AGAMA-AGAMA DUNIA GAGASAN PENULIS

MENEMUKAN PERMASALAHAN UMAT ISLAM DEWASA INI (Bagian 1)

Hujatan dan cacian terhadap Islam bukan merupakan fenomena baru, khususnya di Barat dan umumnya dalam konteks hubungan beragama. Khaled Abou El Fadl pernah menyatakan bahwa tidak jarang di Barat berkembang pandangan tentang kegagalan Islam sebagai sebuah agama (failed religion). Saya sendiri sering membaca buku hujatan dan cacian terhadap Islam sejak kecil. Dahulu buku karya Salman Rushdie The Satanic Verses sempat membuat heboh Dunia Islam sehingga tokoh Muslim karismatik seperti Ayatullah Ruhullah Khomeini  menyerukan untuk penangkapan dan pembunuhan atas Rushdie. Umat Islam sering berbeda di dalam merespon cacian dan hujatan terhadap Islam.

Namun yang membuat saya prihatin adalah bahwa di tengah-tengah hujatan dan pencitraan buruk terhadap Islam, sebagian Umat Islam sendiri sering tidak menunjukkan sikap dan integritas yang dapat memperkecil pencitraan buruk tersebut sehingga terkesan memperlebar lobang pencitraan buruk yang sudah ada. Umat Islam masih asyik bermain-main pada level-level konflik internal, saling caci dan sesat-menyesatkan antara sesama, mudah terpancing dan terprovokasi untuk melakukan tindakan kekerasan, dan beragamnya firqoh-firqoh dengan tanpa ukhuwah. Semua ini menjadi beban berat yang harus diemban sebuah agama bernama “Islam”, karena jika Umat Islam gagal mengemban amanah dan kebaikan Islam, maka bukan merupakan sesuatu yang mustahil Agama Islam akan diangkat oleh Allah, sehingga yang tampak ini bukan lagi Islam akan tetapi Muslim yang non-Islam.

Sampai saat ini, ada tiga fenomena yang merupakan agenda besar yang harus segera diselesaikan oleh Umat Islam; Pertama, Muslim pengumbar penyesatan dan pemurtadan sesama Muslim, Kedua, Muslim penebar kekerasan tanpa alasan yang dibenarkan, Ketiga, penilaian Barat yang salah atas respon Islam. Sebagai Muslim, Kita harus memandang serius persoalan ini dan sedapat mungkin turut ambil bagian dalam memberikan solusi atas persoalan ini.

Muslim Pengumbar Penyesatan dan Pemurtadan Sesama Muslim

Jujur harus diakui bahwa fenomena penyesatan, pemurtadan, dan pengkafiran seorang atau kelompok Muslim terhadap Muslim lainnya telah menjadi kecenderungan (trend) yang masih terjadi. Saya begitu prihatin ketika klaim-klaim dan pidato penyesatan ini disebarkan dalam berbagai media sosial seperti facebook dan youtube. Penyesatan dan pemurtadan sering ditampilkan dalam bentuk perbedaan paham antara Sunni dan Syi‘ah. Pada ranah ini, klaim dan pidato pemurtadan dan pengkafiran (khususnya untuk konteks ke-Indonesiaan) cukup tinggi. Umat Islam menjadi begitu sensitif dan mudah tersulut untuk marah dan benci di antara sesama mereka. muslim yang baik hendaknya tidak mudah terprovokasi karena Kita tidak tahu apakah penyesatan itu benar atau hanya merupakan rekayasa media elektrik semata. Pemerintah hendaknya turun tangan untuk mem-blokir tayangan dan ekspose media yang dapat memancing terjadinya dis-integrasi sosial di masyarakat.

Di samping itu, klaim pengkafiran dan pemurtadan tidak jarang dilakukan oleh para ulama yang kita ketahui eksistensi diri dan kelompoknya terhadap sesama Muslim hanya karena Muslim tersebut berbeda pendapat dalam satu persoalan fiqh atau hukum Islam dan peribadatan. Secara spontan, klaim penyesatan, pemurtadan, dan pengkafiran ini telah menanamkan rasa kebencian dan permusuhan di antara internal Umat Islam. Saya menyatakan bahwa mereka pembuat klaim penyesatan, pemurtadan, dan pengkafiran justru memiliki tanggungjawab besar bagi terjadinya konflik internal Umat Islam dewasa ini. Keterpecahan Umat Islam karena adanya klaim penyesatan, pemurtadan, dan pengkafiran merupakan harga termahal yang harus dibayar oleh pencetus klaim-kalim tersebut.

Arif dan bijaksanalah di dalam melontarkan pernyataan yang bersifat penilaian, apalagi klaim hitam putih, kafir, murtad, sesat, dan sejenisnya.

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

  1. arif sulaiman says:

    Sebagai seorang muslim langkah yg paling baik untuk mengatasi para orientalis yg selalu merusak nama baik islam,yg dengan penuh cara seperti pendoktrinan bahwa islam itu keras,kasar,dan emosi an,selalu merusak,kita harus bagaimana selayaknya muslim yg baik dalam memperbaiki islam agar tidak buruk di kalangan masyarakat,.

  2. arif sulaiman says:

    Bagaiamana langkah yg terbaik bagi umat muslim untuk mengahadapi para orientalis yg selalu memberikan doktrin kepada masyrakat bahwasanya islam itu keras,merusak. Jadi sebgai muslim bagaiman kita dapat menghadapi itu semua dan dapat diterapkan ke muslim yg hanya ktp,muslim abangan serta muslim priayi.

  3. agus nurman says:

    kita kan tau bahwa tuhan tidak tidur, sran sya perbaiki diri secara intern trlbih dahulu, kemudian tugas kita adalah mmbuktikan bhwa islam tidak seprti yg dikira, scra tdk lgsung kita bsa berubah mnjdi indvidu pmbela islam yg anti kkerasan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!