AL-QUR'AN DAN HADITS

PENYEBAB TERJADINYA PEMALSUAN HADITS NABI (Bagian dua)

Pada artikel sebelumnya, baca: PENYEBAB TERJADINYA PEMALSUAN HADITS NABI (Bagian satu) dijelaskan bahwa kezindikan merupakan salah satu penyebab dari timbulnya upaya-upaya pemalsuan hadits Nabi. Salah satu tokohnya yakni Abd al-Karim ibn Abi Awja mengaku telah membuat hadits palsu sebanyak 4000 buah yang difokuskan pada menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Pengakuan ini terjadi sebelum ia dihukum mati oleh penguasa Basrah, Muhammad ibn Sulaiman ibn Ali. Demikian pula dengan Bayyan ibn Sam’an dan Muhammad ibn Said al-Maslub. Kedua tokoh ini mengalami nasib yangsama dengan Abd al-Karim. Bayyan dihukum mati oleh Khalid ibn Abd Allah dan Muhammad ibn Said dihukum mati oleh Abu Ja’far al-Mansur.

Tokoh lainnya yang menumbuhkan kebimbangan di benak orang Islam adalah Muhammad bin Sa’ad al-Syami. Ia telah memalsukan hadits berupa pengakuan dirinya sebagai Nabi dengan mengatakan:

“Saya adalah penutup para Nabi dan tidak ada lagi Nabi sesudahku, kecuali jika Allah menghendakinya.”

Dia membuat hadits palsu ini, untuk mendukung penghianatan dan bid’ahnya agar masyarakat mempedulikan dan mendengarkan dakwahnya serta menyokong pengakuannya sebagai Nabi.

Perbedaan Mazhab Fiqh

Seperti halnya dengan persoalan politik dan teologi yang dapat menyulut minat pemalsuan hadits, pertikaian pendapat mazhab juga merupakan lahan bagi kegiatan tersebut. Misalnya hadits palsu yang dibuat oleh kalangan pendukung Mazhab Fiqh Abu Hanifah dengan menyatakan:

“Ada pada umatku seorang laki-laki bernama Muhammad bin Idris yang lebih berbahaya terhadap umatku dari pada iblis. Dan pada umatku juga ada seorang laki-laki bernama Abu Hanifah yang merupakan obor bagi umatku.”

Nampak sekali bahwa isi pernyataan di atas ditujukan kepada imam al-Syafi’i dan pengikutnya.

Faktor Fanatisme Kedaerahan dan Bahasa

Pada bagian ini terdapat pula banyak hadits palsu yang dibuat untuk mengangkat dan mengokohkan eksistensi daerahnya. Tidak jarang dijumpai bahwa di dalam membuat hadits palsu tersebut mereka saling menjatuhkan antara yang satu dengan yang lainnya. Contoh hadits palsu dalam bagian ini adalah “Jika Tuhan murka, maka Dia turunkan wahyu dalam bahasa Arab, dan jika Dia senang, maka Dia turunkan wahyu dalam bahasa Persia.” Lalu pembuat hadits palsu dari kalangan Arab menandinginya dengan “Jika Tuhan senang, Dia turunkan wahyu dalam bahasa Arab, dan jika Dia murka, Dia turunkan wahyu dalam bahasa Persia.”

Al-Targhib wa al-Tarhib

Ini bertujuan untuk mendorong manusia berbuat kebaikan. Hal ini dilakukan oleh beberapa orang yang berkecimpung dalam bidang zuhud namun pengetahuan agamanya kurang memadai. Semangat keagamaan mereka mendorong mereka memalsukan hadits agar dapat memberi rangsangan kepada orang-orang untuk berbuat kebaikan dan mencegah mereka dari berbuat jahat, serta mengikuti landasan ibadahnya. Tokoh dalam lingkup ini adalah seperti Abu Ismah, Zakaria bin Yahya, Muhammad Ibn Abi Maryam, Gulan Khalil dan Maisarah bin Abd al-Rabbih.

