan adalah untuk menghormatinya dan menjaganya dari pandangan nakal serta mengangkatnya dari peringkat perempuan nakal yang bejat. Dalam firman Allah SWT yang Artinya : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin : hendaklah merekan mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang `demikian itu, supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu……”(Al-Ahzab : 59). Maksudnya yaitu wanita yang berjilbab dikenal kehormatannya, sehingga mereka tidak bergabung dengan wanita nakal,dan orang yang suka berbuat mesum.[4]

Ada banyak manfaat dan kemaslahatan yang bisa diambil oleh para wanita saat menutup aurat atau berjilbab yaitu : “Sebagai bukti kecintaan terhadap Allah SWT , untuk menjaga kesucian, sebagai bentuk ketakwaan, Menjadi wanita yang punya rasa malu, hijab adalah kekuatan jiwa seorang wanita, Hijab adalah perisai diri, Hijab akan memperkuat control sosial, Hijab sebagai Tanggungjawab moral dan dakwah”. Hijab merupakan tanda ketaatan wanita muslimah pada Allah dan Rasulnya, Allah menjadikan hijab sebagai kesucian bagi hati orang orang mukmin, laki-laki maupun perempuan, Orang yang istiqomah dalam berhijab akan mengusahakan dirinya untuk jauh dari kemaksiatan, dengan begitu hati dan pikiran semakin mantap dalam ketakwaan untuk menutupi auratnya dan juga mampu menutupi hatinya, Rasa malu adalah sifat yang harus dipelihara oleh wanita apalagi di zaman sekarang yang memaksa wanita muslimah untuk melepaskan sifat malunya dan busana muslimahnya, Kekuatan jiwa seorang wanita atas kemuliaan dan harga dirinya, Dengan menutup aurat, peluang laki-laki untuk menggoda sangat kecil. Hijab sebagai tanda menahan diri dari maksiat, Hijab mendorong wanita untuk memiliki beban moral bahwa dirinya harus lebih baik.[5]

Manfaat dari hijab salah satunya menjadikan wanita yang punya rasa malu, Rasa malu merupakan tabiat seorang wanita yang merupakan suatu kebaikan dan cabang dari keimanan. Rasa malu seorang wanita harus benar-benar dipelihara, Sahabat Rasulullah yang bernama Abu Sa’id Al-Khudri berkata “ Rasulullah SAW lebih malu daripada seorang gadis yang berada dalam pingitan; apabila beliau melihat sesuatu yang dibencinya, kami mengetahui dari wajahnya” (Muttafaq Alaih)”.[6]

Menurut penelitian bahwa “ Wanita yang terkena panas matahari karena memakai pakaian “you can see” berpotensi terserang penyakit kanker kulit 13 kali lipat dibandingkan wanita yang menggunakan jilbab seluruh tubuh”. Wanita berjilbab lebih sedikit terkena kanker karena ia menutup seluruh tubuhnya dari serangan sinar matahari.[7]

Dalam bidang kesehatan disebutkan “Wanita cenderung lebih besar resikonya dibandingkan laki-laki untuk terkena penyakit kulit seperti kanker kulit”. Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanker kulit adalah dengan menutupi kulit, salah satunya dengan berjilbab. Karena dengan berjilbab kita terlindung dari sinar UV.[8]

Allah SWT berfirman “ katakanlah kepada wanita yang beriman, “ Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah, mereka menutupkan kain kerudung kedadanya…”(QS.An-Nur(24):31)”.  Namun jilbab, kini bukan digunakan untuk menutup aurat tetapi sebagai tren mode, dan juga banyak busana atau jilbab yang tidak memenuhi syariat Islam,biasanya kerudung yang digunakan hanya untuk menutup kepala,dan kain sisanya dililitkan dileher. Seharusnya kain kerudung harus menjuntai dan menutup sampai kedada.”[9]

Para fukaha telah menetapkan bahwa ”semua tubuh wanita adalah aurat, kecuali muka dan telapak tangan karena keduanya bukan termasuk aurat, Maka orang boleh melihat kepada keduanya apabila terjaga dari fitnah”. Hal ini dijelaskan bahwa aurat wanita yang boleh terlihat hanya muka dan telapak tangan. [10]

