KRITERIA PEMIMPIN YANG DIBUTUHKAN INDONESIA

Seorang tokoh masyarakat di negeri ini beberapa waktu lalu mengeluarkan pernyataan bahwa “Pemimpin Kafir yang adil lebih baik dari Pemimpin Beriman yang dhalim.” Saya ingat bahwa tokoh masyarakat ini sebenarnya mengutip pemikiran kenegaraan Ibnu Taymiyah (1263-1328), seorang pemikir kalam dan ulama Islam dari Harran, Turki. Pemikiran Ibnu Taymiyah ini lahir karena terpaan fenomena sosial di masa dia hidup di mana ia sering melihat kedzaliman pemimpin di bawah kekhilafahan Dinasti Abbsyiyah. Namun ketika pernyataan ini dibawa ke dalam konteks Indonesia, maka tentu saja hal itu terkesan janggal, apalagi momennya berbarengan dengan wacana kepemimpinan DKI Jakarta. Indonesia tidak lagi memiliki pemimpin tirani atau tidak adil sebagaimana yang terjadi pada masa-masa Dinasti Islam maupun Kekaisaran Romawi maupun Yunani. Dengan demikian, pernyataan tokoh tersebut dirasa bias dengan kepentingan politik tertentu.

Indonesia sebenarnya memiliki banyak calon pemimpin yang berkualitas dan memang lahir dari tanah tumpah darah ini serta mengerti budaya dan nilai-nilai lokal keindonesiaan. Hanya saja, keberadaan mereka tidak tersentuh dikarenakan permainan politik di negeri ini sudah begitu rendah dan kurang bermartabat karena ukuran kepemimpinan saat ini adalah materialisme, di mana calon pemimpin yang berkualitas tidak akan bisa lahir sekiranya mereka tidak didukung oleh mesin politik partai di mana mesin ini tentu saja membutuhkan keuangan yang cukup besar. Tragisnya lagi, teramat sedikit masyarakat kita yang masih memiliki prinsip dalam memilih pemimpin. Mereka begitu rentan terhadap iming-iming materi yang kemudian mempengaruhi pilihan mereka.

Tirani kepemimpinan di Indonesia dan hampir di seluruh negara-negara berkembang adalah belum mampunya negara-negara ini membatasi intervensi kepentingan asing dalam negerinya. Pemimpin tirani pada saat ini adalah pemimpin yang tega menghianati bangsanya sendiri ketika mereka bekerjasama dengan kepentingan asing dan mengorbankan kepentingan rakyat yang seharusnya lebih diutamakan. Saya menilai bahwa kriteria pemimpin di indonesia, baik di tingkatan Negara, Provinsi, maupun Kabupaten dan Kota yang harus menjadi prioritas utama adalah pemimpin dengan nasionalisme murni.

Sekarang, kriteria kepemimpinan seperti apa yang mendesak dibutuhkan Indonesia saat ini? Menurut saya, kriteria pemimpin Indonesia yang dibutuhkan saat ini dapat dijabarkan sebagai berikut;

1. Membela kesejahteraan rakyat,
2. Menjaga keutuhan NKRI,
3. Menjaga aset dan keamanan bangsa,
4. Tegas terhadap segala bentuk intervensi asing yang dapat menyengsarakan rakyat,
5. Tegas terhadap intervensi asing bukan berarti tidak mau bekerjasama dengan asing.

Kriteria tersebut sangat dibutuhkan untuk mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri. Kemandirian bangsa merupakan prasyarat bagi tegaknya NKRI yang tangguh, mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di tengah persaingan antar bangsa yang sangat keras saat ini. Pemimpin yang tidak memiliki kesadaran akan kondisi persaingan antar bangsa yang keras saat ini, hanya akan membawa bangsa Indonesia menjadi tumbal dan santapan empuk globalisasi dan persaingan bebas antar bangsa.

Jika kriteria pemimpin seperti ini memang telah ada, maka siapapun dia dengan latar belakang budaya, agama, etnis apapun, dia lebih layak untuk memimpin negeri ini. Kita harus tetap ingat dengan tumpahan darah para pahlawan yang secara ikhlas mereka tumpahkan demi kemerdekaan dan harkat martabat bangsa ini. Pemimpin tirani telah melupakan pengorbanan para pahlawan dan segala tindakan mereka justru dapat mengancam kelangsungan kemerdekaan bangsa ini.

About Badarussyamsi 64 Articles
Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Be the first to comment

Leave a Reply