PERADABAN ISLAM

KEBERHASILAN ISLAM MEMASUKI SPANYOL

Kemenangan-kemenangan yang dicapai oleh Islam tampak begitu mudah. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari adanya faktor eksternal dan internal yang menguntungkan. Yang dimaksud dengan faktor eksternal ialah suatu kondisi yang terdapat di dalam negeri Spanyol sendiri. Pada suatu penaklukan Spanyol oleh Islam, kondisi sosial politik dan ekonomi Spanyol berada dalam keadaan yang menyedihkan. Secara politik, wilayah Spanyol terkoyak-koyak dan terbagi-bagi ke dalam beberapa negeri kecil. Bersamaan dengan itu penguasa Kerajaan G̤otik bersikap tidak toleran terhadap aliran agama yang dianut oleh penguasa negeri-negeri kecil ini yaitu aliran Monofisit, terlebih terhadap penganut agama lain yakni Yahudi. Penganut agama Yahudi yang merupakan bagian terbesar dari penduduk Spanyol dipaksa untuk dibaptis menurut agama Kristen. Bagi yang tidak mau disiksa dan dibunuh secara brutal. Rakyat dibagi-bagi ke dalam sistem kelas sehingga keadaannya diliputi oleh kemelaratan, ketertindasan, dan ketiadaan persamaan hak. Dalam situasi seperti ini, kaum yang tertindas menanti kedatangan juru pembebas, dan juru pembebas ditemukan dalam diri Islam.

Berkenaan dengan itu, maka ketika Afrika Utara di bawah kekuasan Islam menikmati kenyamanan dalam segi material, kebersamaan, keadilan, dan kesejahteraan, tetangganya di jazirah Spanyol berada dalam keadaan yang meyedihkan di bawah kekuasaan tangan besi Penguasa G̤ot̤ik. Di sisi lain, Kerajaan berada dalam kemelut yang membawa akibat pada penderitaan rakyatnya. Akibat perlakuan yang keji, koloni-koloni Yahudi yang penting menjadi tempat-tempat perlawanan dan pemberontakan. Perpecahan dalam negeri Spanyol ini banyak membantu keberhasilan campur tangan Islam (711). Perpecahan ini banyak coraknya dan sudah ada jauh sebelum Kerajaan G̤otik berkuasa.

Perpecahan politik memperburuk keadaan ekonomi rakyat Spanyol. Ketika Islam masuk ke Spanyol, ekonomi masyarakat dalam keadaan lumpuh, padahal sewaktu Spanyol berada di bawah pemerintahan Romawi, ekonominya makmur berkat kesuburan tanahnya dan pertaniannya yang maju. Demikian juga dalam bidang pertambangan, industri, dan perdagangan maju pesat karena didukung oleh sarana transportasi yang baik. Akan tetapi setelah Spanyol berada di bawah kekuasaan Kerajaan G̤ot̤ik, perekonomian lumpuh dan kesejahteraan masyarakat menurun. Hektaran tanah dibiarkan terlantar tanpa digarap, beberapa pabrik ditutup, dan antara satu daerah dan daerah lain sulit ditembus karena jalan-jalannya rusak.

Dengan demikian buruknya kondisi sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan tersebut terutama disebabkan oleh keadaan politik yang kacau. Kondisi tersebut terjadi pada masa pemerintahan Raja Roderick, Raja Kerajaan G̤ot̤ik terakhir yang dikalahkan oleh Islam. Awal kehancuran Kerajaan G̤ot̤ik ketika Raja Roderick memindahkan Ibu Kota negerinya dari Sevilla ke Toledo, sementara Witiza yang ketika itu menjadi penguasa negeri Toledo, diberhentikan beitu saja. Tindakan ini memancing amarah dari Oppas dan Achila, kakak dan anak Witiza. Kemudian keduanya bangkit menghimpun kekuatan untuk menjatuhkan Raja Roderick. Mereka pergi ke Afrika Utara dan bergabung dengan kekuasaan Islam. Sementara itu terjadi pula konflik antara Raja Roderick dan Ratu Julian, mantan penguasa wilayah Septah. Ratu Julian juga bergabung dengan umat Islam di Afrika Utara dan mendukung usaha umat Islam untuk menguasai Spanyol. Raja Julian bahkan memberikan pinjaman empat buah kapal yang dipakai oleh T̤ārif bin Mālik, T̤āriq bin Ziyād, dan Mūsā bin Nus̤air. Hal lainnya yang menguntungkan tentara Islam bahwa tentara Raja Roderick yang terdiri dari para budak yang tertindas tidak lagi mempunyai semangat perang. Selain itu, orang Yahudi yang selama ini tertekan juga mengadakan persekutuan dan memberikan bantuan bagi perjuangan Islam.

Adapun yang dimaksud dengan faktor internal adalah suatu kondisi yang terdapat dalam tubuh penguasa, tokoh-tokoh pejuang, dan para perajurit Islam yang terlibat dalam penaklukan Spanyol pada khususnya. Para pemimpin adalah tokoh-tokoh yang tangguh, tentaranya yang kuat, bersatu, dan penuh percaya diri. Mereka pun cakap, berani, dan tabah dalam menghadapi setiap persoalan. Tidak kalah pentingnya ialah ajaran Islam yang ditunjukkan oleh tentara Islam, yaitu toleransi, persaudaraan, dan tolong menolong. Sikap toleransi agama dan persaudaraan yang terdapat dalam pribadi umat Islam itu menyebabkan penduduk Spanyol menyambut kehadiran Islam di Spanyol.

Jadi, dapat dilihat bahwa Islam masuk dan menduduki Spanyol mulai sejak masa awal pemerintahan Daulah Banī ‘Umayyah di Damaskus. Masuknya Islam ke Spanyol tidak secara langsung dari Damaskus, tetapi melalui Afrika Utara yang sudah terlebih dahulu dijadikan sebagai provinsi. Masuknya Islam ke Spanyol dikarenakan oleh adanya permintaan bantuan dari penduduk Spanyol yang merasa dizalimi oleh penguasa Kerajaan G̤otik yang merupakan boneka Romawi. Penduduk Spanyol mengajak umat Islam Afrika Utara bersama-sama menaklukkan Kerajaan G̤otik untuk membangun kembali Spanyol dan mengembalikan kajayaannya. Maka di bawah kekuasaan Islam ini Spanyol Islam berhasil mencapai kejayaannya.

Muhammad Rusydi

Dosen Pemikiran Islam pada Fakultas Ushuluddin IAIN STS Jambi

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!