MEMBINCANG DEMOKRASI

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu demos dan kratos yang berarti pemerintahan. Menurut Taopan, demokrasi dalam pengertian sempit berarti pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat, atau pemerintahan yang berasal dari rakyat untuk rakyat. Sedang dalam pengertian luas demokrasi berarti sesuatu yang diikut sertakan secara aktif semua.

Sejarah demokrasi juga tidak dapat dilepaskan dari masalah pembahasan mengenai bentuk pemerintahan negara, (form of government). Peninjauan bentuk Negara merupakan pembahasan mengenai, dalam bentuk apa organisasi Negara itu menjelma dalam masyarakat. Berdasarkan teori kenegaraan pembahasannya merupakan batas antara peninjauan secara sosiologis dan yuridis. Dari segi sosiologis yang melihat pembangunan Negara sebagai suatu kebulatan, maka pembahasannya adalah mengenai bentuk Negara. Akan tetapi ditinjau dari segi yuridis yang melihat bangunan Negara dalam strukturnya/isinya maka pembahasannya adalah mengenai bentuk atau sistem pemerintahan.

“Demokrasi sebagai suatu konsep yang saat ini telah mendunia seperti yang dikatan oleh Giovani Sartori seratus persen, merupakan produk barat karena itu nilai pandangan dan cara hidup barat tidak dapat dipisahkan dari konsep demokrasi seperti individualisme, kapitalisme, dan liberalism”, Kajian tentang model demokrasi dapat dilihat dari aspek idea tau gagasan nilai dari segi praksis. Dari segi ide demokrasi terdiri dari model. Demokrasi liberalis – kapitalis ,demokrasi sosialis demokrasi islam dan pancasila, demokrasi liberal kapitalis merupakan bentuk demokrasi yang berdasarkan pada nilai budaya dan pandangan hidup masyarkat.

Kata demokrasi merujuk kepada konsep kehidupan Negara atau masyarakat, di mana warga Negara dewasa turut berpatisipasi dalam pemerintahan melalui wakilnya yang dipilih .pemerintah dinegara demokasi juga mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara, beragama, berpendapat, berserikat setiap warga Negara. Demi terciptanya suatu bukanlah hal yang mudah, ”demokrasi tidak datang langsung dari langit ia merupakan proses panjang melalui pembiasaan, pembelajaran, dan penghayatan. Untuk tujuan ini dukungan sosial dan lingkungan demokratis adalah mutlak di butuhkan; menjadi demokratis membutuhkan norma dan rujukan praktis serta teoritis dari masyarakat yang telah maju dalam berdemokrasi.

Alfian mendefinisikan demokrasi sebagai sebuah sistem politik yang memelihara keseimbangan antara konflik dan konsesus, demokrasi dengan demikian memberikan peluang bagi perbedaan pendapat, persaingan dan pertentangan diantara individu, kelompok, atau di antara keduanya. Di antara individu dengan pemerintah, dan di antara lembaga-lembaga pemeritahan sendiri. Namun demokrasi mensyaratakan bahwa segenap konflik itu berada dalam tingkatan yang tidak menghancurkan siste politik. Sistem politik disebut demokrasi jika ia berkemampuan untuk membagun mekanisme dan prosedur yang mengatur dan menyalurkan konflik menjadi konsesus.

Demokrasi saat ini sangat berbeda dengan zaman dahulu, di zaman era globalisasi ini demokrasi banyak di salah gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Demokrasi seringkali di kaitkan dengan berbagai persoalan. Seperti diakui oleh Moh.mahfud MD, bahwa ada dua alasan dipilihnya demokrasi sebagai dasar dalam bernegara. Pertama, hampir semua Negara didunia ini telah menjadikan demokrasi sebagai asas yang fundamental, kedua, demokrasi sebagai asas kenegaraan yang secara esensial telah memberikan arah bagi peranan masyarakat untuk menyelenggarakan Negara sebagai organisasi tertingginya. Menurut joseph A. Schmeter, demokrasi merupakan suatu perencanaan institusional untuk mencapai keputusan politik di mana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan dengan cara perjuangan kompetitif atas suara rakyat. Menurut Sidney Hook, demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana keputusan pemerintah yang penting secara langsung atau tidak langsung didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa.

