AL-QUR'AN DAN HADITS

MENGENAL IBNU SABIL DALAM AL-QUR’AN

Salah satu tema yang dibicarakan di dalam al-Qur’an adalah Ibnu Sabil. Ibnu Sabil, pada dasarnya merupakan salah satu obyek dari pembagian zakat, di samping obyek-obyek lainnya. Sementara zakat adalah suatu bagian dari nilai-nilai ibadah kepada Allah SWT. Dalam al-Qur’an, pembicaraan tentang Ibnu Sabil tidak tersusun secara sistematis dan berurutan. Hal ini merupakan suatu isyarat bahwa penyebutan Ibnu Sabil dapat diketahui dari berbagai surat dalam al-Qur’an. Pembahasan dalam artikel ini di samping bertujuan untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan juga untuk memahami bagian Hukum Islam yang mengatur proses pemberdayaan zakat Umat Islam.

Ada 8 tempat Ibnu Sabil dibicarakan dalam al-Qur’an Ibnu Sabil dibicarakan dalam al-Qur’an, yaitu Surah al-Baqarah ayat 177, 215 Surah an-Nisa’ ayat 36, Surah al-Anfal ayat 41, Surah ar-Rum ayat 38, Surah al-Hasyr ayat 7, dan Surah at-Taubah ayat 60, Surah al-Isra’ ayat 26. Dari 8 tempat tersebut, adanya ajaran untuk memberikan shadaqah buat orang-orang yang mustahak, termasuk Ibnu Sabil. Sebagai suatu realisasi dari iman dan taqwa kepada Allah SWT. Terkadang al-Qur’an juga berbicara tentang Ibnu Sabil dalam konteks penggunaan harta rampasan, baik ghanimah maupun harta fa’i dan banyak lagi syarat-syarat lain yang dikehendaki oleh al-Qur’an yang diketahui.

Dari segi bahasa kata “Ibnu Sabil” terdiri dari dua kata yaitu “Ibnu” dan “sabil” berarti musafir atau orang yang berjalan. Sementara Qatadah mengartikan Ibnu Sabil dengan yang berarti “tamu”. Mungkin orang yang melakukan perjalanan itu adalah orang yang perlu dianggap tamu, yang perlu mendapat bantuan atau perolongan karena kehabisan bekal.

Secara Istilah (termniologi Islam). Para Ulama berpendapat  bahwa Ibnu Sabil adalah orang yang bepergian jauh dalam urusan ketaatan (bukan urusan maksiat), kemudian kehabisan bekal dan tidak memperoleh nafkah hidup. Sementara Muhammad Jawad Mughirah menyatakan bahwa Ibnu Sabil adalah orang asing yang menempuh perjalanan ke negeri lain dan sudah tidak punya harta lagi. Kemudian Dr. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris, mengemukakan bahwa Ibnu Sabil adalah orang yang terhenti dalam perjalanannya, mereka tidak mempunyai harta lagi untuk memenuhi kebutuhannya dan kebutuhan keluarga yang sedang bepergian bersamanya. Dari pendapat di atas, tampaklah bahwa Ibnu Sabil adalah musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanannya untuk urusan-urusan kebaikan bukan kemaksiatan. Pengertian ini benar dan masih relevan akan tetapi pengertian itu pasti belum mencakup seluruhnya. Anak jalanan, sebagaimana yang lazim kita fahami mengacu pada pengertian orang-orang yang tengah dalam keadaan tuna wisma, atau terpental dari tempat tinggalnya. Bukan lantaran kemiskinan, melainkan lebih disebabkan oleh hal-hal lain yang bersifat kecelakaan.

Makanya Mohammad Rasyid Ridha cenderung mengatakan  bahwa orang yang terbuang (anak jalanan) termasuk dalam kelompok Ibnu Sabil. Pengertian ini tentu lebih luas dan lebih relevan ketimbang hanya mancakup pelancong yang kekurangan bekal, seperti yang kita fahami selama ini. Dalam perkembangan selanjutnya, para ulama tidak sepaham dalam menetapkan batasan “musafir” itu sendiri, apakah orang yang mengadakan perjalanan itu di negerinya sendiri atau orang asing yang menjadi musafir yang melintasi suatu negeri.

Menurut Mazhab Syafi’i, bahwa kedua golongan ini berhak menerima zakat, walaupun ada yang bersedia meminjaminya uang, sedangkan di tanah airnya ada hartanya untuk pembayaran nanti. Kemudian menurut Mazhab Maliki dan Hambali, bahwa Ibnu Sabil yang berhak menerima zakat itu khusus bagi yang melewati sesuatu negeri, bukan musafir dalam negeri. Terlepas dari perbedaan mazhab tersebut dalam menetapkan batasan “musafir”, namun adanya pemberdayaan zakat atau shadaqah pada orang-orang yang telah kehabisan bekal dalam perjalanan atau anak jalanan yang mendapat kecelakaan dan lain-lainnya.

Baca juga: SEDEKAH SEBAGAI TIRAI PENGHALANG API NERAKA

Abdul Latif

Dosen Ilmu Tafsir pada Fakultas Ushuluddin IAIN STS Jambi

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!