GAGASAN PENULIS SAINS

KIAT MENINGKATKAN KUALITAS UMAT

“Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Qs. Al-Hujurat, 13)

Artikel ini merupakan sebuah pemikiran kecil yang dimaksudkan untuk mengingatkan Umat Islam untuk terus berupaya meningkatkan kualitas dirinya, baik dalam ranah sains dan teknologi maupun dalam ranah spiritualitas dan iman. Artikel ini menghimbau Umat Islam untuk sedapat mungkin menghindari budaya yang tidak ada tuntunannya dalam al-Qur’an semisal budaya penyesatan, pengkafiran, dan provokasi keagamaan lainnya khususnya terhadap sesama Muslim, saudara mereka.

Al-Qur’an telah telah menganjurkan Umat Islam untuk memiliki dan mengembangkan semangat keterbukaan dan positive thinking dalam setiap upaya mencari ilmu pengetahuan, kemajuan, persaudaraan dan kedamaian. Dalam konteks ini kaum Muslim dituntut untuk mampu mengembangkan kreatifitas keilmuannya di tengah-tengah maraknya modernisasi dan globalisasi. Ada dua hal penting untuk dipaparkan terkait motivasi al-Qur’an dalam peningkatan kualitas umat ini; pertama, doktrin keterbukaan dalam upaya mencari ilmu dan mengembangkan pemikiran, Kedua, satu pertanyaan penting mengapa Islam merupakan agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam?

Dalam hal doktrin keterbukaan, kita bisa mengambil contoh dalil-dalil yang paling sederhana. Sebutlah misalnya hadis-hadis Nabi tentang tuntutan menuntut ilmu kemana dan kepada siapapun tanpa memandang latar belakang apapun, asalkan membawa kemaslahatan. Beberapa hadis dalam konteks ini misalnya; “Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina”, “Ilmu pengetahuan itu adalah milik orang mukmin yang hilang, dimana saja ia mendapatkannya, maka ia lebih berhak memilikinya daripada orang lain”. Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib ra. juga pernah berkata; “Lihatlah terhadap apa yang dikatakan, jangan melihat kepada siapa yang mengatakannya”.

Beberapa dalil di atas, jelas menunjukkan adanya semangat keterbukaan dalam Islam dalam rangka untuk mencapai pengetahuan, pengembangan pemikiran dan kejayaan. Melalui sejarah Islam, kita juga dapat mengambil pelajaran mengapa pada abad klasik, Islam pernah mengalami masa-masa keemasan dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan kerangka dasar teknologi. Muncullah kemudian para filosof dan pemikir dalam segala bidang seperti astronomi, fisika, kimia, kedokteran, filsafat, teologi dan sebagainya. Jawabannya tidak lain adalah karena Umat Islam pada masa-masa itu bersifat terbuka dalam mencari ilmu dan menggapai kemajuan. Tidak menjadi persoalan ilmu tersebut berasal dari mana (orang Barat, orang kristen dan sebagainya) semampang hal itu untuk tujuan kemajuan dan kebaikan. Bukankah khazanah keilmuan yang diperoleh Umat Islam kala itu merupakan kolaborasi antara khazanah Yunani dan pemikiran Muslim kala itu?

Sementara itu dalam hal bahwa Islam merupakan agama rahmat bagi seluruh alam, merupakan rentetan fenomena sebagai dampak dari hal yang pertama di atas. Ungkapan bahwa Islam pernah memberikan sumbangan besar bagi kemajuan di Barat dan Eropa, merupakan indikator utama adanya peran-peran “rahmat” dari agama Islam terhadap seluruh umat di dunia. Seorang ahli perbandingan Filsafat Islam dan Yahudi, Austryn Wolfson, pernah menulis buku berjudul “Repercussion of kalam in Jewish Philosophy (pengaruh ilmu kalam dalam Filsafat Yahudi). Di samping Wolfson, pemikir Yahudi terbesar yakni Moses The maimonides, menulis karya-karyanya dalam Bahasa Arab dan menggunakan argumen dan logika Islam (termasuk menggunakan al-Qur’an) untuk mendukung tafsiran-tafsirannya.

Islam – melalui ilmuan-ilmuan klasiknya – justru banyak memberikan rahmat kepada orang-orang Barat, sementara Umat Islam saat ini masih mengalami ketertinggalan dalam banyak aspek, khususnya sains dan teknologi. Bukankah orang-orang Barat merupakan penerus atau pemungut kekayaan ilmu pengetahuan milik para ilmuan Muslim klasik. Sebagian penyakit umat saat ini adalah adanya penolakan terhadap Barat dalam segala aspek. Penolakan terhadap Barat seharusnya hanya berkenaan dengan aspek budaya yang tidak sesuai dengan tuntunan al-Qur’an, sementara dalam ranah sains dan teknologi – dengan mengambil teladan Nabi dan ilmuan klasik – seharunsya tetap melakukan interaksi dengan pihak manapun, tak terkecuali Barat sekalipun.

Umat Islam terdahulu (pada abad klasik) merupakan Umat Islam yang secara psikologis merupakan manusia-manusia universalis dan globalis, yang siap berbaur, berinteraksi dengan umat-umat lainnya. Maka dalam konteks ini, wacana ghazw al-fikr perlu ditinjau kembali, diletakkan pada proporsi yang tepat atau bahkan ditiadakan sama sekali. Untuk memperoleh kemajuan dan kejayaan yang telah lama hilang, Umat Islam hendaknya kembali kepada dua hal penting yakni pertama, kembali kepada semangat al-Qur’an yang menganjurkan semangat keterbukaan dan kedua, mengaktualkan dan menguatkan kembali semangat self confident (kepercayaan diri) dalam menghadapi perubahan jaman yang semakin berwarna-warni. Karena secara langsung, kekhawatiran-kekhawatiran akan tersesat dan sejenisnya merupakan bentuk lain dari kelemahan Umat Islam serta ketidaksiapannya dalam menghadapi realitas yang semakin berubah.

Wallāhu A‘lam

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

  1. arif sulaiman says:

    By.arif
    Kebanyakan orang tidak mempertanyakan lagi apa yg tergantung dalam hadis,namun itu lah yg mengakibatkan manusia hanya tahu sekadarnya makna tentang hadis,sehingga pengetahuan itu makin dangkal dalam penafsiran hadis,jadi sebagai manusia tunggulah ilmu selagi itu baik dan bermanfaat,karna yg namanya ilmu itu sifat nya universal bagi seluruh manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!