GAGASAN PENULIS SAINS

TEKNOLOGI MANUSIA DAN PENGETAHUAN TUHAN

Perkembangan sains dan teknologi modern telah menghasilkan manfaat bagi manusia seperti bertambahnya angka harapan hidup, prediksi hal yang tak diketahui sebelumnya. Salah satu contohnya fenomena USG (Ultrasonografi) yang dapat memprediksi bayi dalam kandungan (jenis kelamin misalnya). Sebuah pertanyaan: Apakah pengetahuan manusia telah mampu menyamai pengetahuan Tuhan?

Ayat Alqur’an mengenai pengetahuan Allah khususnya pada bayi yang masih dalam perut ibunya adalah “Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu” (QS. 53: 32). Namun ketika pengetahuan manusia (teknologi) mampu menjangkau itu, hal itu “bukan berarti manusia sudah mampu menyamai pengetahuan Tuhan”, hal itu tidak akan pernah bisa dilakukan. Di sini pemahaman fundamental yang perlu diketahui. Kaitan dengan ayat itu lihat juga “Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” (QS. 16: 78), ataupun juga “Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan” (QS. 39: 6). Coba renungkan dua ayat terakhir tadi, mampukah pengetahuan manusia menembus hal itu?

Pengetahuan manusia, lebih-lebih yang didasarkan pada sains dan teknologi hanya dapat menyentuh aspek-aspek fisik pengetahuan, dan bukan yang metafisik “ghaib”. Teknologi Röntgen atau Roentgen dan USG yang dapat memprediksi jenis kelamin bayi dalam rahim hanya sebatas pengetahuan fisik, dan terkadang hal itupun bisa benar dan bisa salah hasil prediksinya.

Saya sepakat kalau pemahaman kita dalam menyikapi ayat tadi bukan diletakkan dalam konteks “hebatnya pengetahuan manusia”, akan tetapi pada bingkai “perintah Allah kepada manusia untuk memperdalam pengetahuan”. Jika demikian, maka dalam banyak firman-Nya, Allah memang menyuruh manusia untuk terus menggali dan menghasilkan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi kehidupan mereka. Perhatikan firman Allah “Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan” (QS. 55: 33). Banyak sekali ayat Alqur’an yang memerintahkan manusia untuk membaca ayat-ayat (tanda-tanda) kebesaran Allah agar mereka memahami dan menjadi orang yang berakal (QS. 3: 190). Dengan diketahuinya sebagian kecil tanda-tanda kebesaran Allah oleh manusia bukan berarti keagungan Allah menjadi terkurangi atau turun.

Badarussyamsi

Pendiri Website Kajian Pemikiran Islam. Dosen IAIN STS Jambi dan Analis Masalah Sosial Keagamaan

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!