PERADABAN ISLAM

SEKILAS TENTANG TIMUR LENK

Salah satu dari keturunan Jengiskhan yang namanya cukup terkenal dan banyak terukir dalam sejarah yaitu Timur Lenk yang aksi dan sepak terjangnya dalam menyerbu daerah-daerah yang dilewatinya tidak kalah bengis dan dahsyat jika kita bandingkan dengan datuknya, ia telah membuat lawannya lari pontang-panting dan sangat ditakuti oleh setiap musuh.

Timur Lenk lahir pada tahun 1336 – 1404 M, didaerah Transoxiana (Smarkhan). Ia adalah putra Turghai (Taragai) seorang kepala suku Tartar Berlas. Semenjak kecil Timur Lenk merupakan seorang anak yang sungguh-sungguh dalam bekerja, tidak banyak bicara dan mempunyai bakat yang luar biasa dalam menunggang kuda di samping juga hobi bermain catur. Barangkali kesungguhan yang terdapat pada diri Timur Lenk adalah akibat dari kehidupannya yang boleh dikatakan sebatang kara. Ibunya meninggal waktu ia masih kecil, sedangkan ayahnya semenjak melepaskan diri dari jabatannya sebagai kepala suku sudah jarang mengontrol sang anak, karena telah memusatkan pikirannya untuk beribadah. Pendidikan yang diperoleh Timur Lenk hanya adari orang tuanya, ia diajar ilmu pengetahuan agama dan sekali-sekali menghadiri pengajian di serambi Masjid yang merupakan tempat belajar pada waktu itu.

Di samping itu ayahnya sering bercerita tentang kejayaan nenek moyangnya yang dapat menaklukkan berbagai daerah, cerita yang seperti ini sangat disenangi oleh Timur Lenk. Namun tidak jarang cerita mengenai peperangan diselingi dengan nasehat untuk patuh terhadap agama sebagaimana yang dikatakan oleh ayahnya: “Anakku, sambil menggelengkan kepalanya, aku tidak mau kalau kau menyimpang dari jalan Allah dan Muhammad Rasul-Nya. Hormatilah para Sayyid yang berilmu dan mintalah berkat padanya, kuatkaanlah dirimu dengan empat rukun Islam yaitu sembahyang, puasa, naik haji serta zakat dan fitrah.

Seperti halnya orang-orang Tar Tar, pemuda Timur Lenk merupakan pemuda yang senang akan perang, bermain kuda dan berlatih memegang pedang dengan baik. Tubuhnya yang kekar, dadanya yang lebar, anggota badan yang tinggi, jidat yang lebar, matanya yang hitam bergerak pelan, kesemuanya ini menandakan kegesitan dan menjadi modal yang dapat membuat lebih percaya diri.

Kazgan Amir di Samarkhan sangat menyukai pemuda Timur Lenk, hal ini tidak terlepas dari kecekatannya dalam menumpas pemberontak-pemberontak yang ingin mengganggu stabilitas daerah Samarkhan serta perompak yang ingin menjarah harta masyarakat. Sebagai seorang pemuda yang normal timbul pula hasratnya untuk berumah tangga, maka Timur Lenk menikah dengan Aldjai Khatun Agha, cucu Kazgan keturunan Tar Tar. Namun setelah Timur menjadi penguasa di Samarkhan, ia mengawini dua putri-putri raja Cina dan ia juga mempunyai beberapa orang selir (gundik). Amir Kazgan mengangkat Timur Lenk menjadi Ming Bashi yaitu panglima pasukan sebesar seribu orang. Timur Lenk senang dengan pasukannya, dan pasukannya dijadikan sebagai pasukan penggempur (terdepan) dalam peperangan, sehingga setiap kali terjadi pertempuran dan pengacauan di wilayah Samarkhan selalu dapat diatasi oleh pasukan yang dipimpin oleh Timur Lenk.

Setelah Kazgan mangkat (1358 M) tidak ada anaknya yang akan meneruskan estafet kepemimpinan Kazgan, lalu terpilihlah haji Barlas (Paman Timur Lenk) dan Bayazid Jalair untuk menjadi Amir Samarkhan, namun kedua vigur tersebut tidak mendapat dukungan dari kalangan masyarakat luas dan iapun melarikan diri beserta sedikit pengikutnya dan akhirnya mati terbunuh.

Keberhasilan Timur Lenk dalam menyelesaikan berbagai persoalan dalam negeri Samarkhan, baik itu lewat diflomasi maupun lewat ajang pertempuran membuat Timur Lenk manjadi naik daun dan semakin dipercaya untuk memimpin sebuah resimen yang berkekuatan besar. Disamping itu Timur Lenk telah pula diangkat menjadi pemimpin suku/ Bangsa Tar-tar. Dengan demikian kedudukan Timur Lenk telah bertambah kuat dan mantap, sehingga timbullah cita-citanya untuk menaklukkan Asia sebagaimana yang telah dilakukan oleh pendahulunya. Agaknya inilah uraian sekilas tentang profil Timur Lenk yang telah mengobrak-abrik dan membumi hanguskan daerah-daerah yang dilaluinya, sehingga namanya banyak dimuatkan dalam berbagai leteratur sejarah.

Zikwan Soleh

Dosen Sejarah dan Peradaban Islam pada IAIN STS Jambi

Related Posts

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!