Demokrasi sebagai dasar hidup bernegara mengandung pengertian bahwa pada tingkat terakhir rakyat memberikan ketentuan dalam masalah masalah mengenai kehidupan sehari-hari. “Dalam Negara modern demokrasi tidak lagi bersifat langsung, tetapi merupakan demokrasi berdasarkan perwakilan. Gagasan demokrasi Yunani boleh dikatakan hilang dari muka dunia Barat waktu Bangsa Romawi yang sedikit banyak masih banyak kenal kebudayaan Yunani”. Demokrasi konstitusional adalah demokrasi yang berawal dari gagasan bahwa pemerintah yang demokratis adalah pemerintah yang terbatas kekuasaannya dan tidak bertidak sewenang-wenang terhadap warga negaranya. Pada waktu demokrasi konstitusional muncul sebagai suatu program dan sistem politik yang konkret, yaitu pada akhir abad ke-19 dianggap bahwa pembatasan atas kekuasaan Negara sebaiknya diselenggarakan dengan suatu konstitusi tertulis, yang dengan tegas menjamin hak-hak asasi dari warga Negara.

Selanjutnya alam demokrasi pada masyarakat abad pertengahan tidak dijumpai karena pada abad ini struktur masyarakat barat dicirikan oleh prilaku yang feodal, kehidupan spiritual dikuasai oleh Paus dan pejabat agama, sedangkan kehidupan politiknya ditandai oleh perebutan kekuasaan diantara para bangsawan. Dengan demikian kehidupan sosial politik dan agama pada masa ini hanya ditentukan oleh elit-elit masyarakat yaitu kaum bangsawan dan kaum agamawan. Karena itu abad pertengahan disebut dengan abad kegelapan, karena alam demokrasi yang dibangun sejak zaman Yunani Kuno telah mati.

Demokrasi berarti pemerintahan itu mendapat mandat dari rakyat untuk menyelenggarakan pemeritahan. Rakyat adalah pemegang kedaulatan atau kekuasaan tertinggi dalam negara demokrasi. Apabila pemerintah telah mendapat mandat dari rakyat untuk memimpin penyelenggaraan bernegara maka pemerintah tersebut sah. Seorang pemimpin berarti Presiden, Gubernur, Bupati, Kepala Desa, atau pemimpin politik yang telah dipilih oleh rakyat berarti ia telah mendapat mandat secara sah dari rakyat. Pemerintah oleh rakyat berarati pemerintah itu dijlankan oleh rakyat meskipun dalam praktik itu dijalankan oleh pemerintah.

Kehidupan demokrasi tidak akan datang, tumbuh dan berkembang sendirinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Demokrasi memerlukan usaha nyata setiap warga Negara dan perangkat pendukungnnya dan dijadikannya demokrasi sebagai pandangan hidup (way of life) dalam kehidupan bernegara. Harus ada keyakinan yang luas di masyarakat bahwa demokrasi adalah sistem pemeritahan yang terbaik disbandingkan sistem lainnya. Untuk menumbuhkan kenyakinan akan baiknya sistem demokrasi, maka harus ada pola prilaku yag menjadi tuntunan atau nilai-nilai demokrasi yang diyakini masyarakat. Sudah seharusnya kita sebagai Negara yang demokratis menjalankan itu semua dengan baik dan benar, karena apabila sistem demokrasi di hentikan maka suatu Negara akan menjadi sulit untuk berkembang.

Sumber Rujukan

Sukardja Ahmad dkk. 2004. Demokrasi dalam Persepektif Islam. Jakarta. Yayasan Nuansa Cendekia
Nurtjahjo Hendra. 2006. Filsafat Demokrasi. Jakarta. PT Bumi Aksara.
Kartasasmita ginandjar. 1999. Pendidikan Kewarganegaraan Demokrasi HAM dan masyarakat madani. Jakarta.
Jakni. 2014. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Bandung. Alfabeta
Ubaedillah dkk. 2010. Demokrasi Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Jakarta. Kencana Prenada Media Group.
Budiardjo Miriam. 2008. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta.PT gramedia pustaka utama.
Juliardi budi. 2014. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. jakarta. PT RajaGrafindo Persada.
Winarno. 2013. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. Jakarta. PT Bumi Aksara

Penulis: Fahrizal (Mahasiswa Jurusan KPI Fakultas Ushuluddin UIN Jambi)

About Mahasiswa FU 9 Articles
Mahasiswa FU adalah Mahasiswa yang menyumbangkan artikelnya untuk website Kajian Pemikiran Islam. Identitas personal terdapat pada bagian bawah artikel.

Be the first to comment

Leave a Reply