09/23/2021
  • 09/23/2021
Breaking News

SEJARAH ISLAM MASA NABI MUHAMMAD SAW

By on 07/24/2021 0 39 Views

 

Peradaban Islam sendiri adalah merupakan terjemahandari kata Arab Al-Hadharah al-Islamiyah. Kata Arab ini seringditerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan ke-budayaan Islam. Kebudayaan dalam bahasa Arab adalah al-tsaqafah. Di Indonesia juga di Arab dan di Barat, istilahkebudayaan disinonimkan dengan peradaban. Dalaim ilmu Antropologi kedua istilah itu dapat dibedakan, kebudayaanadalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sedangkan manifestasi-manifestasi kemajuanmekanis dan teknologis lebih berkaitan dengan peradaban.Kalau kebudayaan lebih banyak direfleksikan kepada seni,sastra, religi dan moral, maka peradaban lebih terefleksidalam politik, ekonomi dan teknologi.[1]

Pada periode Makkah, Nabi Muhammad saw lebih menitikberatkan pembinaan moral dan akhlak serta tauhid kepada masyarakat Arab yang bermukim di Makkah.Menurut catatan sejarah bahwa sebelum agama Islam datang masyarakat Mekkah merupakan penyembah berhala, terdapatsekitar 360 patung berhala, kepercayaan lain yakni menyembahapi (zoroaster), penyembah binatang dan langit, penganut Yahudi juga ada. Zaman sebelum datangnya Islam disebut Zaman Jahiliyah.[2]

Bangsa Arab terdiri dari berbagai suku bangsa yang tersebar di seluruh Jazirah Arabia. Mereka kebanyakan mendiami wilayah pinggir Jazirah, dan sedikit yang tinggal di pedalaman. Pada masa dahulu tanah Arab itu dapat dibagi menjadi tiga bagian:

1.Arab Petrix atau Petraea, yakni wilayah yang terletak di sebelah barat daya gurun Syria, dengan Petra sebagai pusatnya.

2.Arab Diserta atau gurun Syria yang kemudian dipakai untuk menyebut seluruh Jazirah Arab karena tanahnya yang subur.

 3.Arab Felix, wilayah hijau (Green Land), yakni wilayah yang berbahagia (Happy Land), yakni wilayah Yaman yang memiliki kebudayaan maju dengan kerajaan Saba’ dan Ma’in.

Bangsa Arab itu dibagi menjadi dua, yaitu Qahtan dan Adnan. Qahtan semula berdiam di Yaman, namun setelah hancurnya bendungan Ma’rib sekitar tahun 120 SM, mereka bermigrasi ke utara dan mendirikan kerajaan Hirah dan Gassan. Sedangkan Adnan adalah keturunan Ismail ibn Ibarahim, yang banyak mendiami Arab dan Hijaz. Bangsa Arab telah dapat mendirikan kerajaan, diantaranya adalah Saba’, Ma’in dan Qutban serta Himyar, semuanya di Yaman. Di utara Jazirah berdiri kerajaan Hirah (Manadirah) dan Gassan (Gassasinah).[3]

Secara esensial kehadiran Nabi Muhammad pada masyarakat Arab adalah terjadinya kristalisasi pengalaman baru pada dimensi ketuhanan yang mempengaruhi segalah aspek kehidupan masyarakat, termaksut hukum-hukum yang digunakan pada masa itu. Keberhasilan Nabi Muhammad dalam memenangkan kepercayaan Bangsa Arab relative singkat. Kemampuannya dalam memodifikasi jalan hidup orang-orang Arab yang sebelumnya jahilia kejalan orang-orang yang bermoral Islam.[4]

Dalam berdakwah Nabi Muhammad tidak hanya menggunakan aspek kenabiannya dengan menggunakan tablig namun juga menggunakan strategi politik dengan memunculkan aspek-aspek keteladanannya dalam menyelesaikan persoalan. Seperti, dakwahdi Mekkah yang terbagi menjadi dua yaitu dakwahsecara diam-diam dan dakwahsecara terbuka. Disini dapat kita lihat adanya strategi Nabi dalam menyeruumat manusia untuk beribadah kepada Allah Swt. Walaupun dalam menjalankan perintah Allah, Nabi mendapat banyak tantangan yang besar dari berbagai pihak namun atas izin Allah segalah hal yang dilakukan Nabi dapat berjalan lancar.[5]

Hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah membawa pengaruh yang sangat signifikan. Islam mulai berkembang dengan fondasiperadaban yang ditata oleh Rasulullah SAW. Namun munculpertanyaan, kenapa kota Madinah yang menjadi tujuan hijrah?Apa faktor di balik pemilihan kota tersebut? Jika strategi dakwahdi Makkah dengan sembunyi-sembunyi pada awal mulanya,kemudian berubah menjadi terang-terangan,3 lantas bagaimanastrategi dakwah Nabi saat di Madinah? Strategi dakwah yangmampu menghapus jiwa primordialisme dan fanatisme kesukuanyang begitu tinggi, bahkan saling bermusuhan dengan segalakemajemukan masyarakatnya. Untuk itu, tulisan ini akanmembahas kondisi Islam di Madinah sebagai refleksi terhadaptonggak peradaban di tengah primordialisme kesukuan[6].

