AGAMA-AGAMA DUNIA

PANDANGAN ARIUS ATAS KETUHANAN YESUS

Masih ingat perdebatan mengenai eksistensi Yesus; sebagai Tuhan atau manusia? Tetapi kali ini tidak memperdebatkan apakah Yesus Tuhan atau bukan, tetapi ingin mengingat sebuah kelompok atau aliran dalam Kristen yang berpendapat bahwa Yesus itu bukan Tuhan, akan tetapi diciptakan oleh Tuhan. Aliran ini disebut sebagai aliran Arianisme yang dinisbahkan kepada pemikir atau tokohnya yakni Arius atau Aryus (256-336).

Bagi Arius, Yesus adalah manusia setengah Ilahi yang memiliki status mulia di antara makhluk-makhluk yang lain. Arius belajar kepada Saint Lucian di Antioch (240-312) yang memiliki paham bahwa Yesus sebagai Logos bukan sepenuhnya Tuhan dan bukan sepenuhnya manusia. Yesus bersifat supernatural (ghaib) akan tetapi tidak bisa disejajarkan dengan Tuhan.

Arius mulai dengan pandangan yang mendasar bahwa esensi Ilahi adalah kesatuan tak terpisahkan, bukan zat yang dapat dibagi atau didistribusikan. Jika alur pikiran ini benar, maka bagaimana orang dapat berargumen secara lurus bahwa Allah dapat dibagi menjadi orang? Tentu hal itu tidak mungkin bagi Allah untuk “melahirkan” Putra Ilahi atau untuk memperanakkan generasi. Pandangan Arius tentang hubungan Tuhan dan anak manusia ini dinilai lebih apik karena secara rasional lebih memuaskan masyarakat pada saat itu.

Pandangan Arius ini menuai kontroversi dari banyak Gereja karena bagi mereka Yesus itu Tuhan. Adalah Uskup Aleksander yang menyatakan bahwa Yesus itu sama secara substansi dengan Tuhan atau sehakikat dengan Tuhan (homoousios). Keributan akibat perbedaan pendapat ini terbawa ke dalam lingkungan kekuasaan sehingga mengakibatkan Raja Romawi yaitu Constantine I yang memerintah pada 306 hingga 337 memanggil semua elemen Kristen untuk mengadakan sebuah rapat besar yang kemudian dikenal sebagai Konsili Nikea.

Tetapi sebagian orang Kristen pada saat itu mengkritik doktrin homoousios karena dinilai dapat mengganggu keyakinan yakni ketiadaan perbedaan yang mendasar antara Tuhan dan anak Tuhan. Mereka menilai bahwa Tuhan dan anak Tuhan hanya memiliki kemiripan sifat tetapi hal itu bukan berarti keduanya sama.

 

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!