Pakaian yang dianggap menutup aurat adalah pakaian yang longgar, tebal, daan tidak menyerupai pakaian laki-laki. Pakaian wanita dalam Islam itu juga tidak menyerupai pakaian orang kafir dan juga tidak pakaian yang syurah atau mencari ketenaran.[11]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menafsirkan kata-kata “ Kasyifatun ‘Ariyatun” bahwa “ wanita itu menggunakan pakaian tetapi pakaian tersebut tidak dapat menutupi, sehingga kelihatan berpakaian tetapi kenyataannya telanjang”. Padahal pakaian yang sebenarnya yaitu harus menutupi seluruh badan sehingga tidak ada anggota badannya yang tampak dan juga tidak kelihatan bentuk tubuhnya karena memang pakaiannya tebal dan longgar.[12]

Syarat syarat yang harus dipenuhi oleh seorang perempuan dalam berbusana adalah: tidak terbuka, tidak ketat, dan tidak mencolok.  Banyak sekali kita menemukan pakaian yang panjang. Tetapi, pakaian itu terlihat sempit sehingga mempertontonkan seluruh bagian tubuhnya.[13]

Adz-Dzahabi berkata “ Yang termasuk perbuatan-perbuatan yang menyabkan wanita dilaknat adalah menampakkan perhiasannya seperti,emas dan intan yang dipakai dibawah kerudunnya serta memakai wangi-wangian bila keluar rumah”. Ini dimaksud bahwa Allah SWT membenci para wanita yang menampakkan perhiasan dan memakai wangi wangian jika hendak keluar rumah, oleh karena itu perhiasan dan wangi-wangian tidak semestinya digunakan kecuali wanita tersebut ingin menyenangkan hati suami.[14]

Sesuai dengan Qur’an surat An-Nur dan Al-Ahzab yang menjelaskan bahwa “ jilbab seorang wanita diluar rumah, yaitu yang sempurna dengan syarat-syaratnya”. Karena jika wanita keluar rumah dengan menggunakan pakaian terbuka tanpa menggunakan pakaian atau jilbab yang sesuai dengan syariat maka peluang laki-laki untuk menggodanya besar.[15]

[1] Radhiya Bustan, “Motivasi Berjilbab Mahasiswi UAI,” Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, Vol.2. No. 3,(2014).

[2] Ali Mir Khalaf Zaadeh,Kisah-Kisah Jilbab (Jakarta: Qorina, 2006).

[3]Radhiya Bustan, “Motivasi Berjilbab Mahasiswi UAI,” Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, Vol.2. No. 3,(2014).

[4] Ahmad Al-hajji Al-Kurdi, Hukum-hukum Wanita dalam Fiqih Islam(Semarang: Dina Utama, TT).

[5] Nur Kholish Rif’ani, Jadilah Muslimah Ahli Surga( Yogyakarta: Semesta Hikmah, 2013).

[6] Husnul Albab, Wanita Yang dicintai dan dibenci Allah Swt(Surabaya: CV. Karya Agung, 2011).

[7] Muhammad Rasyid Al-uwayyid, Pembebasan perempuan (Jogjakarta:’Izzan Pustaka, 2002).

[8]Nunik Sulistika,  Rahasia Muslimah cantik(Yogyakarta: Pro-U Media, 2013).

[9] Nunik Sulistika,  Rahasia Muslimah cantik.

[10]Ahmad asy-Syarbashi, Yas’alunaka( Jakarta: Lentera, 2007).

[11] Shalih bin Ghanim As-sadlan, Intisari Fiqih Islam (Surabaya: Pustaka La Raiba Bima Amanta, 2007).

[12] Ummu Syafa Suryani Arfah, Menjadi Wanita Shalihah(Jakarta: Eska Media, 2010).

[13] Syaikh Mutawalli As-sya’rawi, Fikih Perempuan (Muslimah)(TK : Amzah, 2005).

[14] Abdullah Abdul Fatah, 70 perilaku wanita yang menyalahi syariat(Jakarta: Najla Press, 2004).

[15] Abu Abdullah Haman Bin Ahmad Al-Marakisy,  Sorotan bagi perempuan muslimah( Yogyakarta: Mumtaz,  2012).

Penulis: Cahyo Widiyanti (Mahasiswi Jurusan KPI Fakultas Ushuluddin IAIN STS Jambi)

Mahasiswa FU

Mahasiswa FU adalah Mahasiswa yang menyumbangkan artikelnya untuk website Kajian Pemikiran Islam. Identitas personal terdapat pada bagian bawah artikel.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!