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, umat Muslim dihadapkan kepadasuatu krisis konstitusional. Rasul tidak menunjuk penggantinya, bahkantidak pula membentuk suatu majelis untuk masalah tersebut. Sejumlahsuku melepaskan diri dari kekuasaan Madinah dan menolak memberipenghormatan kepada Khalifah yang baru, bahkan menolak perintahnya.Sebagian dari mereka bahkan menolak Islam. Ada golongan yang telahmurtad, ada yang mengaku dirinya sebagai nabi dan mendapat pengikut/pendukung yang tidak sedikit jumlahnya. Ada juga golongan yangtidak mau lagi membayar zakat karena mengira zakat sebagai upetikepada Muhammad SAW., yang masih tetap patuh kepada agama Islamadalah penduduk Mekkah, Madinah dan Thaif. Mereka tetap memenuhikewajiban dan mau mengorbankan apa yang mereka miliki untukmengembalikan kejayaan Islam.[7]

dalam sejarah perpolitikan Islam, masa al-Khulafâ’ al-Râsyidûn dikenal dengan sistemnya yang demokratis. Corak pemerintahannya sama dengan masa Nabi SAW, yakni teokrasi. Khalifah sebagai pemimpin tidak memiliki keistimewaan khusus karena kedaulatan tetap di tangan Tuhan. Mereka pun tetap berpegang pada al-Qur’an dan sunah Nabi SAW, kecuali dalam beberapa hal sebagaimana yang telah dikemukakan di atas. Dengan berakhirnya masa pemerintahan al-Khulafâ’ al-Râsyidûn, mulailah babak baru dalam perpolitikan Islam. Sifat demokratis dengan bentuk republik yang awalnya merupakan ciri dari pemerintahan Islam berubah menjadi pemerintahan monarki absolut dengan bentuk kerajaan.[8]

Sistem pemerintahan Umayyah juga dikenal dengan sebutan patrimonialisme, yaitu sistem pemerintahan yang memberikan hak kepada pemimpin untuk menganggap negara sebagai miliknya dan bisa diwariskan kepada keluarganya (turun-temurun), sementara rakyat dipandang sebagai bawahan yang berada di bawah perlindungan dan dukungannya. Menurut konsep ini, kekuasaan pemimpin bersifat mutlak dan tidak bisa dicampuri orang lain (apalagi hukum konstitusional).2 Menurut Black, sistem pemerintahan monarki ini diambil oleh Dinasti Umayyah dari negeri jajahan mereka, yaitu Iran. Mereka mendakwahkan bahwa penguasa adalah penggembala dan rakyat adalah gembalaan (ra’iyyah). Sang khalifah meliputi bumi dengan cahaya kasih sayang, keadilan, dan hujan. Kemurahannya ini wajib dibalas oleh rakyat dengan ketaatan.[9]

Zill Allah fî al-Ard” (Naungan Allah di Atas Bumi) adalah sebuah istilah populer di kalangan sejarawan ketika membincang era Abbasiyah. Ungkapan ini muncul dari pernyataan Abu Ja’far al-Manshur ketika berhasil menumbangkan Dinasti Umayyah. Konsekuensi dari pernyataan ini adalah bahwa kekuasaan khalifah berasal dari mandat Tuhan, bukan pilihan rakyat. Oleh karenanya, kekuasaan dipandang suci dan mutlak harus dipatuhi oleh umat Islam (Iqbal dan Husein Nasution, 2010: 3). Secara garis besar sistem pemerintahan Dinasti Abbasiyah ini mirip dengan Dinasti Umayyah sebelumnya, yakni masih bersifat monarki dan khalifah dipilih secara turun-temurun berdasarkan ikatan keluarga atau keturunan.[10]


[1] Rianawati, Sejarah &Peradaban Islam, Hal.3

[2] Abrari Syauqi, SEJARAH PERADABANISLAM, Hal.2

[3] Sulthon Mas’ud, S.Ag, M.Pd.I, SEJARAH PERADABAN ISLAM,Hal 39-40

[4] JASMAN, SEJARAH PERADABAN ISLAM,Hal.1

[5] Muhammad Yamin, PERADABAN ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW, Hal.103

[6] Ummu Salamah Ali, Peradaban Islam Madinah, Hal.103

[7] Dr. Siti Zubaidah, M,Ag, SEJARAH PERADABAN ISLAM, Hal.27

[8] Muhammad Khoirul Malik, Potret Kekhalifahan Islam Dinamika Kepemimpinan Islam Pasca Al-Khulafâal-Râsyidûn Hingga Turki Utsmani, Hal.138

[9] Antony Black, Pemikiran Politik Islam: Dari Masa Nabi Hingga Masa Kini. (Jakarta: Serambi, 2006), 51

[10] M. Abdul Karim, Sejarah Pemikiran Islam, Hal. 179-181

Mahasiswa FU

Mahasiswa FU adalah Mahasiswa yang menyumbangkan artikelnya untuk website Kajian Pemikiran Islam. Identitas personal terdapat pada bagian bawah artikel.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: