POLITIK

MEMAHAMI POLITIK ISLAM DI MESIR

Sering kita mendengar seseorang mengatakan bahwa jangan berpolitik dan politik itu kotor  padahal Politik sesungguhnya telah dilakukan semenjak awal Islam yakni dilakukan oleh Rasulullah saw setelah  hijrah madinah dengan membentuk komunitas masyarakat yang terdiri dari berbagai agama dengan UUnya yang bernama Piagam Madinah serta Rasul sendiri sebagai pemimpinnya.

Maka sesungguhnya Islam tidak dapat dipisahkan dari politik karena Islam menuntun setiap hambanya untuk memiliiki pemimpin yang sholeh dan beriman kepada Allah. Islam juga mengajarkan agar setiap hamba peduli dengan kaumnya  terutama berhubungan dengan keimanan kepada Allah swt dalam kehidupan mereka. Dan pemimpin masyarakat akan sangat mempengaruhi kondisi masyarakat.

Pemimpin yang beriman kepada Allah SWT akan mengeluarkan kebijakan yang  sesuai syariah Allah swt dan mengajarkan masyarakat untuk mentaati segala perintah Allah SWT dan menjauhi  segala laranganNya. Sebaliknya pemimpin yang  ingkar kepada Allah agar mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan syariat Allah dan membiarkan masyarakat yang menyimpang dalam kehidupan  yang melakukan perbuatan bertentangan dengan niai-nilai Islam.

Diberbagai negara di dunia Islam, kaum muslimin secara bertahap mulai menyadari hal tersebut bersamaan dengan era kebangkitan Islam. Dimotori oleh para pemuda islam yang mengkaji dan memperdalam Islam kemudian mencoba menerapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Di timur tengah kita mengenal sebuah gerakan Islam yang sangat ditakuti barat dan bahkan dicap sebagai gerakan terorisme yang bernama ikhwanul muslimin  yang dalam sejarahnya sebagai gerakan Islamis yang pertama kali muncul di dunia Islam dengan misi mempersatukan kembali kekuatan politik umat Islam di dunia dengan mengusung ideologi, “Pan-Islamisme” ditengah kungkungan imprealisme Barat setelah runtuhnya Dinasti Ottoman di Turki pada tahun 1923.

Ikhwanul Muslimin didirikan oleh Hassan Al-Banna diinspirasikan oleh konsep Islam  mempunyai semangat perlawanan terhadap imprealisme Barat. Lahirnya gerakan ini  mendorong kesadaran umat islam di mesir untuk mengembalikan Islam walau mereka harus berhadapan dengan pembunuhan , pembantaian , perampasan harta dan jiwa mereka oleh kelompok yang tidak menginginkan Islam tumbuh di negeri tersebut dan memilih sekulerisme sebagai pengantinya. Berbagai kesulitan  harus dilalui gerakan Islam dalam menghadapi rezim rezim Gamal Abdul Nasser, Anwar Sadat, dan Hosni Mubarak. Walau akhirnya Hasan al-Banna syahid tertembak, Sayyid Qut}b digantung dan tokoh-tokoh lainnya harus terbunuh dan dipenjara namun gerakan Islam yang menjadikan al-Quran dan Sunnah sebagai ideologi pergerakan ini berkembang pesat di Mesir dan berbagai negara di dunia seperti Suriah, Yaman, Libya, Libanon, Al-Jazair, Maroko dan lain-lain bahkan pasca-revolusi mesir dengan jatuhnya Hosni Mubarak pada tangggl 25 Januari 2011, Ikhwanul Muslimin terlibat dalam percaturan politik dengan mendirikan partai politik, yaitu Partai Kebebasan dan Keadilan (H}izb al-H}urriyyah wa al-‘A<da>lah) yang mengantarkan tokohnya menjadi presiden Mesir dalam suatu pemilihan umum yang dilakukan secara demokratis. Walau dianggap sebagai gerakan terlarang dari sejak awal pergerakannya, Ikhwanul Muslimin dapat membuktikan bahwa mereka telah mendapatkan kepercayaan sebagian besar masyarakat mesir dengan berhasil menguasai parlemen mesir dan mendudukan M. Mursi tokoh Ikhwanul muslimin yang hafizh al-Quran sebagai Presiden Mesir melalui partai politiknya yang dibentuk yakni H}izb al-H}urriyyah wa al-‘A<da>lah (Partai Kebebasan dan Keadilan).

Namun perjalanan gerakan Islam ini tetap harus berhadapan dengan berbagai rintangan yang berat dikarenakan militer mesir tidak menginginkan politik Islam menguasai mesir dan mengantikan sekulerisme.  Dan cobaan dan musibah harus diterima oleh Ikhwanul muslimin dengan dijatuhhakn presiden M Mursi oleh militer dengan para pemimpinnya dipenjara dan dihukum mati. Sejarah Islam memang tidak pernah lepas dari cobaan dan ujian sebagaimana yang alami oleh Rasulullah saw dan sahabatnya.

Abdullah Syahab

Dosen UIN Raden Fatah Palembang dan Pelaku Bisnis Syari'ah

Related Posts

  1. BY.ARIF
    Jadi sebagai muslim yang baik seharusnya itu bagaiman?
    ketika kita melihat politik yang jelas jelas menghalakan segala cara demi keuntungan dan kepentingan masing masing,di era seraba canggih ini mana yang nama nya politik bersih yang bisa jadi panutan seperti zaman nya rosullah saw.

  2. mengapa militir mesir tidak menginginkan politik islam menguasai mesir dan menggantikan sekularisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!