Upaya untuk Memperoleh Fasilitas Duniawi dan Popularitas

Dalam hal ini berkisar pada pendekatan pada penguasa atau upaya mengumpulkan manusia ke dalam majelis-majelis, seperti yang dilakukan oleh para juru cerita dan para peminta-minta. Sejumlah penutur cerita tersebut memprogandakan hadits-hadits palsu yang mereka telah buatuntuk menarik perhatian orang awam dan memeras harta mereka melalui hadits-hadits yang mereka buat. Contohnya adalah hadits palsu yang mereka buat yang menyatakan barang siapa yang membaca la ilaha illallah maka Allah akan menciptakan untuk setiap kata seekor burung yang punya 70.000 lidah dan setiap lidah mengucapkan 70.000 bahasa untuk memintakan ampun bagi orang itu. Tokohnya adalah Abu Said al-Madaini dan Giyas bin Ibrahim. Untuk memperoleh popularitas terkadang juga ada orang yang membuat hadits palsu. Hadits palsu yang tentu saja tidak dikenal di kalangan ahli-ahli hadits. Di antara orang yang berbuat seperti itu ialah Ibnu Abi Dihyah dan Hammad an-Nusaibi.

Satu kenyataan bahwa manusia selalu ingin memalsukan sesuatu yang amat berharga. Bagi orang muslim, selain al-Qur’an, tidak ada yang lebih berharga selain sunnah Nabi. Oleh karena itu, dari motivasi dan tujuan berbeda, pelbagai kelompok dan tingkatan manusia telah memalsukan hadits, sebagaimana yang terlihat pada uraian sebelumnya.

Dalam perjalanan sejarah, diyakini bahwa memang telah terjadi pemalsuan hadits. Tahun yang selalu dijadikan rujukan untuk memulai babakan awal sejarah munculnya kegiatan pemalsuan hadits adalah tahun 41 H, ketika pertentangan di tubuh umat Islam amat tajam. Sebab pada zaman Nabi, kelihatannya belum ada bukti atau data yang valid untuk menyatakan bahwa telah terjadi pemalsuan hadits pada zaman tersebut.

Penutup

Pemalsuan hadits dalam catatan sejarah mengindikasikan bahwa kaum zindiq adalah kaum yang paling banyak memalsukan hadits. Dan sudah pasti, tujuan mereka adalah untuk mengacaukan ajaran Islam. Agaknya, gerakan pemalsuan hadits oleh kaum zindiq ini adalah bagian komplotan yang terselubung. Mereka menempuh cara ini ketika mereka tidak mampu secara terang-terangan memporak-porandakan keyakinan masyarakat terhadap hadits Nabi. Pada masa sekarang, bukan tidak mungkin akan muncul lagi kelompok seperti itu walaupun dengan nuansa yang berbeda. Karenanya dibutuhkan sikap kehati-hatian dari umat Islam agar tidak terpengaruh oleh kungkungan ajaran mereka.

Dalam hal mengatasi gerakan pemalsuan hadits yang berkembang sejak terjadinya, agaknya kurang mendapat sikap tegas dari pihak penguasa terhadap para pemalsunya, padahal terdapat dampak yang sangat buruk berupa kekacauan atas agama. Kemungkinan besar seandainya mereka bersikap tegas dan menghukum para tokoh pemalsu hadits, tentulah hadits-hadits palsu tidak akan tersebar sebanyak yang disaksikan sekarang. Walaupun demikian keadaannya, peran ulama untuk mengantisipasi tersebarnya hadits-hadits palsu itu tetap amat dominan. Dan inilah yang mengimbangi sikap penguasa yang kurang tegas.

Mohammad Yusuf

Mohammad Yusuf adalah Dosen Ilmu Hadits pada Fakultas Ushuluddin IAIN STS Jambi

Related Posts

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!